Contoh Sikap Rendah Hati dan Cara Menumbuhkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rendah hati adalah salah satu sifat terpuji yang ditandai dengan sikap sederhana, sopan, tidak sombong, dan tidak meninggikan dirinya di hadapan orang lain. Berbeda dengan rendah diri, sikap rendah hati cenderung membawa pelakunya ke arah yang positif.
Seorang yang rendah hati dapat mengetahui kemampuan dan pencapaian diri sendiri. Selain itu, ia juga akan mengetahui kekurangan yang ada dalam dirinya. Sehingga ia lebih fokus untuk memperbaiki diri daripada membandingkannya dengan orang lain.
Apa saja contoh sikap rendah hati dan bagaimana cara menumbuhkannya?
Cara Menumbuhkan Sikap Rendah Hati
Mengutip buku Belajar Rendah Hati karya Eva Nukman dkk, untuk menumbuhkan sikap rendah hati seseorang perlu menyadari beberapa hal berikut:
Kesadaran akan kefanaan kita sebagai manusia.
Mengimani adanya kehidupan setelah kematian.
Menyadari keterbatasan kita dan kesalahan-kesalahan kita.
Menyadari kebutuhan kita untuk menebus dan membersihkan kesalahan.
Menyadari kebutuhan kita akan bantuan dan bimbingan.
Mengimani kenyataan realitas spiritual dan transedental.
Mengimani adanya kebutuhan kita untuk memberikan kepada kekuatan yang lebih tinggi.
Setelah menyadari beberapa hal tersebut, perlahan sikap rendah hati akan tertanam dalam diri seseorang. Tentunya ini juga harus diiringi dengan lingkungan yang positif dan suportif.
Contoh Sikap Rendah Hati
Berikut beberapa contoh sikap rendah hati yang bisa diikuti:
Tidak sombong ketika memiliki harta yang banyak.
Tidak angkuh ketika unggul dalam beberapa bidang (juara kelas, menang lomba, dll).
Menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri dan tidak membandingkannya dengan orang lain.
Lapang dada dalam menerima masukan dan kritik yang membangun dari orang lain.
Tetap patuhi budaya antri, tidak mendahulukan antrian meskipun ia dari golongan terpandang.
Sabar saat dihinda, diremehkan, dan dijelekkan oleh orang lain.
Menjalankan kewajiban sebagaimana warga negara lain, tanpa menyombongkan jabatan atau posisi.
Menerima kekalahan dan tidak malu untuk mengakuinya.
(MSD)
