Contoh Perencanaan Kinerja Guru yang Benar sesuai Panduan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perencanaan kinerja guru menjadi bagian penting yang menentukan arah pembelajaran di kelas. Dalam pelaksanaannya, guru diminta untuk menyusun Perencanaan Kinerja Guru secara online melalui portal Ruang GTK menggunakan akun belajar.id.
Pada tahap ini, guru perlu menyiapkan rencana sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Proses ini juga membuka kesempatan bagi guru dan kepala sekolah untuk berdiskusi agar perencanaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan peningkatan kinerja.
Dalam pengisiannya, ada beberapa bagian yang harus dilengkapi sesuai ketentuan. Simak penjelasan mengenai cara pengisian sekaligus contoh Perencanaan Kinerja Guru yang dapat dijadikan acuan di bawah ini.
Contoh Perencanaan Kinerja Guru
Perencanaan Kinerja diisi melalui halaman Pengelolaan Kinerja. Pada menu tersebut, pilih Guru, kemudian klik Sebagai Pegawai, lalu tekan Mulai untuk memulai pengisian.
Pengisian Perencanaan Kinerja terdiri dari lima tahapan utama, yaitu Pelaksanaan Tugas Pokok, Praktik Kinerja, Pengembangan Kompetensi, Perilaku Kerja, dan Rangkuman. Mengutip laman Pusat Informasi ULT, berikut contoh pengisian pada setiap bagiannya.
1. Pelaksanaan Tugas Pokok
Pada bagian ini, ditampilkan uraian tugas pokok yang dijalankan selama periode pengelolaan kinerja. Guru juga dapat menambahkan tugas tambahan berdasarkan Surat Keputusan atau Surat Tugas dari kepala sekolah di luar tugas mengajar. Contoh uraian tugas:
Terlaksananya perencanaan pembelajaran/pembimbingan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
Terlaksananya pembelajaran/pembimbingan pembelajaran yang bermutu untuk semua
Terlaksananya penilaian pembelajaran atau evaluasi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
Terlaksananya pembimbingann dan pelatihan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua, seperti membimbing dan melatih kegiatan kokurikuler, membimbing dan melatih kegatan ekstrakurikuler, dan menjadi guru wali
Terlaksananya tugas tambahan dalam mendukung pembelajaran yang bermutu untuk semua, seperti menjadi wakil kepala satuan pendidikan, ketua program keahlian satuan pendidikan, dan kepala perpustakaan satuan pendidikan
2. Praktik Kinerja
Praktik Kinerja menekankan pengalaman langsung guru dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini, guru memilih satu subindikator sebagai fokus peningkatan, antara lain:
Keteraturan suasana kelas
Penerapan disiplin positif
Umpan balik konstruktif
Perhatian dan kepedulian
Ekspektasi pada murid
Aktivitas interaktif
Instruksi yang adaptif
Instruksi pembelajaran
3. Pengembangan Kompetensi
Pada bagian ini, guru memilih satu indikator kompetensi yang ingin ditingkatkan sesuai kebutuhan pengembangan diri. Contoh indikator:
Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi murid
Pembelajaran efektif yang berpusat pada murid
Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada murid
Kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru
Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
Orientasi berpusat pada murid
Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran
Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat atau dunia kerja dalam pembelajaran
Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran
Pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya
Karakteristik dan cara belajar murid
Kurikulum dan cara menggunakannya
4. Perilaku Kerja
Pada bagian ini, guru memilih satu perilaku yang menjadi fokus pengembangan selama satu tahun. Di setiap aspek yang ditampilkan, guru diminta memilih satu indikator perilaku dan satu ekspektasi khusus pimpinan. Berikut contohnya:
Berorientasi pelayanan
Indikator perilaku: Memenuhi kebutuhan murid dan berupaya memenuhinya
Ekspektasi pimpinan: Mengidentifikasi kebutuhan murid secara proaktif
Akuntabel
Indikator perilaku: Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, serta berintegritas tinggi
Ekspektasi pimpinan: Memenuhi janji dan komitmen dalam pekerjaan
Kompeten
Indikator perilaku: Menunjukkan penguasaan kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugas
Ekspektasi pimpinan: Menjadi teladan bagi rekan sejawat melalui kinerja yang baik
Harmonis
Indikator perilaku: Menghargai setiap warga satuan pendidikan tanpa memandang latar belakang
Ekspektasi pimpinan: Bersikap adil tanpa membedakan kedudukan, jabatan, suku, ras, maupun gender
Loyal
Indikator perilaku: Memegang teguh nilai moral dan mematuhi peraturan yang berlaku
Ekspektasi pimpinan: Menghindari tindakan atau ucapan yang berpotensi menimbulkan perpecahan
Adaptif
Indikator perilaku: Mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap dinamika pembelajaran
Ekspektasi pimpinan: Fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja
Kolaboratif
Indikator perilaku: Memberi ruang bagi warga satuan pendidikan dan masyarakat untuk berkontribusi
Ekspektasi pimpinan: Terbuka terhadap saran dan masukan dalam menyelesaikan tugas
5. Rangkuman
Setelah seluruh bagian terisi, guru dapat masuk ke menu “Ke Rangkuman” untuk meninjau hasil perencanaan. Pastikan semua data sudah sesuai sebelum melanjutkan. Jika masih perlu perbaikan, pilih menu “Kembali”. Namun jika sudah sesuai, klik “Ajukan Perencanaan” untuk mengirimkan ke kepala sekolah.
Baca Juga: Cara Login EMIS GTK Baru untuk Pengajuan Tunjangan Insentif Guru dan Tendik 2026
(SA)
