Contoh Jurnal Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai PPG 2025

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bapak/Ibu guru peserta PPG 2025 akan melanjutkan ke tahap penulisan jurnal pembelajaran setelah menyelesaikan post test dan mengikuti sesi refleksi. Isi jurnal tersebut dirancang berdasarkan materi dari modul yang telah dipelajari selama proses pembelajaran.
Salah satu materi yang dapat dijadikan jurnal ada di dalam Modul 3 dengan tema "Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai". Dalam materi ini, ada tiga aksi nyata yang dapat dipilih, mulai dari Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara hingga Kode Etik Guru.
Melalui modul tersebut, guru diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka dalam mendidik serta membentuk karakter siswa. Untuk lebih memahami prosedur penyusunannya, simak contoh jurnal Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai berikut.
Contoh Jurnal Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
Agar punya gambaran dalam penyusunannya, simak contoh jurnal Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai yang disadur dari kanal YouTube Pak Guru Febta berikut ini.
JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3
FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI
Topik 1: Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Sebagai Landasan Pendidikan Nasional
A. FILSAFAT PENDIDIKAN
1. Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah upaya serius untuk mencari jawaban hakiki atas pertanyaan mendasar tentang makna, tujuan, dan cara penyelenggaraan pendidikan. Jawaban-jawaban ini harus dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang dijunjung oleh Bangsa Indonesia, terutama nilai-nilai dalam Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, kebhinekaan, dan keadilan. Dengan kata lain, Pancasila menjadi sumber utama nilai dalam pendidikan, yang mencakup peri-Ketuhanan, peri-Kemanusiaan, peri-Kebangsaan, peri-Kerakyatan, dan peri-Keadilan Sosial.
Dengan demikian, penanaman nilai melalui pendidikan budi pekerti atau karakter menjadi kewajiban yang harus dijalankan. Sayangnya, pendekatan dalam Pendidikan Pancasila masih kurang efektif karena disamakan dengan mata pelajaran lain dan menggunakan metode yang serupa. Diperlukan strategi pembelajaran yang lebih tepat agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar tertanam dalam diri peserta didik melalui proses transfer nilai yang efektif.
Tujuan Pendidikan nasional sesuai dengan sila-sila dalam Pancasila:
1. Pendidikan harus mengedepankan penguatan nilai keimanan agar peserta didik tetap bertakwa dan beriman sesuai kepercayaannya.
2. Pendidikan perlu membentuk peserta didik yang memahami dan menghargai hak serta kewajiban diri sendiri maupun orang lain, sehingga mampu bersikap manusiawi.
3. Pendidikan harus menumbuhkan sikap menerima dan menghargai keragaman sebagai kekayaan bangsa, demi terwujudnya persatuan dalam perbedaan.
4. Pendidikan perlu mendorong peserta didik menjadi pribadi yang demokratis, aktif, dan kritis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
5. Pendidikan juga harus membentuk peserta didik yang mampu mewujudkan keadilan sosial di lingkungannya.
2. Peran Pendidik
Mengingat pentingnya filsafat pendidikan sebagai dasar dalam mencari jawaban hakiki tentang pendidikan, guru perlu memahaminya dan tidak bersikap acuh terhadapnya. Seorang pendidik, apa pun mata pelajaran yang diampu, harus menyadari pentingnya pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
Berikut adalah peran yang dapat dijalankan oleh pendidik dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada peserta didik:
1. Memahami nilai-nilai luhur Pancasila secara menyeluruh.
2. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
3. Memberikan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di hadapan peserta didik.
3. Sistem Trisentra
Cara pendidikan seperti apa yang dapat diterapkan di dalam maupun di luar sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan kecerdasan sosial anak? Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak berada dalam tiga lingkungan penting: keluarga, sekolah, dan pergaulan sebaya. Keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pendidik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan serta suasana belajar. Oleh karena itu, ketiga lingkungan tersebut perlu diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan.
Gagasan Trisentra Pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara, yang kini berkembang menjadi Catur Pusat Pendidikan seperti disampaikan oleh Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, menunjukkan adanya perluasan lingkungan pendidikan seiring perkembangan zaman dan teknologi. Anak-anak kini tidak hanya berinteraksi dalam lingkungan fisik, tetapi juga di ruang digital. Melalui media sosial, mereka dapat bersosialisasi tanpa batas ruang dan waktu, saling bertukar pesan, nilai, dan budaya. Inilah yang menjadikan media sosial sebagai pusat pendidikan keempat, setelah keluarga, sekolah, dan masyarakat.
REFLEKSI
1. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari filosofi pendidikan dan pendidikan nilai?
Ada beberapa hal penting yang saya dapatkan, antara lain bahwa pendidikan bukan hanya sekadar proses mentransfer ilmu, tetapi juga membantu membentuk manusia seutuhnya. Nilai memiliki peran yang sangat mendasar dalam pendidikan karena proses belajar selalu melibatkan penyampaian nilai, baik secara eksplisit maupun implisit. Selain itu, memahami berbagai aliran dalam filsafat pendidikan seperti idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme sangat memengaruhi cara pandang dan pendekatan dalam mengajar.
2. Bagian manakah filosofi pendidikan dan pendidikan nilai dalam pembelajaran yang paling menantang?
Terletak pada beberapa aspek berikut:
- Menerjemahkan Teori ke Praktik
- Menanamkan Nilai di Tengah Keberagaman
- Penilaian terhadap Aspek Nilai dan Karakter
3. Hal-hal lain apakah yang ingin Anda pelajari lagi terkait dengan filosofi pendidikan dan pendidikan nilai kaitannya dengan pembelajaran?
Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang metode pembelajaran yang efektif dan relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan ke dalam proses belajar mengajar.
DOKUMENTASI
UMPAN BALIK TEMAN SEJAWAT
Baca juga: Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025: Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
(RK)
