Konten dari Pengguna

Contoh Kerajinan Tekstil Modern dan Tradisional di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengrajin yang sedang membuat batik Kampung Batik Laweyan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengrajin yang sedang membuat batik Kampung Batik Laweyan Foto: Shutter Stock

Kerajinan tekstil memiliki potensi yang menguntungkan untuk dijadikan ladang bisnis. Sebab, manusia membutuhkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membuat pakaian, sprei, taplak meja, dan lain sebagainya.

Tekstil sendiri berasal dari serat yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi benang dan kain. Inilah yang kemudian dijadikan bahan untuk membuat busana atau produk kerajinan lainnya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai guna.

Di Indonesia kerajinan tekstil dibedakan menjadi dua, yakni kerajinan tekstil modern dan tradisional. Apa perbedaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Kerajinan Tekstil Modern

Ilustrasi pakaian dan tas belanja. Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun

Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas X yang disusun Hendriana Werdhaningsih dkk (2014), kerajinan tekstil modern digunakan untuk memenuhi kebutuhkan praktis atau fungsional. Kerajinan dihasilkan oleh mesin-mesin modern dengan cara produksi yang lebih cepat dan jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan massal masyarakat.

Jika pada tekstil tradisional ragam hias memiliki makna tertentu, pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi untuk menambah nilai estetika atau keindahan saja. Adapun fungsi dan contoh kerajinan tekstil modern yaitu:

  • Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion. Contohnya busana, sepatu, topi, dan tas.

  • Sebagai pelengkap interior. Contohnya kain tirai, perlengkapan rumah tangga seperti tudung saji, sarung bantal, sprei, keset, dan lap, serta aksesori ruangan misalnya taplak, hiasan dekorasi ruangan, kap lampu, dan lain sebagainya.

  • Sebagai wadah dan pelindung benda. Misalnya tas lapop, dompet, dan aneka wadah.

Kerajinan Tekstil Tradisional

Perajin menenun ulos di Kampung Ulos Silahi Sabungan, Dairi, Sumatera Utara, Jumat (19/2). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Kerajinan tekstil tradisional dihasilkan dengan menggunakan alat bantu sederhana sehingga diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Tekstil tradisional mempunyai ciri khas dari daerah masing-masing dan umumnya memiliki makna simbolis tertentu.

Tidak hanya digunakan pada upacara adat, beberapa kain tradisional dibuat untuk menunjukkan status sosial atau kedudukannya penggunanya dalam masyarakat melalui bentuk ragam hias dan pemilihan warna.

Berdasarkan fungsinya, kerajinan tekstil tradisional Indonesia dibagi menjadi sebagai berikut:

  • Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh. Misalnya kain panjang, sarung dan baju adat.

  • Sebagai alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan bayi dan untuk membawa barang.

  • Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu). Contohnya kain tenun Ulos, kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung, kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida, kain Songket untuk pernikahan dan khitanan, dan kain Poleng dari Bali untuk acara penyucian.

Frequently Asked Question Section

Pengertian Tekstil

chevron-down

Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang dan kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai kerajinan lainnya.

Fungsi Kerajinan Tekstil Modern

chevron-down

Fungsi kerajinan tekstil modern adalah sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion, pelengkap interior, serta wadah dan pelindung benda.

Contoh kerajinan tekstil tradisional untuk alat ritual

chevron-down

Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung, kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida, kain Songket untuk pernikahan dan khitanan, dan kain Poleng dari Bali untuk acara penyucian.

(ERA)