Cara Mengisi Dokumen Tindak Lanjut di PMM dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengisi Dokumen Tindak Lanjut di PMM penting diketahui setiap guru. Dengan adanya form ini, guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses refleksi dan tindak lanjut yang sistematis.
Bagi yang belum tahu, Dokumen Tindak Lanjut adalah form yang digunakan oleh guru untuk merefleksikan dan mengevaluasi praktik pembelajaran setelah melakukan observasi kelas.
Dokumen ini perlu dilengkapi oleh setiap guru agar kepala sekolah dapat mengarahkan serta menentukan upaya perbaikan apa yang penting untuk dilakukan oleh guru tersebut ke depannya.
Untuk memahami bagaimana tata cara pengisian Dokumen Tindak Lanjut yang benar di Platform Merdeka Mengajar (PMM), simak informasi berikut ini.
Cara Mengisi Dokumen Tindak Lanjut di PMM
Mengutip laman Pusat Informasi Guru, berikut tata cara yang dapat dilakukan untuk mengisi Dokumen Tindak Lanjut yang dapat diikuti oleh setiap guru:
Persiapkan dokumen yang diperlukan, seperti laporan hasil audit, catatan pertemuan, atau dokumen lain yang relevan sebagai bahan pengisian tindak lanjut.
Masuk ke aplikasi PMM dengan akun yang telah diberikan dan pastikan memiliki akses untuk mengisi tindak lanjut.
Arahkan ke menu tindak lanjut yang biasanya tersedia di bagian manajemen atau pengawasan.
Isi kolom yang diperlukan, seperti deskripsi tindak lanjut yang menjelaskan tindakan yang akan diambil, tanggal pelaksanaan untuk menentukan kapan tindak lanjut akan dilakukan, penanggung jawab yang berisi nama orang atau tim yang bertanggung jawab, dan status saat ini (misalnya, sedang berlangsung, selesai, atau tertunda).
Lampirkan dokumen pendukung jika diperlukan. Jika ada file tambahan yang mendukung tindak lanjut, unggah file tersebut sesuai instruksi dalam aplikasi.
Review semua informasi yang telah diisi untuk memastikan tidak ada kesalahan. Setelah yakin, klik tombol “Simpan” untuk menyimpan dokumen tindak lanjut.
Pantau dan update status tindak lanjut secara berkala. Setelah disimpan, lakukan monitoring perkembangan dan perbarui status jika ada perubahan informasi.
Baca Juga: Apa yang Anda Dapatkan dari Upaya Tindak Lanjut PMM? Ini Contoh Jawabannya
Contoh Dokumen Tindak Lanjut di PMM
Agar tidak salah dalam mengisi Dokumen Tindak Lanjut di PMM, simak contoh berikut ini:
A. Tantangan yang Dihadapi dalam Melakukan Praktik Kinerja Selama Observasi Kelas
1. Aktivitas Interaktif
Beberapa siswa belum menjalankan peran mereka dengan optimal dalam kelompok. Beberapa anggota tampak belum berkontribusi sesuai harapan. Untuk itu, saya berencana meningkatkan efektivitas pembagian peran di kelompok agar siswa dapat menjalankan peran sesuai minat mereka melalui kesepakatan kelas.
2. Penerapan Disiplin Positif
Dalam sesi refleksi, beberapa siswa kurang aktif memberikan tanggapan, bahkan ada yang sibuk bermain dengan teman. Ini menunjukkan bahwa kesepakatan kelas belum terlaksana secara optimal. Ke depannya, saya akan lebih membuka ruang bagi pandangan siswa dalam diskusi untuk menciptakan dinamika kelas yang kondusif.
3. Keteraturan Suasana Kelas
Komunikasi positif yang saya bangun belum sepenuhnya meningkatkan hubungan yang menyenangkan dengan siswa. Masih ada siswa yang kurang percaya diri. Hal ini dikarenakan manajemen kelas yang saya terapkan belum sepenuhnya kondusif. Ke depannya, saya akan lebih memperhatikan suasana pembelajaran yang kondusif agar siswa merasa lebih dihargai.
4. Perhatian dan Kepedulian
Selama diskusi, hanya beberapa siswa yang aktif terlibat. Hal ini mungkin disebabkan karena saya kurang memperhatikan pendapat dari beberapa siswa. Saya berencana untuk lebih mendengarkan siswa agar mereka merasa lebih dihargai dan percaya diri.
5. Ekspektasi pada Siswa
Dari 36 siswa, ada 7 siswa yang belum dapat menyebutkan cita-citanya. Hal ini disebabkan karena saya cenderung hanya menyebutkan potensi siswa yang menonjol. Ke depannya, saya akan lebih merata dalam memberikan perhatian kepada semua siswa untuk membangun harapan yang setara.
6. Instruksi yang Adaptif
Saya merasa siswa kurang responsif meskipun menyimak. Hal ini mungkin karena saya langsung menyampaikan materi tanpa apersepsi. Ke depannya, saya akan memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman awal siswa.
7. Instruksi Pembelajaran
Ketika belajar, siswa tampak bosan dan gaduh meskipun waktu belajar masih ada. Ini terjadi karena kurangnya visualisasi yang menarik. Ke depannya, saya akan menggunakan media yang lebih menarik sesuai dengan usia siswa.
8. Umpan Balik Konstruktif
Motivasi belajar siswa terasa menurun karena umpan balik yang saya berikan kurang dipahami siswa. Ke depannya, saya akan menggunakan kata-kata yang lebih sederhana dalam memberikan umpan balik agar siswa lebih mudah memahami.
B. Upaya-Upaya untuk Mencapai Tujuan Tindak Lanjut
1. Diskusi dengan kepala sekolah mengenai langkah peningkatan kualitas praktik pembelajaran.
2. Diskusi dengan rekan guru mengenai cara meningkatkan kualitas pembelajaran.
3. Praktik simulasi dengan guru lain atau guru penggerak di sekolah lain.
4. Mengamati praktik pembelajaran rekan yang berhasil dalam manajemen kelas.
5. Merekam proses pembelajaran dan meminta umpan balik dari rekan dan siswa.
C. Jadwal Aksi Tindak Lanjut
Aksi tindak lanjut direncanakan berlangsung dari Maret hingga Mei 2024. Disarankan semua aksi tindak lanjut selesai pada pertengahan Mei 2024.
D. Dukungan yang Dibutuhkan untuk Tindak Lanjut
Dukungan yang dibutuhkan dapat berupa pemilihan salah satu dari enam opsi yang telah disediakan, serta Pilihan Belajar dari Platform Merdeka Mengajar (PMM).
(SAI)
