Konten dari Pengguna

Contoh Identifikasi Masalah dan Cara Membuatnya dalam Menyusun Skripsi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis identifikasi masalah di skripsi. Foto: justplay1412/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis identifikasi masalah di skripsi. Foto: justplay1412/Shutterstock

Saat melakukan penelitian untuk skripsi, banyak mahasiswa yang mencari contoh identifikasi masalah sebagai sumber referensi. Bukan tanpa alasan, identifikasi memang menjadi proses paling penting dalam penelitian sehingga harus dilakukan dengan baik dan benar.

Mengutip buku Metode Perancangan: Rangkuman Teori dan Aplikasi tulisan Bertha Bintari Wahyujati, identifikasi masalah adalah proses mengenali masalah yang diamati.

Melalui proses ini, peneliti dapat mengambil langkah lebih banyak untuk menggali lebih banyak informasi mengenai hal yang diteliti, baik melalui observasi, penelusuran literatur, dan lainnya.

Umumnya, identifikasi masalah ditulis dalam bentuk pernyataan yang didasarkan pada masalah yang tertulis secara implisit maupun eksplisit di latar belakang masalah. Jadi, identifikasi masalah tidak boleh memunculkan masalah baru yang tidak ada di dalam latar belakang.

Cara Membuat Identifikasi Masalah dalam Skripsi

Ilustrasi mahasiswa sedang menyusun skripsi. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock

Identifikasi masalah tidak boleh dilakukan sembarangan, sebab bagian inilah yang nantinya menjadi acuan dalam penelitian. Karenanya, peneliti perlu melakukan beberapa hal sebelum mengidentifikasi masalah, seperti memahami teori dan fakta tentang topik yang diangkat serta mencari sumber referensi yang relevan.

Setelah itu, peneliti dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengidentifikasi masalah:

1. Identifikasi Masalah Secara Umum

Mengutip buku Metodologi Penelitian Pendidikan Jasmani oleh Dr. Ruslan Abdul Gani, S.Pd., M.Pd. dan Tedi Purbangkara, S.Pd., M.Pd., AIFO, langkah awal yang harus dilakukan peneliti adalah mendefinisikan masalah secara umum.

Misalnya, mencari jawaban atas pertanyaan “apakah berita negatif lebih menarik minat masyarakat dibandingkan berita positif?” Kemudian dipersempit lagi dengan pertanyaan “Apakah berita negatif seperti perampokan dan korupsi menarik minat orang lebih dari berita positif seperti pertumbuhan ekonomi negara?”

2. Memahami Sifat Masalah

Cara terbaik untuk memahami sifat masalah yang diangkat adalah melakukan diskusi. Jadi, berdiskusilah dengan orang-orang yang memiliki pemahaman baik mengenai masalah yang akan diteliti.

Baca juga: 15 Contoh Rumusan Masalah dalam Penelitian

3. Kumpulkan Literatur yang Ada

Ilustrasi membaca di toko buku. Foto: Shutterstock

Kumpulan semua literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan dikaji. Langkah ini bertujuan untuk membantu peneliti mempersempit masalah, memberikan ide-ide baru di bidang terkait, serta menentukan desain penelitian.

4. Mengembangkan Ide Lewat Diskusi

Selain menghasilkan informasi bermanfaat, berbagai ide baru pun dapat dikembangkan melalui diskusi. Untuk mengidentifikasi masalah lebih dalam, peneliti harus mendiskusikan masalah tersebut dengan orang lain yang berpengalaman di bidangnya.

5. Menyusun Ulang Masalah Penelitian

Setelah masalah dipahami, literatur yang dibutuhkan sudah ada, dan identifikasi masalah sudah dibuat, langkah selanjutnya adalah membaca dan menyusun masalah penelitian menjadi istilah operasional. Tujuannya agar penelitian lebih mudah dilakukan.

Baca juga: 7 Contoh Judul Penelitian yang Mengandung Variabel Bebas dan Terikat

Contoh Identifikasi Masalah

Ilustrasi menulis identifikasi masalah. Foto: Pixabay

Berikut kumpulan contoh identifikasi masalah berbagai tema sebagai referensi dalam penyusunan skripsi Anda.

