Konten dari Pengguna

Cara Migrasi eSIM Telkomsel beserta Syarat dan Keunggulannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

eSIM Telkomsel resmi meluncur. Foto: Dok. Telkomsel
zoom-in-whitePerbesar
eSIM Telkomsel resmi meluncur. Foto: Dok. Telkomsel

Perkembangan teknologi seluler menghadirkan berbagai inovasi baru yang dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia. Salah satu terobosan terbaru dalam teknologi ini adalah penggunaan Embedded SIM (eSIM).

Untuk memanfaatkan layanan eSIM, pengguna perlu melakukan migrasi dari kartu SIM fisik ke teknologi eSIM. Telkomsel menjadi salah satu provider yang sudah mendukung proses perpindahan ini secara resmi.

Lantas, bagaimana cara migrasi eSIM Telkomsel? Simak langkah-langkahnya berikut ini.

Cara Migrasi eSIM Telkomsel

Ilustrasi pemasangan eSIM. Foto: DenPhotos/Shutterstock

Bagi pelanggan Telkomsel, perpindahan kartu SIM fisik ke eSIM dapat dilakukan secara online melalui website atau aplikasi MyTelkomsel. Pelanggan juga bisa mendatangi GraPARI Telkomsel secara langsung.

Mengutip laman resmi MyTelkomsel, berikut ini panduan lengkap yang dapat diikuti untuk melakukan migrasi dengan mudah dan aman:

  1. Kunjungi laman resmi Telkomsel di www.telkomsel.com/esim/migrasi-esim, lalu pilih opsi “Migrasi ke eSIM.”

  2. Masukkan nomor Telkomsel pada kolom yang tersedia di bagian bawah halaman.

  3. Setelah itu, masukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS ke nomor tersebut.

  4. Isi data yang diminta seperti NIK, nomor KTP, dan alamat email, lalu klik “Lanjutkan.” Layar akan menampilkan status proses migrasi. Tunggu hingga proses selesai.

  5. Setelah migrasi berhasil, tekan tombol “Aktifkan eSIM.”

  6. Proses selesai, dan eSIM telah aktif serta siap digunakan.

Setelah mengaktifkan eSIM, pengguna akan menerima kode QR yang akan menjadi eSIM di ponsel. Pastikan kode QR tersebut disimpan dengan baik, lalu pengguna bisa langsung menyinkronkan eSIM ke pengaturan ponsel.

Perlu diketahui, sebelum melakukan migrasi dari kartu SIM fisik ke eSIM, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna, di antaranya:

  1. Pastikan perangkat yang digunakan mendukung eSIM dan dibeli di Indonesia, atau memiliki IMEI yang terdaftar di Indonesia.

  2. Siapkan biaya layanan sebesar Rp 10.000 untuk proses pemindahan ke eSIM.

  3. Selama proses migrasi, pastikan tetap menggunakan jaringan Telkomsel dan berada di Indonesia untuk memvalidasi permintaan migrasi.

  4. Siapkan juga KTP, KK, dan email aktif untuk verifikasi data diri dan pengiriman kode QR.

Keunggulan eSIM

Ilustrasi eSIM. Foto: Shutterstock

Teknologi eSIM menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan kartu SIM fisik. Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, berikut ini beberapa kelebihannya penggunaan eSIM:

  • e-SIM tertanam langsung di motherboard ponsel, sehingga tidak mudah hilang atau rusak.

  • Ukuran eSIM lebih kecil dari nano SIM, sehingga dapat memberi ruang lebih untuk desain perangkat yang tipis.

  • Pengguna tidak perlu lagi memasang atau mengganti kartu SIM fisik. Cukup pindai kode batang, maka nomor akan langsung aktif di perangkat.

  • e-SIM juga mendukung beberapa profil operator dalam satu perangkat. Jadi, beralih jaringan jadi lebih mudah tanpa ganti kartu.

  • Proses aktivasi bisa dilakukan dari jarak jauh. Hal ini membuat pengaturan nomor lebih praktis dan efisien.

Baca Juga: Menkomdigi Minta Warga Ganti SIM Card Fisik ke eSIM untuk Cegah Kejahatan Siber

(ANB)