Cara Menulis Catatan Kaki Lengkap dengan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menulis sumber referensi atau kutipan dalam suatu karya ilmiah, baik itu skripsi, thesis, dan semacamnya. Jika diletakkan di akhir tulisan disebut daftar pustaka, sedangkan jika posisinya ada di bawah halaman disebut dengan catatan kaki atau footnote.
Sesuai dengan sebutannya, catatan kaki berisi catatan yang berada di bawah (kaki) halaman karya ilmiah. Mengutip buku Cerdas Menulis Karya Ilmiah oleh Prof Dr. Suyono, M.Pd. dkk (2015), secara umum catatan kaki berfungsi sebagai tempat mencantumkan identitas sumber referensi dari informasi yang dikutip di badan teks atau badan paragraf.
Namun, fungsi catatan kaki tidak hanya terbatas sebagai salah satu cara pengutipan referensi. Catatan kaki juga berfungsi sebagai keterangan tambahan untuk informasi, istilah, atau nama-nama tertentu.
Mengutip buku Menulis Skripsi, Jurnal, dan Tulisan Ilmiah dengan Ms. Word oleh Jubilee Enterprise (2020), ada beberapa istilah dalam footnote yang penting diketahui, yaitu:
Loc.cit: Digunakan jika sumber kutipan yang diambil masih berada di satu halaman yang sama dengan sumber kutipan sebelumnya tanpa disela sumber kutipan lainnya.
Ib.id.: Digunakan jika sumber kutipan berasal dari sumber kutipan pertama diikuti dengan kutipan berikutnya yang sumbernya sama dan belum diselingi sumber kutipan lain. Ibid. biasanya diikuti dengan nomor halaman.
Op.cit: Digunakan jika kutipan berasal dari sumber yang sama dengan sumber yang pernah dikutip, tetapi halamannya berbeda dan telah diselingi sumber kutipan lain.
Tata Cara Menulis Catatan Kaki
Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan saat menulis catatan kaki. Berikut tata cara menulis catatan kaki yang benar:
Catatan kaki ditulis di bagian bawah halaman karya ilmiah (di bawah tubuh tulisan).
Diberi nomor urut. Setiap berganti bab, catatan kaki dimulai kembali dari nomor urut 1.
Identitas sumber referensi atau sumber kutipan ditulis secara lengkap dengan urutan nama lengkap pengarang (tanpa dibalik), judul buku, nama penerbit, tempat dan tahun diterbitkan.
Catatan kaki dilengkapi dengan nomor halaman letak kutipan itu berada.
Hendaknya judul buku digarisbawahi atau ditulis miring agar judul terlihat menonjol.
Jika nama penulis sumber referensi lebih dari tiga orang, yang dicantumkan dalam catatan kaki hanyalah nama penulis pertama dan diikuti dengan singkatan et.al.
Contoh Catatan Kaki
Agar lebih jelas, simak beberapa contoh catatan kaki berikut.
1 Suyanto, Pengantar Hukum Pidana, Deepublish, Yogyakarta, 2018, h. 299.
2 Lon L. Fuller, Jurisprudence, The Foundation Press, Mineloa, New York, 1949, h.14.
3 Elliot E. Cheatham et al., Conflict of Law, The Foundation Press, Mineloa, New York, 1959, h. 104.
4 J.C.T Simorangkir dan Woerjono Sastronoto, Pelajaran Hukum Indonesia, Gunung Agung, Jakarta, 1973, h. 49.
5 Leon Boim, Glenn G. Morgan, dan Aleksander W. Rudzinski, Legal Controles in the Soviet Union, A.W. Sijthoff, Leiden, 1966, h. 302.
(ADS)
