Konten dari Pengguna

Contoh Cerita Reflektif Pembelajaran Sosial Emosional untuk Guru Penggerak

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cerita Reflektif Pembelajaran Sosial Emosional Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cerita Reflektif Pembelajaran Sosial Emosional Foto: Unsplash

Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah materi yang cukup penting untuk dipelajari Calon Guru Penggerak. Materi ini masuk dalam Modul 2.2 yang disertai dengan beragam aktivitas lainnya.

Seperti dikutip dari buku Pendidikan Guru Penggerak Modul 2.2 yang disusun oleh Caesilia Ika dkk., aktivitas yang dilakukan pada materi PSE meliputi pemahaman, pengimplementasian, latihan pemahaman serta pembuatan cerita reflektif pembelajaran.

Peserta diminta untuk fokus pada pembelajaran yang berbasis pada perilaku, pemikiran, serta emosi. Nantinya, peserta juga diminta untuk menceritakan proses pembelajaran sosial emosional yang diterapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Lalu, bagaimana contoh cerita reflektif pembelajaran sosial emosional yang benar? Simak informasi lengkapnya lewat artikel berikut ini.

Contoh Cerita Reflektif Pembelajaran Sosial Emosional

Ilustrasi Cerita Reflektif Pembelajaran Sosial Emosional Foto: Unsplash

Cerita reflektif Pembelajaran Sosial Emosional merupakan bagian akhir yang harus dilalui guru penggerak setelah menyelesaikan aktivitas lain di Modul 2.2. Materi ini bertujuan untuk mengetahui progres dan evaluasi pembelajaran di kelas.

Dalam cerita reflektif tersebut, guru juga bisa memaparkan strateginya untuk memulai kegiatan pembelajaran. Berikut beberapa contohnya yang bisa dijadikan acuan:

Contoh 1

Setelah saya mempelajari pembelajaran tentang sosial emosional ini saya akhirnya memahami bahwa bagaimana mendesain pengalaman belajar dan lingkungan belajar sebagai tindakan guru merespon kebutuhan belajar muridnya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Disini saya juga memahami bahwa pentingnya pembelajaran sosial emosional (PSE) terutama bagi saya pribadi, rekan sejawat dan juga murid-murid. Selain itu saya juga memahami tentang tahapan belajar yaitu beragamnya emosi dan bagaimana cara mengambil tindakan yang tepat untuk menindaklanjuti emosi yang kita rasakan dimana tindakan tersebut tidak merugikan bagi diri kita maupun orang disekitar kita.

Sumber: Jurnal Pembelajaran PSE oleh Herman, S.Pd.

Contoh 2

Saya mempunyai strategi dalam implementasi Pembelajaran Sosial Emosional dalam kelas seperti berikut ini :

1. Untuk Pembukaan yang hangat:

  • Saya akan menyapa seluruh peserta didik dan melaksanakan kegiatan ice breaking yang juga bertujuan untuk semua siswa dapat saling mengenal satu sama lain.

  • Mengenalkan materi atau topik berupa video atau bahkan cerita menarik yang relevan dengan materi pembelajaran hari itu.

2. Untuk Kegiatan belajar yang menantang:

  • Saya akan mengajak murid-murid untuk membahas dan menyelesaikan kasus studi dalam kelompok yang kecil dan mereka presentasikan solusinya.

  • Menggunakan alat bantu yang interaktif seperti aplikasi pembelajaran digital untuk mendukung kegiatan eksplorasinya.

3. Untuk penutupan yang optimis:

  • Saya akan meminta siswa untuk menulis satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang menurut mereka menantang.

  • Saya menutup kegiatan dengan memberikan penghargaan untuk usaha dan kontribusi mereka serta memberikan mereka gambaran tentang apa yang akan dipelajari selanjutnya.

Sumber: Saluran Youtube Suria Sri Atmojo

Ilustrasi guru dan orang tua. Foto: Shutter Stock

Contoh 3

Sebelum saya mempelajari topik ini, saya hanya berfikir bahwa siswa hanya butuh pengetahuan atau kompetensi saja. Sehingga ketika saya mengajar hanya fokus pada pencapaian materi pelajaran dan fokus pada tujuan pembelajaran. Peristiwa yang masih teringat adalah saat siswa saya hanya duduk termenung tidak ada semangat belajar. Perasaan saya saat itu bingung melakukan apa tetapi setelah belajar keterampilan sosial emosional saya memberikan solusi dengan praktik wellbeing. Pembelajaran yang saya dapatkan adalah menanyai setiap permasalahan siswa dengan hati tanpa menuduh. Tindakan yang akan saya lakukan adalah mengatasi segala permasalah siswa dengan mempraktikkan keterampilan sosial emosional Yaitu menanyai siswa permasalahan yang dihadapi dan memberikan diskusi dan siswa bisa menemukan sendiri solusi permasalahanya.

Sumber: Saluran Youtube Ragil Tri Sujatmiko

Baca Juga: Contoh Jurnal Pembelajaran Modul 2 untuk PPG 2024

(SFN)