Contoh 1

Dari beberapa uraian yang dikemukakan pada latar belakang, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :

  1. Sistem pencatatan yang manual pada “De’Dress” boutique menyulitkan pemilik dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang cepat dan akurat.

  2. Laporan penjualan harian pada “De’Dress” boutique tidak dibuat setiap hari, hal ini menyulitkan pemilik untuk memperoleh informasi penjualan setiap harinya.

  3. Daerah pemasaran yang terbatas diduga menjadi salah satu faktor menurunnya pendapatan pada “De’Dress” boutique, yaitu hanya sekitar toko tersebut.

  4. Pada “De’Dress” boutique belum ada pemisahan tugas antar karyawanya, karyawan yang bertugas menjadi kasir juga bertugas untuk membuat laporan keuangan.

Sumber: Skripsi "Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai Berbasis Web pada "De'Dress"" oleh Melia Eka Warhani

Contoh 2

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan peneliti dapat diidentifikasikan antara lain sebagai berikut:

  1. Metode pembelajaran belum bervariasi karena masih didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru sehingga menimbulkan rasa bosan atau jenuh pada siswa.

  2. Hasil belajar siswa selama kegiatan pembelajaran biologi masih rendah pada konsep sel.

  3. Guru belum menerapkan multimedia berbasis Problem-based Learning.

Sumber: Skripsi "Perancangan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Multimedia Berbasis Problem-Based Learning dengan Metode Ceramah pada Konsep Sel" oleh Arini Nurul Haq.

Contoh 3

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka identifikasi masalah yang dijadikan bahan penelitian yaitu sebagai berikut:

  1. Guru mengalami kesulitan dalam memilih strategi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

  2. Guru membutuhkan multimedia atau sistem evaluasi yang tepat digunakan dalam pembelajaran daring.

  3. Pembelajaran daring menyulitkan guru, siswa, dan orang tua siswa dalam proses pembelajaran.

Sumber: Skripsi "Pengembangan Sistem Evaluasi Multimedia Online pada Pembelajaran di SD Negeri 1 Bitera" oleh Putu Krisna S. Dharma

Baca juga: Cara Menentukan Variabel Penelitian untuk Skripsi

Contoh 4

Berdasarkan latar belakang di atas dapat di identifikasi masalah sebagai berikut :

  1. Kurangnya kesadaran beberapa karyawan tentang pentingnya disiplin kerja karyawan.

  2. Masih adanya karyawan yang datang terlambat masuk kantor pada PT. Jasa Raharja (Persero).

  3. Masih ada karyawan yang tidak berada diruangan pada saat jam kerja sedang berlangsung.

  4. Masih ada para karyawan yang sering menunggu perintah dalam menjalankan tugas.

  5. Kurangnya karyawan dalam bekerja tidak memperhatikan kuantitas pekerjaan atau pencapaian target untuk meningkatkan kerja.

Sumber: Skripsi "Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor PT. Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Gorontalo" oleh Yulin Ahmad

Contoh 5

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang muncul adalah:

  1. Pembeli kesulitan untuk membeli tiket karena harus datang langsung ke tempat penjualan.

  2. Lambatnya pembuatan laporan penjualan tiket.

  3. Sering kehilangan data transaksi penjualan dikarenakan transaksi penjualan yang menumpuk.

Sumber: Skripsi "Rancang Bangun Pemesanan Tiket Pesawat Berbasis Web Mobile pada PT. Nusantara Berlian Abadi" oleh Titi Hardiyanti

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu identifikasi masalah dalam penelitian?
chevron-down

Identifikasi masalah adalah proses mengenali masalah yang diamati.

Apa isi dari identifikasi masalah?
chevron-down

Identifikasi masalah ditulis dalam bentuk pernyataan yang didasarkan pada masalah yang tertulis secara implisit maupun eksplisit di latar belakang masalah.

Bagaimana cara membuat identifikasi masalah?
chevron-down

Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu identifikasi masalah secara umum, memahami sifat masalah, dan mengumpulkan literatur yang ada.