Konten dari Pengguna

Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025: Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025. Foto: Pexels

Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 akan diminta menyusun jurnal pembelajaran setelah menyelesaikan post test dan sesi refleksi. Penulisan jurnal ini mengacu pada modul-modul yang telah dipelajari selama proses pembelajaran berlangsung.

Modul 3 yang mengangkat tema "Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai" ini menjadi salah satu materi yang difokuskan. Materi tersebut mendorong guru untuk merefleksikan kembali peran mereka dalam mendidik serta membentuk karakter peserta didik.

Tak hanya itu, modul ini juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai luhur dalam setiap aktivitas pembelajaran. Agar lebih memahami format dan isinya, simak contoh jurnal Modul 3 PPG 2025 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai berikut ini.

Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025

Ilustrasi contoh jurnal modul 3 PPG 2025 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai PPG 2025. Foto: Pexels

Dalam jurnal Modul 3 PPG 2025 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, peserta diminta untuk memilih dan mendeskripsikan tiga bentuk Aksi Nyata yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang telah diikuti. Tiga tema utama yang dapat dipilih meliputi:

  • Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional

  • Makna, Urgensi dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional

  • Kode Etik Guru. Apakah Perilaku Guru sebagai Pendidik Perlu Diatur?

Dari ketiga tema tersebut, guru akan diminta membuat jurnal minimal 300 kata dalam format PDF. Sebagai gambaran, berikut contoh jurnal Modul 3 PPG 2025 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai dikutip dari dokumen yang dibagikan melalui kanal YouTube Berbagi Data.

JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3

FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

Topik 2: Makna, Urgensi dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional

A. Pendahuluan

Sistem Pendidikan Nasional Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, memiliki tujuan luhur yang melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis. Tujuan fundamentalnya adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

B. Konsep Pendidikan Nilai

Seperti yang kita ketahui, Pendidikan Nilai adalah usaha sadar dan terencana untuk menanamkan, mengembangkan, dan menginternalisasikan nilai-nilai tertentu pada peserta didik, guna membentuk etika, moral, budi pekerti, dan karakter. Konsep-konsep kunci terkait meliputi:

1. Nilai: Keyakinan dasar tentang apa yang baik, benar, atau diinginkan, sebagai rujukan pilihan dan tindakan.

2. Moral: Penilaian baik/buruknya perbuatan berdasarkan kaidah nilai yang berlaku.

3 . Etika: Kajian filosofis sistematis tentang nilai dan prinsip moral.

4. Karakter: Perwujudan nilai dalam perilaku konsisten; kepribadian yang dinilai secara moral.

C. Urgensi Pendidikan Nilai dalam Dunia Pendidikan

Secara garis besar, urgensi pendidikan nilai dapat dirangkum dalam empat pilar utama:

1. Menjawab Krisis Moral dan Etika

Berbagai fenomena sosial menunjukkan adanya degradasi moral yang mengkhawatirkan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Pendidikan nilai hadir sebagai intervensi mendasar untuk mengatasi krisis ini.

2. Filter di Era Globalisasi dan Digitalisasi

Kita hidup di era keterbukaan informasi yang tanpa batas. Arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus negatif. Dalam konteks ini, pendidikan nilai berfungsi sebagai "filter internal" atau benteng pertahanan.

3. Fondasi Pembangunan Karakter Bangsa

Pendidikan nilai secara langsung bertujuan untuk membangun pilar-pilar karakter utama seperti integritas, gotong royong, kemandirian, dan religiositas.

4. Sarana Pencegahan Dini Intoleransi dan Korupsi

Dua masalah besar yang mengancam persatuan dan kemajuan Indonesia adalah intoleransi dan korupsi. Pendidikan nilai memiliki peran strategis dalam mencegah kedua masalah ini dari akarnya.

D. Strategi Internalisasi Nilai dalam Pembelajaran

1. Pendekatan kognitif

Penanaman nilai melalui pendekatan kognitif bertujuan untuk mengembangkan pemikiran moral dan kemampuan individu untuk membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai yang dipahami secara rasional.

2. Pembiasaan

Penanaman nilai melalui pembiasaan bertujuan untuk membentuk karakter dan sikap seseorang dengan melakukan tindakan positif secara berulang hingga menjadi kebiasaan.

3. Pengkondisian lingkungan belajar

Penanaman nilai melalui pengkondisian bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai positif yang diharapkan.

