Konten dari Pengguna

Contoh Penulisan Footnote yang Benar dalam Karya Ilmiah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis karya ilmiah. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis karya ilmiah. Foto: iStock

Selain daftar pustaka dan kutipan langsung maupun tidak langsung, footnote atau catatan kaki bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk mencantumkan sumber kutipan ke dalam suatu karya ilmiah.

Footnote adalah catatan di kaki halaman yang digunakan untuk menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan. Selain itu, footnote juga berfungsi untuk memberikan penjelasan tambahan atau mencantumkan keterangan yang panjang.

Unsur-unsur yang harus terdapat dalam footnote di antaranya nama penulis, judul buku, tahun sumber kutipan diterbitkan, tempat sumber kutipan diterbitkan, dan nomor halaman yang dikutip.

Cara Penulisan Footnote

Ilustrasi penulisan footnote yang benar. Foto: iStock

Mengutip buku Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi oleh Nurul Hidayah, M.Pd. (2016), ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penulisan footnote Berikut cara penulisan footnote yang benar:

  • Penulisan footnote dilakukan dengan mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota, dan halamannya.

  • Jika nama pengarang terdiri dari dua orang, maka keduanya dicantumkan dalam catatan kaki.

  • Jika nama pengarang terdiri dari tiga orang atau lebih, cukup nama akhir dari pengarang pertama yang ditulis, dan di belakangnya ditulis “et all” (dengan orang lain). Namun, dalam daftar pustaka tetap harus dicantumkan semua nama pengarangnya.

  • Judul buku dalam catatan kaki diketik dengan cetak miring.

  • Penulisan halaman disingkat dengan “hlm”.

Di samping itu, mengutip dari buku Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia oleh Tika Hatikah dkk (2007), secara teknis penulisan footnote dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Footnote tidak boleh melebihi 3 cm dari margin bawah.

  • Footnote dibuat sesudah baris terakhir teks. Dalam jarak 3 spasi dibuat garis mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikan huruf pika atau 18 ketikan huruf elite.

  • Footnote dua spasi di bawah garis terakhir teks. Teks footnote ditulis setengah spasi ke bawah dari nomor penunjuk.

  • Jarak antarbaris dalam footnote menggunakan spasi rapat, sedangkan jarak antar-footnote menggunakan dua spasi.

  • Setiap baris footnote dimulai dari margin kiri atau sejajar.

Contoh Penulisan Footnote

Ilustrasi penulisan footnote yang benar. Foto: iStock

Agar lebih paham bagaimana menulis footnote, berikut contoh penulisan footnote yang benar dari berbagai sumber kutipan.

Sumber buku

Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam Manajemen Kearsipan, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994), hlm. 16.

Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal)

Gemala Rabi’ah hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8.

Sumber artikel dalam buku

David Roberts, “Managing Records in Special Formats”, dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W. Thrope, 1993), hlm. 387.

Sumber makalah seminar

Machmoed Effendhie, “Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan”, Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.

Sumber terbitan pemerintah

Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.

Sumber terbitan organisasi

Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.

Sumber lisan

Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.

Sumber karya ilmiah tidak diterbitkan (LTA, skripsi, thesis, disertasi, dll)

Erna Handayani dkk, “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke Desentralisasi di P.T. Sari Husada”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.

(ADS)