Contoh Jurnal Modul 3 Kode Etik Guru yang Bisa Dijadikan Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) diwajibkan menyusun jurnal. Penulisan jurnal ini harus mengacu pada setiap modul pembelajaran agar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
Dalam modul 3, peserta PPG akan mempelajari Kode Etik Guru. Jadi, jurnal yang disusun dalam modul ini perlu menyoroti pentingnya etika, tanggung jawab, dan profesionalisme guru dalam membentuk karakter peserta didik.
Contoh Jurnal Modul 3 Kode Etik Guru
Jurnal yang disusun oleh peserta PPG harus memuat ringkasan materi pembelajaran serta aksi nyata yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. Dikutip dari Jurnal Pembelajaran Kode Etik Profesi Guru oleh Anisa Zuliastuti, S.Pd., berikut contoh Jurnal modul 3 Kode Etik Guru:
JURNAL PEMBELAJARAN
KODE ETIK GURU
1. Pendahuluan
Profesi apapun, yang mengharuskan seseorang untuk mengambil tanggung jawab terhadap aspek kehidupan orang lain atas dasar pengetahuan dan keahlian khusus, maka masalah etika akan selalu muncul sehingga diperlukan suatu bentuk panduan untuk bertindak, terutama ketika harus mengambil tanggung jawab atas individu yang masih berusia di bawah 20 tahun. Termasuk di dalamnya adalah profesi guru, diperlukan Prinsip Etis Pengajaran untuk kalangan pendidik/guru, terlepas dari apakah guru tersebut mengajar di lembaga pendidikan formal atau tidak, guru mau tidak mau dan selayaknya harus menyampaikan gagasan dan prinsip moral.
2. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah menekankan perlunya memnuhi sisi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam mendidik anak-anak. Artinya, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan pada satu sisi. Kemudian, sikap pribadi, sikap sosial, perkembangan emosional dan keyakinan, serta perilaku di sisi lainnya. Semua itu dirancang secara emplisit dalam kurikulum yang terdokumentasi dengan baik.
3. Kode Etik Prinsip untuk Profesi Mengajar
Etika terhadap ilmu pengetahuan, guru harus memiliki:
a. Integritas intelektual
b. Integritas kejujuran
c. Keberanian moral
d. Mendahulukan kepentingan orang lain
e. Tidak berpihak
f. Memiliki wawasan kemanusiaan
g. Memikul tanggung jawab pengaruh
h. Kerendahan hait
i. Kolegialitas
j. Kemitraan
k. Tanggung jawab dan aspirasi profesi
4. Tantangan dalam Penegakan Kode Etik Guru
Prinsip-prinsip dalam kode etik adalah nilai-nilai dalam wujud tindakan. Jika seperangkat prinsip tersebut ingin tepat dan berguna, maka hal tersebut harus mampu menjawab dan membantu penyelesaian dilema etika yang timbul selama ini dalam praktik profesional. Dalam praktik di lapangan, adakalanya terjadi pertentangan prinsip.
Aksi Nyata - Kode Etik Guru
1. Media
Media yang saya gunakan untuk mempromosikan kode etik guru adalah dengan menggunakan infografis tentang kode etik guru dan menyampaikannya kepada rekan sejawat dalam kegiatan kombel di sekolah.
2. Dokumentasi
Penyampaian/promosi kode etik guru kepada rekan sejawat dalam kegiatan kombel.
(Foto)
3. Refleksi
1. Pembelajaran yang didapatkan selama proses promosi Kode Etik Guru:
a. Saya belajar bahwa komunikasi visual yang sederhana dan menarik sangat penting agar pesan kode etik mudah dipahami dan diterima oleh rekan-rekan guru.
b. Saya juga menyadari bahwa melibatkan guru secara aktif dalam diskusi dan refleksi bersama membuat mereka merasa memiliki dan lebih terbuka terhadap penerapan kode etik.
c. Selain itu, pentingnya menyampaikan kode etik secara kontekstual, disesuaikan dengan tantangan dan dinamika masing-masing satuan pendidikan.
2. Tantangan dalam mempromosikan Kode Etik Guru dan cara mengatasinya:
a. Kurangnya waktu dan perhatian guru, karena fokus pada beban administrasi dan pembelajaran.
Solusi: Menyisipkan promosi kode etik dalam kegiatan rutin seperti rapat guru atau pengembangan diri.
b. Adanya anggapan bahwa kode etik hanya formalitas.
Solusi: Memberikan contoh konkret dampak pelanggaran kode etik dan bagaimana kepatuhan dapat meningkatkan iklim positif di sekolah.
3. Langkah selanjutnya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan:
a. Melakukan refleksi berkala, misalnya triwulanan, tentang pelaksanaan kode etik melalui forum guru atau asesmen diri.
b. Mengembangkan poster, banner, atau media digital yang terus diperbarui agar tetap relevan dan mudah diakses.
4. Umpan Balik
Umpan balik dari rekan sejawan terkait penyampaian atau promosi kode etik guru.
a. Aisha, S.E: Presentasi ini membuka ruang refleksi yang kita lakukan bersama. Mungkin kedepannya bisa dibuat forum diskusi rutin seperti ini.
b. Al Badri, S.Pd.I: Saya senang karena bahasanya tidak berat. Kode etik jadi terasa dekat dengan keseharian guru, bukan cuma aturan di atas kertas.
c. Alya Armani, S.Pd: Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Saya suka bagian infografis karena ringkas dan mudah dipahami.
Baca Juga: Contoh Jurnal PPG Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional 2025
(NSF)
