Konten dari Pengguna

Cara Penulisan Prompt agar Menghasilkan Hasil yang Lebih Baik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara penulisan prompt agar menghasilkan hasil yang lebih baik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara penulisan prompt agar menghasilkan hasil yang lebih baik. Foto: Pexels

Kecerdasan buatan (AI) kini telah dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari menyusun laporan, membuat konten, hingga membantu pengambilan keputusan. Beragam platform seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan layanan AI lainnya semakin banyak digunakan karena mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Meski demikian, kualitas hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada cara pengguna menyusun instruksi atau prompt. Semakin jelas perintah yang diberikan, semakin relevan pula jawaban yang dihasilkan.

Lantas, bagaimana satu cara menulis prompt yang lebih baik agar dapat membantu menghasilkan hasil yang lebih baik untuk laporan, konten, atau dukungan pengambilan keputusan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Cara Penulisan Prompt agar Menghasilkan Hasil yang Lebih baik

Ilustrasi cara penulisan prompt agar menghasilkan hasil yang lebih baik. Foto: Pexels

Satu cara paling efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik adalah menulis prompt secara jelas dan spesifik. Hindari memberikan instruksi yang terlalu singkat atau bersifat umum. Sebaliknya, jelaskan konteks, target audiens, gaya bahasa, hingga bentuk keluaran yang diharapkan.

Dirangkum dari laman OpenAI Help Center, MIT Sloan Teaching & Learning Technologies, dan sumber lainnya, berikut beberapa cara menyusun prompt yang efektif.

1. Tulis Prompt yang Jelas dan Spesifik

Prompt yang jelas membantu kecerdasan buatan atau AI memahami maksud pengguna sehingga dapat menghasilkan respons yang lebih relevan dan akurat. Gunakan pilihan kata yang tepat dan struktur kalimat yang mudah dipahami. Hindari instruksi yang terlalu samar atau berbelit-belit. Contoh prompt yang baik adalah:

  • "Ringkas artikel ini menjadi lima poin utama."

  • "Berikut dua contoh ringkasan. Buat ringkasan ketiga dengan gaya penulisan yang sama."

  • "Tulis ringkasan dari memo ini dalam kurang dari 100 kata."

  • "Teks ini ditujukan untuk siswa SD. Susun ulang menggunakan bahasa yang lebih sederhana."

2. Berikan Konteks yang Diperlukan

Selain instruksi yang jelas, tambahkan konteks agar AI lebih memahami situasi yang dihadapi. Konteks dapat berupa peran yang harus dimainkan AI, target audiens, tujuan penulisan, atau gaya penyampaian yang diinginkan. Contohnya sebagai berikut:

  • "Anda adalah seorang analis keuangan senior. Analisis laporan keuangan perusahaan ini, kemudian jelaskan tiga risiko utama dan berikan rekomendasi investasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

  • "Anda adalah seorang guru IPA SMP. Jelaskan proses fotosintesis dengan bahasa sederhana, sertakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dimengerti siswa kelas VII."

3. Pecah Permintaan yang Kompleks Menjadi Beberapa Bagian

Jika tugas yang diberikan cukup rumit, sebaiknya bagi menjadi beberapa instruksi yang lebih kecil dan terfokus. Misalnya, saat meminta AI membantu analisis laporan untuk pengambilan keputusan, prompt dapat dipecah menjadi beberapa langkah, seperti:

  • Bandingkan tiga alternatif solusi.

  • Jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  • Identifikasi risiko yang mungkin muncul.

  • Rekomendasikan opsi terbaik beserta alasan yang didukung hasil analisis.

4. Evaluasi Hasil dan Berikan Instruksi Lanjutan

Apabila respons yang diberikan belum sesuai, cukup tambahkan instruksi lanjutan untuk memperbaikinya. AI akan menyesuaikan jawabannya berdasarkan konteks percakapan sebelumnya tanpa perlu mengulang seluruh prompt dari awal.

Jika diperlukan, minta AI menyajikan beberapa alternatif jawaban sehingga lebih mudah memilih hasil yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Mengapa Envelope System Dianggap Lebih Efektif Mengendalikan Perilaku Belanja?

(SA)