4. Keteladanan yang konsisten

Penanaman nilai melalui keteladanan adalah metode yang sangat efektif karena individu cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama yang mereka anggap sebagai panutan.

E. Peran dan Komitmen Guru dalam Pendidikan Nilai

Dalam ekosistem pendidikan, guru adalah episentrum sekaligus ujung tombak keberhasilan penanaman nilai. Tanpa peran aktif dan kesadaran penuh dari seorang pendidik, strategi dan kurikulum terbaik sekalipun akan menjadi dokumen tak bermakna. Berikut adalah peran-peran fundamental guru dalam pendidikan nilai:

1. Guru sebagai Teladan Hidup (Uswatun Hasanah)

2. Guru sebagai Inspirator dan Motivator

F. Bentuk Aksi Nyata (Rancangan Pembelajaran pada Pendidikan Nilai)

Setelah memahami Makna, Urgensi dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional serta mengetahui bagaimana strategi internalisasinya, maka ke depannya, sebagai guru saya akan melakukan berbagai aksi/kegiatan pembelajaran yang bisa menekankan pada nilai-nilai Pendidikan seperti:

1. Mengembangkan Metode Pembelajaran Partisipatif dan Aktif

2. Membangun Lingkungan Sekolah yang Berkarakter

3. Melakukan Evaluasi Berkelanjutan

G. Rancangan Pembelajaran Pendidikan Nilai pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SD (Modul Ajar)

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Kelas/Fase: IV/B

Materi: Mempraktekkan makna sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Alokasi waktu: 2 JP x 35 menit

I. Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Menyajikan contoh praktik penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

3. Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial di lingkungan sekitar

II. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

1. Memahami pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Memberikan contoh praktik penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan Masyarakat

3. Memahami penerapan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial di lingkungan sekitar

III. Kegiatan Pembelajaran

A. Pendahuluan (10 menit)

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.

2. Guru mengecek kehadiran peserta didik.

3. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya: "Apa saja contoh perilaku Pancasila yang kalian temukan di rumah kemarin?"

4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

B. Kegiatan Inti (50 menit)

1. Verification (Pembuktian): Guru meminta setiap kelompok untuk memilih satu sila Pancasila dan membuat skenario singkat (drama/dialog sederhana) atau poster yang menggambarkan penerapannya di lingkungan sekolah atau masyarakat.

2. Generalization (Penarikan Kesimpulan): Setiap kelompok menampilkan skenario singkat atau mempresentasikan poster yang telah dibuat di depan kelas.

C. Penutup (10 menit)

1. Kesimpulan Bersama: Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini. Guru meminta peserta didik menuliskan satu komitmen pribadi tentang bagaimana mereka akan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di buku catatan masing-masing.

IV. Asesmen

1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Pertanyaan Lisan: "Apa yang kalian ketahui tentang Pancasila?" "Sebutkan bunyi sila-sila Pancasila!" (Untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik).

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

Penilaian Kinerja Kelompok: Observasi guru saat diskusi kelompok, penilaian keaktifan, kerja sama, dan kualitas hasil identifikasi perilaku.

Penilaian Presentasi/Skenario: Kemampuan menyajikan contoh perilaku Pancasila secara jelas dan relevan,

Penilaian Sikap: Observasi guru terhadap sikap Profil Pelajar Pancasila (misalnya: toleransi, gotong royong, mandiri, bernalar kritis) selama proses pembelajaran.

3. Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran)

Tes Tertulis: Soal esai singkat/pilihan ganda yang menguji pemahaman makna sila-sila Pancasila dan kemampuan memberikan contoh penerapannya.

H. Refleksi

Proses perancangan dan pelaksanaan pembelajaran nilai-nilai Pancasila, khususnya untuk siswa kelas IV SD, merupakan sebuah tantangan sekaligus. kesempatan berharga.

Secara keseluruhan, rancangan ini adalah upaya untuk menjadikan pembelajaran Pancasila lebih hidup dan bermakna bagi siswa kelas IV SD, dengan harapan mereka tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap langkah kehidupan mereka

E. Umpan Balik Dari Rekan Sejawat

Berisi pendapat dari rekan-rekan guru yang mengajar di tempat yang sama.

Baca juga: Contoh Jurnal Modul 1 PPG 2025 PGSD untuk Dijadikan Referensi

(RK)