Konten dari Pengguna

Contoh Modul Ajar PAUD Kurikulum Merdeka untuk Acuan Guru

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi anak-anak di PAUD Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak-anak di PAUD Foto: Shutterstock

Dalam pelaksanaan pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guru perlu menyiapkan modul ajar sebagai salah satu perangkat pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka. Modul ajar ini menjadi panduan bagi pendidik dalam menyusun rancangan pembelajaran untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP).

Kehadiran modul ajar juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat murid. Sebagai referensi dalam penyusunannya, berikut contoh modul ajar PAUD Kurikulum Merdeka yang dapat dijadikan acuan.

Contoh Modul Ajar PAUD Kurikulum Merdeka

Ilustrasi contoh modul ajar PAUD kurikulum merdeka. Foto: Pexels

Secara umum, modul ajar PAUD memuat identitas penulis, karakteristik peserta didik, model pembelajaran, tujuan pembelajaran, hingga rangkaian kegiatan belajar beserta asesmennya.

Dikutip dari laman Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, contoh modul ajar PAUD Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut.

MODUL AJAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KURIKULUM MERDEKA "BERKEBUN ITU MENYENANGKAN"

  • Nama Penulis: Eni Harum Sulistyawati,S.Pd

  • Asal Sekolah: TK PGRI 1

  • Fase: Fondasi

  • Jenjang/Kelas: A (4-5 Tahun)

  • Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL), Inkuiri, Kolaboratif, STEAM

  • Topik/Sub Topik: Tanaman/Kebun (Berkebun Itu Menyenangkan)

  • Semester: 1 (Ganjil)

  • Minggu Ke-: 15

  • Bulan: November 2026

  • Alokasi Waktu: 6 × 3 JP

  • Jumlah Anak: 17 Anak

A. IDENTIFIKASI

  • Peserta Didik: Peserta didik TK A (4–5 tahun) memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, senang bermain dan bereksperimen dengan objek konkret seperti tanah, air, dan tanaman, serta mulai memahami konsep sebab-akibat sederhana. Kemampuan motorik dan kerja sama mereka juga berkembang, meski masih memerlukan bimbingan.

  • Materi Pelajaran: Materi berkebun mengenalkan tanaman, proses pertumbuhan, dan cara merawat makhluk hidup melalui kegiatan menanam, menyiram, serta merawat tanaman. Pembelajaran ini juga menanamkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab.

  • Dimensi Profil Lulusan: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, dan Komunikasi.

B. DESAIN PEMBELAJARAN

  • Capaian Pembelajaran: 1) CP Nilai Agama dan Budi Pekerti: Murid menghargai alam dan seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, belajar huruf hijaiyah, serta mempraktikkan salat. 2) CP Dasar Literasi dan STEAM: Murid menunjukkan rasa ingin tahu melalui kegiatan observasi, eksplorasi, dan eksperimen dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

  • Lintas Disiplin Ilmu: Nilai agama dan moral (rasa syukur kepada Tuhan atas ciptaan-Nya), nilai Pancasila (gotong royong dalam berkebun bersama), fisik motorik (keterampilan menanam dan menyiram), kognitif (mengenal jenis tanaman dan proses pertumbuhan), bahasa (menceritakan pengalaman berkebun), sosial emosional (empati terhadap makhluk hidup dan kerja sama).

  • Tujuan: Anak mampu mengenal cara merawat lingkungan dan menyayangi makhluk hidup, menyebutkan nama serta kegunaan benda-benda alam, mengenal hewan dan tumbuhan di sekitarnya, mempraktikkan salat, serta belajar huruf hijaiyah.

  • Topik Pembelajaran: Berkebun Itu Menyenangkan

  • Praktik Pedagogis: Pembelajaran menggunakan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dan STEAM. Anak terlibat langsung dalam kegiatan berkebun, mulai dari menanam hingga merawat tanaman, melalui aktivitas kolaboratif dan inkuiri.

  • Kemitraan: Orang tua sebagai narasumber tentang berkebun di rumah, petugas kebun sekolah, komunitas pecinta tanaman di sekitar sekolah, dan pedagang sayur/buah lokal untuk memberikan perspektif nyata tentang manfaat tanaman dalam kehidupan sehari-hari.

