Konten dari Pengguna

Contoh RPP Deep Learning SD yang Bisa Jadi Panduan Penyusunannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh RPP deep learning. Foto: unsplash/Alena
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh RPP deep learning. Foto: unsplash/Alena

Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru perlu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terlebih dahulu. Dokumen ini merupakan panduan dan alat bantu untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung secara terstruktur dan efektif.

Dengan semakin digencarkan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning, guru dituntut menyusun RPP yang mendukung prinsip tersebut. Strukturnya tetap sama seperti RPP pada umumnya, yakni diawali dengan pendahuluan, kegiatan inti, lalu penilaian

Bagi yang butuh referensi, berikut adalah contoh RPP deep learning SD!

Contoh RPP Deep Learning SD

Ilustrasi contoh RPP deep learning. Foto: Pixabay

Dihimpun dari Modul Ajar Bahasa Indonesia Deep Learning Kelas I (Satu) Sekolah Dasar oleh Hendri Hendrawan, S.Pd., M.M., berikut contoh RPP deep learning SD:

MODUL AJAR

Pendelatan Deep Learning

A. Identitas Penulis

Nama Penyusun : Hendri Hendrawan, S.Pd, M.M

Satuan Pendidikan : SDN Pegadungan 13 Pagi

Tahun Ajaran : 2025/2026

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Fase : A

Kelas/Semester : 1/1 (Ganjil)

Alokasi Waktu : 16 JP

B. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf 'b', menulis huruf 'B' dan 'b', serta menulis namanya sendiri.

C. Sarana dan Prasarana

1. Gambar atau poster pancaindra dan fungsinya.

2. Benda-benda sederhana penghasil bunyi (misalnya: bel, sendok, kertas diremas).

3. Kartu Abjad besar (huruf A-Z).

4. Buku cerita pendek atau teks bacaan sederhana tentang bunyi dan pancaindra.

5. Lembar kerja untuk latihan menulis huruf dan nama.

D. Target Peserta Didik

Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan belajar atau kebutuhan khusus yang signifikan.

E. Model Pembelajaran

Model pembelajaran yang digunakan adalah Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning - CTL) dengan metode demonstrasi, diskusi, permainan, dan latihan. Pendekatan deep learning akan diintegrasikan melalui penekanan pada pemahaman fungsional bunyi dan panca indra dalam kehidupan sehari-hari, menghubungkan pengenalan abjad dengan pembentukan kata yang bermakna, serta menghubungkan kemampuan menulis dengan identitas diri (menulis nama).

F. Pertanyaan Pemantik

1. "Coba pejamkan mata kalian. Apa saja bunyi yang kalian dengar di sekitar kita sekarang? Bagaimana perasaanmu saat mendengarnya?"

2. "Coba rasakan tangan kalian. Apa yang kalian rasakan? Apakah sama rasanya dengan memegang pensil?"

G. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (2JP)

1. Pembukaan dan persiapan (Mindful learning - 15 menit): Guru menyamput peserta didik dengan senyum ramah kemudian mengajak mereka melakukan gerakan peregangan ringan.

2. Apersepsi (Meaningful learning - 15 menit): Guru mulai menanyakan pertanyaan pemantik.

3. Penyampaian tujuan pembelajaran dan manfaat (Meaningful learning - 30 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana.

Inti (12 JP)

1. Menyimak dan menanggapai bacaan tentang bunyi dan pancaindra: Guru menampilkan gambar pancaindra dan menyebutkan fungsinya satu per satu, guru membacakana buku cerita pendek atau teks.

2. Mengenali abjad dan huruf B: guru menunjukkan kartu abjad besar satu per satu sambil menyebutkan hurufnya. Guru menuliskan bebrapa suku kata yang diawali huruf B.

3. Menulis huruf B: Guru mendemonstrasikan cara menulis huruf B besar dan kecil. Peserta didik diminta untuk menulis di buku masing-masing.

Penutup (2 JP)

1. Refleksi pembelajaran (meaningful learning - 30 menit): Guru bersama peserta didik merefleksikan kegiatan.

2. Rangkuman dan penguatan (15 menit): Guru membuat rangkuman singkat.

3. Tindak lanjut dan doa penutup (15 menit): Guru memberikan tugas sederhana di rumah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama.

H. Asesmen Formatif dan Sumatif

1. Observasi partisipasi aktif peserta didik.

2. Tes tulis dan lisan.

I. Daftar Pustaka

1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SD Kelas I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SD Kelas I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

3. Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning: What It Is and Why It's Here to Stay. Corwin Press.

Jakarta, Juli 2025

Guru Kelas I (Satu)

Hendri Hendrawan, S.Pd., M.M.

NIP.

Baca Juga: Contoh RPP Kurikulum Merdeka untuk Tahun Ajaran 2025/2026

(NSF)