Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Ilmu yang Bermanfaat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 13 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada saat menghadiri pengajian biasanya ustaz maupun ustazah akan menyampaikan ceramah singkat. Secara umum, ceramah diartikan sebagai penyampaian informasi, pengetahuan, nasihat, dan sebagainya, serta disampaikan oleh orang-orang yang menguasai di bidangnya.
Ceramah singkat sering dikenal masyarakat luas sebagai kultum atau kuliah tujuh menit, berisi materi agama yang singkat dan padat. Tidak hanya di masjid maupun pengajian, ceramah singkat bisa disampaikan langsung maupun melalui berbagi sarana media, seperti televisi, radio, sampai media sosial seperti Youtube.
Itulah sebabnya ceramah singkat bisa ditemukan di berbagai kesempatan, baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Tema ceramah singkat pun beragam, mulai dari keagamaan, pendidikan, hingga kehidupan sosial. Dengan mendengarkan ceramah singkat, para pendengar khususnya umat Islam bisa memperoleh tambahan pengetahuan, informasi, dan wawasan tentang berbagai hal terutama tentang agama.
Sebagai referensi untuk khotbah Jumat, Hari Raya, atau penyambutan acara lainnya, berikut berbagai contoh teks ceramah singkat.
Contoh Ceramah Singkat tentang Ilmu
Dikutip dari laman NU Online, berikut contoh teks ceramah singkat tentang ilmu yang berjudul ‘Pentingnya Menjaga Amanah Ilmu’ oleh Ustaz Nur Rohmad:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ilmu adalah sesuatu yang Allah titipkan kepada kita. Karenanya kita wajib menjaganya dengan penuh amanah. Amanah pada ilmu artinya kita cari ilmu itu dengan cara yang benar, kita pahami dengan pemahaman yang benar, dan kita sampaikan dengan benar.
Mencari ilmu dengan cara yang benar artinya mempelajari ilmu itu dari guru yang tepercaya dan memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Memahami ilmu dengan pemahaman yang benar artinya memahami ilmu itu sesuai dengan pemahaman para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan menyampaikan ilmu dengan benar artinya ilmu yang telah dipelajari disampaikan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh para ulama, tidak ditambahi, dikurangi atau diselewengkan.
Menjaga amanah harta adalah penting, tetapi menjaga amanah ilmu jauh lebih penting. Sebaliknya, memperlakukan ilmu dengan tidak amanah (khianat pada ilmu) dampaknya jauh lebih besar dan berbahaya daripada khianat dalam masalah harta.
Khianat dalam masalah ilmu dampaknya bisa jauh lebih berbahaya. Khianat dalam masalah harta memang dapat menimbulkan banyak kerugian. Namun kerugian yang diakibatkan hanya bendawi dan duniawi yang sifatnya hanya sementara. Sedangkan kerugian yang diakibatkan khianat pada ilmu kaitannya dengan ukhrawi dan bisa menyebabkan kesengsaraan yang sifatnya abadi di akhirat.
Hadirin yang berbahagia,
Seseorang yang tidak amanah dalam masalah ilmu bisa menjadi sumber bencana bagi orang banyak. Menyampaikan ilmu secara serampangan dan hanya berdasar hawa nafsu adalah salah satu bentuk khianat dalam masalah ilmu.
Hal itu dapat menyebabkan banyak orang terjerumus dalam kesesatan. Ribuan bahkan jutaan orang mungkin akan terjatuh ke dalam dosa besar. Dan mungkin saja ribuan orang akan keluar dari Islam dan mati dalam keadaan tidak membawa iman.
Hadirin rahimakumullah, Oleh karena itulah, kita diingatkan dan diwanti-wanti oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar tidak menyampaikan sesuatu yang tidak kita ketahui. Allah melarang kita untuk mengatakan sesuatu tanpa dasar ilmu dalam firman-Nya, “Dan janganlah engkau mengucapkan perkataan tanpa dasar ilmu.” (QS al-Isra’: 36)
Di antara sikap amanah dalam menjaga ilmu adalah tidak malu dan gengsi mengatakan “saya tidak tahu” pada saat tidak mengetahui satu persoalan, terutama yang terkait dengan agama.
