Contoh Konkret Kesehatan Jiwa yang Optimal meski Mengalami Masalah Kejiwaan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah kejiwaan atau gangguan mental adalah kondisi medis yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Kondisi ini dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan sosial, pekerjaan, hingga aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, seseorang yang mengalami gangguan jiwa tetap dapat memiliki kesehatan jiwa yang baik. Dengan kata lain, kondisi kesehatan mental tertentu tidak selalu menjadi penghalang untuk belajar, bekerja, dan menjalani kehidupan secara produktif.
Hal tersebut dapat terwujud apabila seseorang mendapatkan penanganan yang tepat, seperti terapi, dukungan sosial, dan pola hidup sehat. Berikut beberapa contoh konkret seseorang yang tetap memiliki kesehatan jiwa optimal meskipun sedang menghadapi masalah kejiwaan.
Kesehatan Jiwa yang Sehat dan Optimal
Sebelum membahas contoh konkret seseorang yang memiliki kesehatan jiwa optimal dan masalah kejiwaan, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu konsep jiwa yang sehat.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014, kesehatan jiwa merupakan kondisi ketika individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, mampu menghadapi tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi lingkungan atau komunitasnya.
Seseorang dengan kesehatan jiwa yang baik umumnya menunjukkan beberapa ciri berikut:
Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan percaya pada kemampuan yang dimiliki.
Mampu tumbuh, berkembang, serta mengaktualisasikan potensi diri secara optimal.
Dapat mengelola stres dan beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam kehidupan.
Bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang diambil.
Memiliki cara pandang yang realistis terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Menghargai perasaan, pendapat, dan sikap orang lain.
Mampu menyesuaikan diri serta menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Contoh Konkret dari Kondisi Kesehatan Jiwa Optimal Meskipun Punya Masalah Kejiwaan
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, seseorang yang mengalami gangguan atau masalah kejiwaan tetap dapat memiliki kesehatan jiwa yang optimal selama mendapatkan penanganan yang tepat, seperti terapi, pengobatan, dukungan dari keluarga dan lingkungan, serta penerapan pola hidup sehat.
Mengutip laman WHO, Direktorat Jenderal Kesehatan, dan berbagai sumber lainnya, berikut beberapa contoh kondisi ketika seseorang tetap memiliki kesehatan jiwa yang baik meskipun menghadapi masalah kejiwaan:
1. Karyawan dengan Gangguan Kecemasan (Anxiety)
Seorang karyawan yang mengalami gangguan kecemasan tetap mampu bekerja dengan baik dan memenuhi tanggung jawabnya. Ia rutin berkonsultasi dengan psikolog, menerapkan teknik relaksasi, serta mengelola stres sehingga gejalanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Mahasiswa dengan Depresi
Meski sedang menjalani terapi untuk depresi, seorang mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas, dan meraih prestasi akademik. Dukungan keluarga, teman, serta bantuan profesional membantunya menjalani aktivitas secara lebih seimbang.
3. Penderita Bipolar yang Tetap Produktif
Seseorang dengan gangguan bipolar dapat tetap bekerja, mengelola usaha, atau menjalankan peran sosialnya dengan baik ketika gejalanya terkontrol. Mereka biasanya menjaga rutinitas harian, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan menghindari pemicu yang dapat memengaruhi kondisi emosionalnya.
4. Orang dengan Skizofrenia yang Hidup Mandiri
Dengan pengobatan yang teratur dan dukungan keluarga, seseorang yang mengalami skizofrenia dapat hidup mandiri, bekerja, serta berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.
Baca Juga: Ciri-ciri Remaja Kena Gangguan Kesehatan Mental
(ANB)
