Contoh Jurnal PPG Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional 2025

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah menyelesaikan post test dan sesi refleksi, peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025 akan diminta untuk menyusun jurnal pembelajaran. Jurnal ini disusun berdasarkan materi dari modul-modul yang telah dipelajari sepanjang proses pembelajaran.
Salah satu modul yang difokuskan dalam pembelajaran ini adalah Modul 1 yang membahas mengenai "Pembelajaran Sosial Emosional". Modul tersebut mendorong guru untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta peserta didik di lingkungan kelas.
Tujuannya adalah agar guru tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mampu mendukung perkembangan karakter siswa. Agar lebih memahami format dan isinya, simak contoh jurnal PPG Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional 2025 selengkapnya di bawah ini.
Contoh Jurnal PPG Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional
Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional terdiri dari empat topik utama, yaitu Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL), Peran Guru sebagai Teladan, Experiential Learning, dan School Wellbeing. Setiap topik tersebut dapat dipilih sebagai bahan untuk menyusun jurnal pembelajaran.
Merujuk Scribd berjudul Jurnal Modul 1 PPG 2025 Pembelajaran Sosial Emosional, berikut ini contohnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Jurnal Pembelajaran Modul 1 Pembelajaran Sosial Emosional
Disusun Oleh:.............
Nama Lengkap:..........
Nomor UKG:...............
PPG Guru Tertentu
LPTK:.........................
Tahun 2025
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa mengembangkan dan mengelola kemampuan sosial serta emosional mereka. Pelaksanaan PSE melibatkan seluruh warga sekolah, tidak hanya siswa, tetapi juga guru yang harus aktif mempelajari dan menerapkannya. Guru berperan penting sebagai contoh dalam mengelola emosi dan keterampilan sosial. Karena itu, PSE berkontribusi besar dalam mendukung peningkatan prestasi akademik peserta didik secara menyeluruh.
Pentingnya Pembelajaran PSE
Mengapa pembelajaran PSE penting? Di era modern seperti sekarang, segala sesuatu semakin canggih dan persaingan di masyarakat sangat ketat. Oleh karena itu, kemampuan sosial dan emosional menjadi sangat penting untuk membantu peserta didik membangun rasa percaya diri, kesadaran diri, serta keterampilan akademik. Dengan pembelajaran sosial emosional, peserta didik dapat belajar mengendalikan dan mengelola emosi mereka sehingga bisa menghindari perilaku yang merugikan. Selain itu, PSE juga berperan dalam memperkuat profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari pengembangan karakter siswa. Pembelajaran ini juga membantu peserta didik untuk lebih cepat pulih dari kesulitan dan stres akibat tekanan yang mereka alami, karena mereka telah belajar mengelola emosi dengan baik.
Kompetensi Pembelajaran Sosial Emosional
1. Kesadaran Diri
Kesadaran diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan emosi, pikiran, dan perilakunya secara baik.
2. Manajemen Diri
Manajemen diri adalah kemampuan untuk mengatur diri sendiri, termasuk emosi dan pikiran, dalam berbagai situasi dan kondisi.
3. Kesadaran Sosial
Kesadaran sosial adalah kemampuan seseorang untuk menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari makhluk sosial dan tidak hidup sendiri.
4. Kemampuan Berinteraksi
Kemampuan berinteraksi adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bergaul, dan bersikap terhadap orang lain.
5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah, lalu mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan atas segala risiko yang mungkin timbul.
Refleksi
Di era globalisasi yang semakin canggih dan praktis, peran guru sangat penting dalam membantu peserta didik mengembangkan dan mengendalikan sikap sosial serta emosional mereka. Tujuannya bukan hanya untuk meraih prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga membentuk siswa yang peduli sosial, berakhlak mulia, dan memiliki budi pekerti baik. Oleh karena itu, penerapan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) di sekolah sangat relevan.
PSE dapat diwujudkan melalui pembiasaan disiplin, kerja sama atau gotong royong, serta kepatuhan terhadap aturan sekolah. Jika kompetensi sosial emosional ini dapat dikembangkan dengan baik, masa depan bangsa Indonesia akan lebih sejahtera dan cerah. Dalam prosesnya, guru diharapkan mampu menyajikan pembelajaran yang menarik agar siswa dapat menerima dan memahami materi dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Dokumentasi Kegiatan PSE (Foto Kegiatan)
Penetapan PSE di Lingkungan Sekolah (Foto Kegiatan)
Umpan Balik dari Guru
Umpan Balik dari Peserta Didik
Baca juga: Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025: Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
(RK)
