Konten dari Pengguna

Contoh Passphrase Coretax dan Cara Buatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh passphrase Coretax. Foto: Kemenkeu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh passphrase Coretax. Foto: Kemenkeu

Passphrase Coretax adalah rangkaian karakter khusus yang berfungsi sebagai kunci otorisasi untuk menyetujui aktivitas perpajakan yang bersifat penting dan final. Berbeda dengan password yang digunakan untuk login, passphrase digunakan pada tahap persetujuan proses tertentu di sistem Coretax.

Kata sandi ini dibuat saat proses aktivasi akun dan wajib memenuhi beberapa ketentuan, seperti menggunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol agar tidak mudah ditebak. Sayangnya, masih banyak pengguna yang gagal melakukan aktivasi karena passphrase tidak sesuai aturan yang berlaku.

Agar proses aktivasi akun berjalan lancar, simak penjelasan beserta contoh passphrase Coretax yang benar berikut ini!

Contoh Passphrase Coretax

Ilustrasi contoh passphrase Coretax. Foto: M.Gunsyah/Shutterstock

Dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, dalam sistem Coretax, passphrase berfungsi sebagai tanda tangan digital untuk menandatangani dokumen elektronik. Rangkaian karakter ini digunakan saat wajib pajak melakukan proses penting, seperti pelaporan SPT, pengajuan permohonan, dan penggunaan sertifikat elektronik.

Selain memiliki fungsi krusial, passphrase dinilai lebih aman dibandingkan password karena tersusun atas rangkaian karakter yang lebih panjang dan kompleks. Untuk menjaga keamanan akun, passphrase Coretax harus memenuhi beberapa ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu:

  • Panjang minimal delapan karakter.

  • Kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol.

  • Bersifat unik dan tidak mudah ditebak.

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh passphrase Coretax yang sesuai ketentuan: CtX@2025_Pjk, P2jak2025!, dan S3cur!TyR0cks#. Untuk menjaga keamanan akun, passphrase sebaiknya dibuat berbeda dengan password yang digunakan saat login.

Setelah pembuatan passphrase Coretax berhasil, akun wajib pajak akan aktif dan siap digunakan untuk berbagai layanan perpajakan, mulai dari pelaporan SPT, pembuatan kode billing, hingga pengajuan permohonan perpajakan secara digital.

Baca Juga: Cara Mengubah Alamat NPWP di Coretax, Begini Langkah-langkahnya!

Cara Membuat Passphrase Coretax

Ilustrasi Coretax. Foto: DJP

Untuk menyelesaikan proses aktivasi keamanan akun, wajib pajak perlu membuat passphrase yang digunakan dalam sertifikat elektronik. Menyadur situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, berikut tahapan pembuatan passphrase Coretax:

  1. Buka situs Coretax dan login ke akun masing-masing.

  2. Masuk ke menu 'Portal Saya' pada halaman utama akun Coretax.

  3. Pilih menu 'Permohonan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital'.

  4. Pilih jenis sertifikat digital 'Kode Otorasiasi DJP'.

  5. Masukkan passphrase sesuai ketentuan.

  6. Centang pernyataan wajib pajak.

  7. Klik tombol 'Simpan' untuk menyelesaikan proses.

Wajib pajak disarankan segera membuat passphrase Coretax sejak awal. Pasalnya, jika pembuatan dilakukan mendekati batas waktu pelaporan SPT, risiko antrean dan kepadatan sistem bisa meningkat. Dengan persiapan administrasi yang matang, akses layanan perpajakan pun dapat dilakukan secara aman dan lancar.

Apabila mengalami kendala saat pendaftaran akun atau pembuatan passphrase, wajib pajak dapat menghubungi Kring Pajak 1500200 atau mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat untuk mendapatkan bantuan.

(NSF)