Ciri-Ciri Surat Makkiyah dan Madaniyah beserta Karakteristik Umumnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran merupakan kitab suci terakhir yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Turunnya Alquran terjadi secara bertahap. Karena hal ini, para ulama membagi surat di dalam Alquran menjadi dua kategori, yaitu Makkiyah dan Madaniyah.
Dalam buku Ulumul Qur'an: Telaah tekstualitas dan Kontekstualitas Alquran karya Drs. Ahmad Izzan disebutkan bahwa surat Makkiyah berarti surat yang diturunkan di Kota Makkah, sedangkan surat Madaniyah adalah surat yang turun di Kota Madinah.
Menurut Ali Ash-Sahbuny dalam Kamus Al-Qur’an: Quranic Explorer, untuk membedakan surat yang turun di Kota Makkah dan Madinah paling sedikit ada tiga alasan, di antaranya:
Surat yang diturunkan di Kota Makkah dan dalam perjalanan (hjrah) sebelum sampai di Kota Madinah, termasuk Makkiyah. Sedangkan surat yang diturunkan kepada Nabi SAW dalam perjalanannya setelah tiba di Madinah, maka disebut dengan ayat Madaniyah;
Makkiyah adalah ayat yang turun di Kota Makkah, walaupun sudah hijrah dan Madaniyyah adalah ayat yang turun di Madinah;
Makkiyah adalah yang khitabnya kepada ahli Makkah dan Madaniyah adalah yang khitabnya kepada ahli Madinah.
Agar lebih paham mengenai surat Makkiyah dan Madaniyah, simak penjelasan lengkapnya dalam uraian di bawah ini.
Ciri-Ciri Surat Makkiyah dan Karakteristiknya
Mengutip buku Aneka Pengkajian Studi Al-Qur’an oleh Moch Tolchah, berikut adalah ciri-ciri surat Makkiyah selengkapnya:
Terdapat lafadz kalla di sebagian besar atau seluruh ayatnya.
Terdapat sujud tilawah di sebagian atau seluruh ayatnya.
Diawali huruf tahajji, seperti: qaf, nun, dan ha mim.
Memuat kisah Adam dan iblis (kecuali surat Al-Baqarah).
Memuat kisah para nabi dan umat-umat terdahulu.
Di dalamnya terdapat seruan kepada semua manusia (wahai semua manusia).
Isi suratnya berupa seruan dengan kalimat "Anak Adam".
Isinya memberi penekanan pada masalah akidah.
Ayatnya pendek-pendek.
Sementara karakteristik umum yang terdapat pada surat Makkiyah menurut buku Perspektif Baru Ilmu Alquran karya Dawud al-‘Attar, antara lain:
Peringatan terhadap prinsip-prinsip akidah, seperti iman kepada Allah, hari Akhir, gambaran tentang hari pembalasan, penghuni surga dan neraka.
Ajakan untuk berpegang pada akhlak luhur dan berbuat baik.
Secara umum suratnya berisi ayat yang pendek-pendek.
Bantahan terhadap kaum musyrikin serta penegasan tentang batilnya akidah mereka.
Banyaknya menggunakan ya ayyuha al-nas dan jarang menggunakan ungkapan ya al-ladzina amanuu.
Banyak kisah para nabi dan pengikutnya.
Kurang lebih lafadz kalla disebutkan sebanyak tiga puluh kali dalam suratnya.
Setiap surat yang di buka dengan huruf-huruf yang singkat, seperti: alif lam mim, alif lam ra, hamim, dan lain-lainnya.
Ciri-Ciri Surat Madaniyah dan Karakteristiknya
Kembali mengutip buku Aneka Pengkajian Studi Al-Qur’an oleh Moch Tolchah, berikut ciri-ciri surat Madaniyah:
Terdapat kalimat "orang-orang yang beriman" pada ayat-ayatnya.
Terdapat hukum-hukum faraidh, hudud, qishash dan jihad di dalamnya.
Ayatnya banyak menyebut kalimat “orang-orang munafik" (kecuali surat Al-Ankabut).
Membuat bantahan terhadap ahli Alkitab (Yahudi dan Nasrani).
Memuat hukum syara', seperti: ibadah, mu'amalah, al-ahwal dan al-syakhshiyah.
Ayatnya panjang-panjang.
Menurut Dawud al-‘Attar dalam buku Perspektif Baru Ilmu Alquran, karakteristik yang umumnya terdapat pada Madaniyah menurut, antara lain:
Banyak menjelaskan tentang hukum-hukum, seperti had, faraidh, hak-hak, undang-undang politik, ekonomi, dam masalah ke-negaraan.
Suratnya berisi ayat-ayat yang panjang.
Berbicara mengenai kedudukan dan ancaman bagi orang-orang munafik.
Banyak menyebutkan tentang jihad serta pemberian ijin berperang dan hukum-hukumnya.
Penentangan terhadap ahli alkitab dan seruan terhadap mereka untuk menghilangkan sikap berlebih-lebihan dalam agama mereka.
Ayatnya banyak menggunakan ungkapan ya al-ladzina amanuu dan jarang menggunakan kalimat ya ayyuha al-nas.
(NDA)
