Ciri-ciri Sosiologi dan Pengertian Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri sosiologi menjadi suatu identitas yang bisa membedakan ilmu sosiologi dengan ilmu pengetahuan lainnya. Ilmu sosiologi sendiri merupakan cabang dari ilmu pengetahuan sosial. Ilmu ini identik dengan masyarakat.
Mengutip buku Sosiologi 1 tulisan Drs. Andreas Soeroso, M.S (2008), pembahasan dalam ilmu sosiologi tidak jauh dari hubungan interaksi antarmanusia, baik sebagai pribadi ataupun kelompok.
Untuk memahami ilmu sosiologi lebih dalam, Anda dapat menyimak penjelasan berikut ini.
Baca juga: Jenis-Jenis Objek Kajian Sosiologi dan Penjelasannya
Ciri-ciri Sosiologi
Seperti yang dikatakan sebelumnya, ilmu sosiologi memiliki ciri atau identitas tersendiri. Berikut ciri-ciri sosiologi yang dikutip dari buku Sosiologi karya Dr. Tjiptu Subadi, M.Si.
1. Empiris
Sosiologi bersifat empiris, artinya ilmu pengetahuan ini didasari oleh observasi terhadap kenyataan dan akal sehat, dan hasilnya tidak bersifat spekulatif. Dapat dikatakan bahwa ilmu sosiologi dikembangkan dari hasil penelitian empiris terkait fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.
2. Teoritis
Sifat teoritis dalam ilmu sosiologi berarti ilmu pengetahuan ini selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil penelitian. Fakta gejala kehidupan masyarakat sebagai objek sosiologi ditelaah secara ilmiah, teoritis, dan konseptual.
3. Kumulatif
Teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang telah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori lama. Dengan kata lain, teori ini terus mengalami perubahan, perkembangan, serta perbaikan, sejalan dengan kehidupan masyarakat.
4. Non-etis
Sosiologi tidak mempermasalahkan baik buruknya fakta, namun tujuan utama ilmu ini adalah menjabarkan fakta secara analitis dan objektif.
Baca juga: Jenis Identitas Individu dan Identitas Kelompok dalam Ilmu Sosiologi
Pengertian Ilmu Sosiologi Berdasarkan Para Ahli
Sosiologi terdiri dari dua kata, yaitu sosio dan logi. Sosio berasal dari bahasa Latin, yakni socious yang artinya kawan, teman, atau masyarakat. Sementara itu logi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti berbicara atau kata.
Jika diartikan secara keseluruhan, sosiologi dapat didefinisikan sebagai berbicara mengenali teman, kawan, atau masyarakat. Perhatian sosiologi dititikberatkan pada hubungan individu ataupun kelompok dalam masyarakat.
Para ahli memiliki pandangan berbeda-beda terkait makna ilmu sosiologi. Berikut pengertian sosiologi berdasarkan para ahli yang dikutip dari buku Sosiologi oleh Drs. Andreas Soeroso, M.S (2008):
1. Max Weber
Sosiologi menurut pandangan Max Weber adalah ilmu yang berkaitan dengan pemahaman interpretatif tentang aktivitas atau tindakan sosial manusia atau masyarakat.
Pemahaman interpretatif dimaksudkan agar dalam menganalisa masyarakat tidak sekadar dari yang tampak saja, namun dibutuhkan juga interpretasi agar penjelasan terkait individu dan masyarakat tidak keliru.
2. Emile Durkheim
Menurut Emile Durkheim, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fenomena atau fakta sosial. Fakta sosial ini bisa diamati, dirasakan, memiliki sifat eksternal, memaksa, dan umum.
3. Auguste Comte
Auguste Comte menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu positif tentang masyarakat. Ia meyakini bahwa masyarakat perlu dipahami dengan observasi dan klasifikasi sistematis, bukan kekuasaan dan spekulasi.
Fungsi dan Peran Ilmu Sosiologi bagi Masyarakat
Seperti ilmu lainnya, sosiologi juga memiliki fungsi dan peran yang krusial bagi masyarakat. Berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak:
A. Fungsi Ilmu Sosiologi
Dijelaskan dalam buku CMS Sosiologi SMA/MA Kelas X, XI, dan XII susunan Hendyono Sasongko, fungsi ilmu sosiologi dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yakni:
1. Perencanaan sosial
Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat.
Perencanaan disusun atas dasar kenyataan yang faktual.
