Contoh Penyusunan Laporan Guru Piket PMM

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penyusunan laporan guru piket PMM adalah hal yang perlu dipahami setiap guru ASN. Dengan begitu, guru dapat melaporkan pelaksanaan piket harian yang telah dilakukan.
Menurut Dr. Abdul Kahar, M.Pd. dalam buku Merdeka Belajar Bagi Pendidikan Nonformal: Teori, Praktik, dan Penilaian Portofolio, PMM (Platform Merdeka Mengajar) adalah sebuah platform yang dirancang khusus untuk mendukung guru dan kepala sekolah dalam kegiatan mengajar, belajar, dan berkarya di lingkungan sekolah. Guru piket merupakan salah satu tugas tambahan yang harus dilaporkan di PMM.
Laporan guru piket pada PMM adalah catatan rinci tentang tugas dan tanggung jawab guru saat melakukan piket di sekolah. Laporan ini mencakup berbagai aktivitas yang dilakukan oleh guru selama periode piket, termasuk penanganan masalah keamanan, kebersihan, ketertiban, dan lainnya.
Seperti apa contoh penyusunan laporan guru piket PMM? Untuk mengetahuinya, simak contohnya di bawah ini.
Contoh Penyusunan Laporan Guru Piket PMM
Dikutip dari laman Merdeka Mengajar Kemendikbud, berikut contoh penyusunan laporan guru piket PMM:
1. Membuat Cover
Cover laporan guru piket PMM adalah halaman pertama yang mencantumkan judul laporan dan identitas guru penyusun. Fungsi utamanya adalah memberikan informasi dasar kepada pembaca mengenai laporan yang akan dibaca, termasuk nama laporan dan guru yang menyusunnya.
2. Menambahkan Bagian Pendahuluan
Pendahuluan memiliki peran penting dalam memberikan konteks dan tujuan dari pengadaan guru piket serta laporan yang disusun. Pada bagian ini akan dijelaskan secara singkat mengapa diperlukan adanya guru piket, tujuan pelaksanaan, dan gambaran umum mengenai isi laporan.
3. Menjelaskan Rincian Tugas Guru Piket
Bagian ini merinci tugas-tugas yang diemban oleh guru piket, seperti menjemput siswa, meningkatkan aspek 9K, menerima tamu sekolah, mengoordinasikan pergantian guru utama, mencatat kasus khusus, dan membuat laporan hasil piket.
Setiap tugas dijelaskan secara terperinci untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran guru piket dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasional sekolah.
Baca Juga: 9 Manfaat Fitur Pengelolaan Kinerja di PMM bagi Guru dan Kepala Sekolah
4. Menyusun Laporan Pelaksanaan Guru Piket
Laporan pelaksanaan guru piket adalah inti dari laporan ini. Di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh guru piket, seperti menjemput siswa, pelaksanaan aspek 9K, menerima tamu, mengoordinasikan pergantian guru utama, mencatat kasus khusus, dan menyusun laporan hasil piket.
Berikut poin-poin penting yang harus dimuat dalam laporan ini:
Informasi tentang guru piket, hari/tanggal, jam, dan ruangan piket.
Penjelasan singkat mengenai kegiatan menjemput siswa di pagi dan sore hari. Tambahkan lampiran gambar untuk mendukung deskripsi kegiatan.
Laporan aspek 9K dengan penjelasan singkat dan jelas. Buat tabel berisi waktu pelaksanaan dan deskripsi kegiatan untuk setiap aspek. Tambahkan lampiran gambar kegiatan sebagai dokumentasi.
Data penerimaan dan pencatatan tamu. Laporkan dalam bentuk tabel yang berisi nama tamu, waktu kedatangan, dan tujuan tamu. Tambahkan gambar kegiatan penerimaan tamu sebagai dokumentasi
Data penggantian guru utama pada proses pembelajaran. Gunakan tabel untuk mencatat jam pergantian, nama guru utama, mata pelajaran, dan guru pengganti
Catatan laporan dan kasus-kasus khusus kepada Kepala Sekolah. Lampirkan tabel atau dokumentasi berisi informasi kasus dan penanganannya.
Simpulan mengenai temuan dan tindakan selama piket. Tutup dengan tanda tangan guru piket dan tanggal.
5. Menjelaskan Tantangan dan Rencana Tindak Lanjut
Bagian ini mencakup tantangan atau hambatan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan tugas guru piket. Selain itu, disertakan pula rencana tindak lanjut yang akan diambil untuk mengatasi atau mencegah tantangan tersebut.
Tujuannya untuk memberikan gambaran realistis tentang kendala yang mungkin timbul dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasinya.
(SAI)
