Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Atap Baja Ringan untuk Pembangunan Rumah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rangka Baja Ringan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rangka Baja Ringan. Foto: Shutterstock

Atap baja ringan kian populer untuk menjadi pilihan konstruksi rumah. Salah satu penyebabnya adalah pasokan kayu yang semakin langka, sehingga material baja ringan banyak dipilih sebagai alternatif.

Tidak hanya pasokan kayu yang langka, penggunaan atap baja ringan juga dipengaruhi oleh proses produksinya. Dibandingkan kayu, atap baja ringan dapat dihasilkan dalam waktu singkat dengan jumlah yang banyak.

Atap baja ringan memiliki keunggulan lainnya sebagai pertimbangan untuk digunakan. Keunggulannya antara lain adalah tidak mudah terbakar, mudah dibentuk, dan ringan.

Ilustrasi Rangka Baja Ringan. Foto: Shutterstock

Untuk menggunakannya, pengguna tentu harus memperhitungkan kebutuhan atap baja ringan terlebih dlu. Hal itu dilakukan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan. Melansir berbagai sumber, berikut cara untuk menghitung kebutuhan atap baja ringan.

Rumus

Volume = (Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek Genteng) / Derajat Kemiringan Atap Genteng (cos derajat)

Contoh Perhitungan

Sebuah rumah memiliki ukuran 10 x 20 meter dengan dilengkapi masing-masing atap yang panjang oversteknya 1,5 meter. Atap tersebut memiliki kemiringan sebesar 35 derajat. Berdasarkan gambaran tersebut, dapat diketahui luas rangka atap baja ringan yang dibutuhkan adalah:

Panjang bangunan : 10 + 1,5 + 1,5 = 13 meter

Lebar bangunan : 20 + 1,5 + 1,5 = 23 meter

Derajat kemiringan : Cos 35 derajat = 0,819

Total volume dari rangka atap baja ringan yang dibutuhkan, yaitu

Volume = 13 x 23 / 0,819 = 299 / 0,819 = kurang lebih 366 meter persegi.

Apabila atap baja ringan yang dibutuhkan sudah diketahui jumlahnya, langkah selanjutnya adalah menghitung material tambahan seperti kaso, reng, skrup, hingga genteng. Berikut cara menghitung material tambahan tersebut.

Rumus Kaso

(Luas atap miring x 4) / 6.

Apabila total jumlah luas yang diapatkan sebesar 365 meter persegi, berikut cara menghitungnya.

(366 x 4) / 6 = 1.464 / 6 = 244 buah.

Rumus Reng

Reng=Banyak Kaso x 1,2

Reng=244 x 1,2

Reng=292,8 atau dibulatkan jumlahnya menjadi 293 buah.

Rumus Skrup

Jumlah Skrup=Jumlah Genteng x 12

Jumlah Skrup=593 x 12 = 7.116 buah

Rumus yang digunakan untuk menghitung skrup baja ringan adalah luas atap miring x 20.

Skrup baja ringan=luas atap miring x 20

Skrup baja ringan=366 x 20

Skrup baja ringan=7.320 buah

Jumlah skrup keseluruhan=7.116+7.320

Jumlah skrup keseluruhan=14.436 buah

Rumus Genteng Metal ukuran 2x4

Jumlah genteng=luas atap miring x 1,62

Jumlah genteng=366 x 1,62

Jumlah genteng=592,92 atau dibulatkan menjadi 593 genteng metal dengan ukuran 2 x 4.

(DNA)