Konten dari Pengguna

Cara TKR Membuat Pasukan NICA Mundur dari Kota Ambarawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasukan Belanda maju di belakang sebuah buldoser di Sumatra, Indonesia, pada 4 Januari 1949. Foto: Keystone/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Belanda maju di belakang sebuah buldoser di Sumatra, Indonesia, pada 4 Januari 1949. Foto: Keystone/Getty Images

Pada akhir tahun 1945, terjadi perang besar antara rakyat Indonesia melawan Sekutu yang diboncengi NICA (Nederlandsch Indische Civil Administration) Jawa Tengah. Perselisihan ini bermula dari kedatangan tentara Sekutu untuk mengurus tawanan Belanda di Ambarawa dan Magelang.

Awalnya, Sekutu disambut baik oleh rakyat Indonesia. Namun, mereka tiba-tiba membebaskan dan mempersenjatai tawanan tanpa izin. Rupanya, mereka bekerja sama untuk kembali menguasai Indonesia yang telah menyatakan merdeka.

Tentunya, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) langsung melakukan perlawanan. Pertanyaannya, bagaimana cara TKR membuat pasukan NICA mundur dari kota Ambarawa?

Cara TKR Membuat Pasukan NICA Mundur dari Kota Ambarawa

Ilustrasi Perang Ambarawa. Foto: Pexels

Untuk mengetahui cara TKR memukul mundur pasukan NICA dan Sekutu, Anda perlu menyimak sejarah lengkap Perang Ambarawa terlebih dahulu. Dikutip dari buku Peperangan dan Serangan yang diterbitkan Kemdikbud, pertempuran ini berawal dari kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi NICA ke Jawa Tengah.

Sekutu adalah sebutan untuk tentara Inggris. Rupanya Inggris dan Belanda telah melakukan perjanjian yang disebut Civil Affairs Agreement pada 24 Agustus 1945. Perjanjian ini mengatur pemindahan kekuasaan di Indonesia dari British Military Administration kepada NICA.

Padahal, Sekutu sudah berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Itu mengapa pengkhianatan mereka langsung memicu amarah dan perlawanan rakyat.

Pada 26 Oktober 1945 di Magelang, tentara Sekutu bahkan mencoba melucuti pasukan TKR dan membuat kekacauan. TKR Resimen Magelang pimpinan Letkol M. Sarbini segera membalas tindakan tersebut dengan mengepung Sekutu dari segala penjuru.

Ketegangan ini berhasil ditenangkan setelah Presiden Soekarno datang ke Semarang dan membuat perjanjian damai berisi 12 pasal. Namun, Sekutu lagi-lagi berkhianat dan akhirnya pecahlah pertempuran di Ambarawa antara TKR melawan Sekutu yang diboncengi NICA.

Ilustrasi Perang Ambarawa. Foto: Pexels

Pada tanggal 20 November 1945, pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto melawan tentara Sekutu yang telah melakukan serangan lebih dulu. Lalu sehari setelahnya, pasukan Sekutu yang berada di Magelang pergi ke Ambarawa di bawah lindungan pesawat tempur.

Pasukan Sekutu melakukan pengeboman terhadap kampung-kampung yang ada di sekitar Ambarawa. Melihat ini, pasukan TKR langsung membentuk garis pertahanan sepanjang rel kereta api dan membelah kota Ambarawa.

Dukungan pengepungan juga datang dari pasukan TKR Magelang, Divisi V/Purwokerto, dan masih banyak lagi. Meski begitu, pasukan Inggris tetap bisa merobohkan pengepungan dengan tank-tanknya.

Akhirnya, pasukan TKR mundur sejenak untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak. Namun, mereka tetap bersinergi dan membuat strategi pengepungan yang lebih matang lagi.

Sampai akhirnya pada 12 Desember 1945 dini hari, pasukan TKR kembali bergerak mengepung musuh di dalam kota Ambarawa. Strategi pengepungan ini berlangsung selama 4 hari 4 malam.

Musuh yang merasa kedudukannya terjepit berusaha keras untuk melakukan pertempuran. Namun, pada 15 Desember 1945 musuh akhirnya meninggalkan kota Ambarawa dan mundur ke Semarang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cara TKR memukul mundur Sekutu bersama NICA adalah dengan strategi pengepungan kota Ambarawa selama berhari-hari.

Baca Juga: 5 Tokoh Pertempuran Ambarawa dengan Aksi Heroik yang Luar Biasa

(DEL)