Contoh Modul Ajar Deep Learning SD yang Bisa Dijadikan Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mencanangkan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dituntut menghafal, tetapi juga memahami konsep secara menyeluruh.
Di lain sisi, setiap guru diharapkan mampu menyampaikan pembelajaran secara mendalam pada setiap materi yang diajarkan. Agar pembelajaran berjalan efektif, guru perlu menyusun modul ajar yang mendukung penerapan deep learning di kelas.
Artikel ini akan membagikan contoh modul ajar deep learning SD yang bisa dijadikan referensi. Simak informasi lengkapnya berikut ini!
Contoh Modul Ajar Deep Learning SD
Dikutip dari Modul Ajar Deep Learning karya Darmiah, S.Pd., berikut ini contoh modul ajar deep learning SD mata pelajaran bahasa Indonesia yang bisa dijadikan referensi:
Modul Ajar Deep Learning
Penyusun: Darmiah, S.Pd.
Nama sekolah: UPT SDN 55 Bontowa
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Mengenal dan mengidentifikasi pantun
Fase/Kelas: C/V
Tahun pelajaran: 2024/2025
1. Profil Peserta Didi
Peserta didik kelas 5 SD berusia rata-rata 10-11 tahun, berada pada tahap operasional konkret. Mereka senang belajar melalui permainan, cerita, diskusi kelompok, dan aktivitas kreatif. Peserta didik juga mulai mampu berpikir kritis dan mengembangkan pemahaman terhadap teks sastra sederhana.
2. Materi Pelajaran
- Pengertian pantun
- Ciri-ciri pantun (jumlah baris, rima, sampiran-isi)
- Jenis-jenis pantun berdasarkan isinya
- Contoh pantun berbagai jenis
3. 8 Dimensi Profil Lulusan PM
1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME)
2. Kewargaan
3. Penalaran kritis
4. Kreativitas
5. Kolaborasi
6. Kemandirian
7. Kesehatan
8. Komunikasi
4. Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan membedakan ciri serta jenis pantun melalui kegiatan membaca dan berdiskusi serta mampu menyampaikan pendapat dan menciptakan pantun sederhana.
5. Topik Pembelajaran
Mengenal dan mengidentifikasi pantun
6. Tujuan Pembelajaran
a. Menyebutkan pengertian pantun
b. Mengidentifikasi ciri-ciri pantun
c. Menentukan bagian sampiran dan isi pantun
7. Praktik Pendagogis
Menggunakan pendekatan berbasis aktivitas dan kolaboratif, seperti membaca, berdiskusi kelompok, dan bermain peran dalam membuat dan memperesentasikan pantun.
8. Mitra Pembelajaran
a. Teman sekelas
b. Guru mata pelajaran
c. Orang tua
9. Lingkungan Pembelajaran
a. Kelas yang nyaman dan mendukung eksplorasi
b. Perpustakaan sekolah untuk referensi pantun
10. Pemantauan Digital
a. Menggunakan video edukatif tentang pantun
b. Menanyakan contoh pantun melalui proyektor atau layar digital
c. Menggunakan aplikasi kuis interaktif seperti Quizizz atau Wordwall
11. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal (10 menit)
- Guru menyapa siswa dan memberikan pertanyaan pemantik.
- Menanyakan video pendek lucu yang memuat pantun anak-anak.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan inti (70 menit)
- Guru menjelaskan materi.
- Guru membimbing siswa menemukan ciri-ciri pantun.
- Siswa memberikan pertanyaan.
- Menyimpulkan pembelajaran bersama siswa.
12. Asesmen Pembelajaran
- Tanya jawab kepada siswa/kuis singkat.
- Siswa diminta membuat pantun.
Baca Juga: Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025: Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
(NSF)