  • Lingkungan Pembelajaran: 1) Ruang fisik meliputi halaman sekolah, kebun mini, dan area bermain outdoor yang aman. 2) Ruang virtual didukung melalui video edukatif dan lagu-lagu bertema tanaman, 3) Budaya belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa syukur kepada Tuhan.

  • Pemanfaatan Digital: Teknologi dimanfaatkan melalui video proses pertumbuhan tanaman, lagu edukatif bertema berkebun, dokumentasi digital perkembangan tanaman.

C. PENGALAMAN BELAJAR

C.1 Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)

Tahap pembuka bertujuan mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki kegiatan inti melalui orientasi, apersepsi, dan motivasi. Kegiatan meliputi:

  • Salam dan doa pembuka.

  • Renungan dan motivasi pagi tentang keajaiban ciptaan Tuhan.

  • Menyanyikan lagu bertema tanaman.

  • Asesmen awal melalui diskusi ide kegiatan.

  • Menonton video atau mendengarkan cerita "Ratan Menanam Pohon".

  • Menyepakati aturan bermain.

  • Menjawab pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan karakter dan kesadaran.

C.2 Kegiatan Inti

Pada tahap ini anak aktif memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengalaman belajar. Guru menerapkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui berbagai aktivitas berkebun. Pelaksanaan kegiatan disusun secara bertahap dari hari ke hari, lengkap dengan uraian aktivitas, alat dan bahan, serta cara bermain.

C.3 Kegiatan Penutup (Berkesadaran dan Menggembirakan)

Tahap penutup bertujuan memberikan umpan balik, menyimpulkan pembelajaran, serta melibatkan anak dalam merencanakan kegiatan berikutnya. Kegiatan meliputi:

  • Recalling kegiatan hari ini sambil menunjukkan hasil karya dengan bangga dan gembira

  • Menyanyikan lagu "Tanaman Ciptaan Tuhan".

  • Mengadakan pameran mini hasil karya.

  • Memberikan apresiasi melalui tepuk tangan bersama.

  • Bercerita tentang tanaman favorit.

  • Bermain tebak nama tanaman.

  • Berdoa sebagai ungkapan syukur.

  • Mengucapkan yel-yel "Kami Petani Cilik"sebelum pulang.

  • Menutup kegiatan dengan salam perpisahan "Sampai jumpa besok, teman berkebun!"

D. ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk mengamati perkembangan anak pada aspek spiritual, sosial, kognitif, serta motorik melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Asesmen Awal

  • Tanya jawab mengenai pengalaman berkebun di rumah.

  • Mengamati respons anak saat menonton video "Ratan Menanam Pohon".

  • Mencatat reaksi spontan terhadap tanaman.

  • Mendokumentasikan kemampuan awal menyebutkan nama tanaman.

  • Mengamati sikap terhadap makhluk hidup kecil seperti serangga.

  • Mengamati kemampuan motorik halus.

  • Mengamati kemampuan mengikuti instruksi sederhana.

Asesmen Proses

  • Mendokumentasikan aktivitas bermain peran sebagai petani.

  • Mencatat dialog spontan anak.

  • Mengamati kemampuan berbagi alat berkebun.

  • Mendokumentasikan kegiatan menyortir biji.

  • Mengamati proses menanam biji.

  • Mengamati ekspresi dan bahasa tubuh anak.

  • Mencatat pertanyaan spontan tentang tanaman.

  • Mengamati keterampilan motorik kasar saat membawa air.

  • Mendokumentasikan hasil karya kolase dan label tanaman.

Asesmen Akhir

  • Wawancara mengenai tanaman favorit.

  • Meminta anak menjelaskan urutan menanam.

  • Mengamati kemampuan merawat tanaman.

  • Mendokumentasikan doa syukur yang diucapkan anak.

  • Mengamati perubahan sikap terhadap lingkungan.

  • Mengamati kemampuan bekerja sama saat pameran mini.

  • Menilai kemampuan menjelaskan manfaat tanaman.

  • Mengevaluasi antusiasme anak dalam merencanakan kegiatan berkebun berikutnya.

Baca Juga: Ide Kegiatan MPLS PAUD yang Edukatif untuk Anak Usia Dini

(SA)