Konten dari Pengguna

Contoh Kegiatan Tarhib Ramadhan 2026 untuk Umat Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tahrib Ramadhan 2026. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tahrib Ramadhan 2026. Foto: Unsplash.

Menjelang bulan Ramadhan 2026, umat Islam mulai bersiap menyambut kedatangannya dengan melaksanakan agenda tahrib Ramadhan. Agenda ini dipersiapkan untuk mengondisikan hati dan fisik sebelum benar-benar memasuki bulan penuh kemuliaan.

Persiapan ini mencakup berbagai aspek, baik spiritual maupun fisik, agar ibadah di bulan Ramadhan berjalan lancar. Untuk membantu mempersiapkan diri, simak contoh kegiatan tahrib Ramadhan 2026 yang bisa diamalkan berikut ini!

Apa itu Tarhib Ramadhan?

Ilustrasi tahrib Ramadhan 2026. Foto: Unsplash.

Mengutip buku Informasi Kapuas (Jilid 13) (2016) oleh Jum'atil Fajar, Ustadz Suriani Jiddy Lc menjelaskan tarhib Ramadhan artinya menyambut bulan Ramadhan. Istilah ini berkaitan erat dengan seruan marhaban yang berarti selamat datang bulan Ramadhan.

Secara etimologi, kata tarhib berasal dari akar kata bahasa Arab rahiba yang bermakna luas atau lapang. Dari akar kata yang sama, lahir pula kata marhaban yang sering diucapkan sebagai Marhaban ya Ramadhan.

Karena berasal dari kata luas atau lapang, tarhib Ramadhan dimaknai sebagai upaya menyambut bulan suci dengan kelapangan dada, hati yang terbuka, dan rasa bahagia. Seseorang yang melakukan tarhib berarti ia bersedia menerima kehadiran Ramadhan dengan segala konsekuensinya (lapar, haus, mengendalikan hawa nafsu) dengan hati ridha dan ikhlas.

Kegiatan tarhib Ramadhan memiliki tujuan untuk:

  • Persiapan Mental (Ruhiyah): Membersihkan hati dari sifat-sifat tercela (dendam, iri, dengki) agar siap beribadah maksimal.

  • Persiapan Ilmu (Fikriyah): Mengingat kembali hukum-hukum puasa agar ibadah yang dilakukan sah.

  • Persiapan Fisik (Jasadiyah): Menjaga kesehatan agar tubuh bugar saat menjalani puasa sebulan penuh.

Contoh Kegiatan Tarhib Ramadhan 2026

Ilustrasi tahrib Ramadhan 2026. Foto: Unsplash.

Menurut buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan (2018) oleh Abu Maryam Kautsar Amru, berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan:

1. Membayar Hutang Puasa (Qadha) Tahun Lalu

Bagi mereka yang memiliki udzur syar'i, seperti sakit, musafir, haid, atau nifas pada Ramadhan sebelumnya, wajib hukumnya untuk mengganti puasa sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Jangan sampai memasuki bulan puasa baru dengan masih memikul beban kewajiban yang belum tunai.

2. Memperbanyak Melakukan Puasa Sunnah pada Bulan Syaban

Bulan Syaban adalah waktu yang tepat untuk pemanasan fisik dan mental. Dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, tubuh akan terbiasa menahan lapar dan dahaga sehingga tidak kaget saat menjalani puasa wajib sebulan penuh. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW dari Aisyah r.a. yang mengatakan:

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya'ban. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya." (HR. Bukhari no. 1970)

3. Memperbanyak Membaca Al-Quran

Para ulama terdahulu memiliki kebiasaan memperbanyak bacaan Al-Quran sejak bulan Syaban untuk melancarkan lisan dan melembutkan hati memasuki bulan Ramadhan. Syaban juga sering disebut sebagai bulan para pembaca Al-Quran (Syahrul Qurra'), waktu untuk menyemai benih bacaan sebelum memanen pahalanya di bulan Ramadhan.

4. Membekali Diri dengan Ilmu Puasa Ramadhan

Ibadah tanpa ilmu akan berakhir sia-sia atau tidak sah. Sebelum Ramadhan tiba, sangat dianjurkan untuk mempelajari kembali fiqih puasa, seperti rukun puasa, syarat sah, hal-hal yang membatalkan puasa, serta adab-adabnya.

5. Berdoa agar Dapat Berjumpa dengan Bulan Ramadhan dan Bergembira Menyambutnya

Tidak ada jaminan umur manusia sampai esok hari. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan berdoa memohon umur panjang dan kesehatan agar bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya.

(FHK)

Baca juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan dan Hukumnya