Perencanaan sosial digunakan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat.
Perencanaan sosial sebagai alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga dapat menghimpun kekuatan sosial di masyarakat.
Sosiologi memahami perkembangan masyarakat, baik desa maupun kota, sehingga proses penyusunan perencanaan sosial dapat dilakukan.
2. Penelitian sosial
Untuk mempertimbangkan berbagai gejala sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
Untuk memahami pola tingkah laku manusia di masyarakat.
Untuk bersikap hati-hati dan selalu berpikir rasional.
Untuk dapat melihat perubahan tingkah laku anggota masyarakat.
Untuk dapat memahami simbol, kode, dan berbagai istilah yang menjadi objek penelitian.
3. Pembangunan sosial
Tahap perencanaan. Untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, sehingga memerlukan data-data yang relatif lengkap, yang meliputi: pola interaksi sosial, kelompok sosial, lembaga sosial, dan stratifikasi sosial.
Tahap pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan perlu diadakan pengawasan terhadap kekuatan sosial dan perubahan sosial di masyarakat.
Tahap evaluasi. Dalam tahap ini, dilakukan analisis dampak sosial pembangunan. Keberhasilan pembangunan hanya dapat dinilai melalui tahap evaluasi.
B. Peran Ilmu Sosiologi
Sementara perannya dalam kehidupan masyarakat bisa diuraikan dalam penjelasan berikut ini:
1. Sebagai ahli riset
Ilmu sosiologi dapat digunakan dalam praktik riset ilmiah. Tujuannya yaitu untuk mencari data tentang kehidupan sosial di suatu masyarakat. Data tersebut nantinya diolah menjadi suatu karya ilmiah.
2. Sebagai penentu kebijakan
Ilmu sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Kebijakan tersebut dapat membawa pengaruh atau dampak yang diinginkan.
3. Membantu pelaksanaan kebijakan
Ilmu sosiologi sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Ilmu ini dapat memberikan saran-saran, baik dalam berbagai masalah hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, masalah moral, atau hubungan antarkelompok.
Sejarah Lahirnya Ilmu Sosiologi
Kemunculan ilmu sosiologi dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam prosesnya, terdapat dua peristiwa penting yang mempengaruhi sejarah masyarakat Eropa.
Dijelaskan dalam buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X susunan Kun Maryati, dkk., ilmu pengetahuan alam mengalami perkembangan yang pesat pada abad ke-17an. Ini bermula ketika ilmuwan menemukan mesin cetak, mesin uap, dan teknologi modern.
Pada fase tersebut, industri tidak lagi dijalankan dengan tenaga manusia, melainkan sudah memanfaatkan teknologi mesin. Kemajuan ini disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang cukup signifikan.
Pada abad ke-18, terjadi peristiwa revolusi politik di Prancis. Masyarakat setempat melakukan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Raja Louis XVI.
Revolusi ini menghasilkan banyak perubahan positif dan menjadi awal tumbuhnya demokrasi. Tetapi, revolusi ini juga memberi efek negatif berupa kekacauan. Ini merupakan akibat dari perubahan tingkah laku masyarakat yang merasa tidak puas dengan kondisi saat itu.
Sementara revolusi ke-2 yang terjadi di Inggris juga memberikan efek serupa. Masyarakat menciptakan kekacauan dan perubahan tatanan sosial. Karena peristiwa inilah, ilmu sosiologi muncul di tengah kehidupan masyarakat dunia.
Baca juga: Pengertian Perubahan Progres dalam Ilmu Sosiologi
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Sosiologi?

Apa Itu Sosiologi?
Sosiologi adalah adalah ilmu yang berkaitan dengan pemahaman interpretatif tentang aktivitas atau tindakan sosial manusia atau masyarakat.
Apa Ciri-ciri Sosiologi?

Apa Ciri-ciri Sosiologi?
Ada beberapa ciri-ciri sosiologi, salah satunya adalah bersifat kumulatif.
Apa Itu Ciri Sosiologi Kumulatif?

Apa Itu Ciri Sosiologi Kumulatif?
Ciri sosiologi kumulatif artinya teori sosiologi terus mengalami perkembangan sejalan dengan kehidupan masyarakat.