Apa yang dilakukan Imam Malik bin Anas bisa menjadi teladan bagi kita semua. Suatu ketika beliau didatangi seseorang yang membawa daftar 48 pertanyaan. Imam Malik hanya menjawab 6, dan selebihnya beliau mengatakan: Saya tidak tahu. Dalam riwayat yang lain, beliau menjawab 16 dan 32 pertanyaan sisanya, beliau tanpa malu dan gengsi mengatakan: Saya tidak mengetahui jawabannya.
Imam Malik adalah pendiri mazhab Maliki. Guru dari Imam Syafi’i. Beliau berjuluk Imamu Daril Hijrah (pucuk pimpinan para ulama Kota Madinah). Beliau tidak hanya berhasil mencetak para ulama besar sekaliber Imam Syafi’i.
Di samping itu dari madrasahnya lahir pula para wali besar sekaliber Imam Dzun Nun al-Mishri, Tsauban bin Ibrahim yang salah satu kata mutiaranya dalam akidah selalu didengungkan dan digaungkan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dari masa ke masa: “Apa pun yang terbayang dalam benakmu, maka Allah tidak menyerupai itu.”
Jika ulama setingkat Imam Malik saja sama sekali tidak merasa malu dan gengsi mengatakan “saya tidak tahu”, kenapa kita harus merasa kehilangan harga diri untuk mengatakan tidak tahu dalam hal-hal yang memang kita tidak tahu.
Sok tahu, terutama dalam masalah agama, hanya memberikan keuntungan sesaat yang sebenarnya tidak ada manfaatnya sama sekali, baik di dunia maupun di akhirat. Sok tahu atau mengaku tahu padahal tidak tahu dalam masalah agama, hanya akan menimbulkan kerugian, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Seseorang yang menjawab pertanyaan seputar agama tanpa dasar ilmu akan dijauhkan dari rahmat Allah, dilaknat oleh para malaikat langit dan bumi, dan terjatuh ke dalam salah satu dosa besar. Baginda Nabi menegaskan: “Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa dasar ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (HR Ibnu ‘Asakir).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Janganlah karena malu dan gengsi kepada sesama makhluk, lalu kita tidak malu kepada Allah. Semestinya kita lebih malu kepada Allah daripada malu kepada sesama makhluk. Rasa gengsi dan malu kepada sesama makhluk tidaklah bermanfaat sama sekali di akhirat.
Anggapan dari sesama makhluk bahwa kita alim dan banyak ilmu tidak akan melapangkan rezeki dan menunda ajal kita. Sebaliknya jatuhnya harga diri kita dalam pandangan makhluk yang disebabkan kita berterus terang mengatakan tidak tahu dalam masalah agama, tidak akan mengurangi rezeki dan mempercepat ajal kita.
Allah-lah yang memberikan rezeki kepada kita. Rezeki kita sudah dijatah oleh Allah, Sang Maha Pemberi rezeki. Rezeki kita tidak akan bertambah atau berkurang dengan sebab apa pun. Ajal kita juga telah tertulis di Lauh Mahfuz. Tidak akan bisa dipercepat atau ditunda barang sesaat pun dengan sebab apa pun dan oleh siapa pun.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikian ceramah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua. Amin.
Contoh Ceramah Singkat tentang Maulid Nabi
Berikut contoh teks ceramah singkat tentang maulid nabi yang dikutip dari buku Panduan Lengkap Khutbah Sepanjang Masa & Kultum Paling Inspiratif oleh Ibnu Abhi Nashir:
Bismilahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa bihi nasta’in wa ‘ala umurid dunya wad din. Wa shatu wa salam ‘alla sayyidina wa maulana Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syukur alhamdulillah kita panjatkan kepada Illahi Rabbi yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan yang baik ini kita masih bisa mengikuti pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhamad saw., karena dengan ajaran Islam kita bisa membedakan yang haq dan batil berkat hidayah dari Allah swt.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Bulan Rabiul Awwal adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan tiap muslim, terutama pada 12 Rabiul Awal tahun gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi alam semesta.
Beliau adalah junjungan kita, yakni Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam. Melalui beliau Allah menunjukan manusia menuju alam yang penuh dengan cahaya keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Adanya peringatan maulid nabi pada tahun ini memiliki tujuan untuk:
Menanamkan, memupuk, dan menambah rasa cinta (Mahabbah) kita kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Mencintai dan menyayangi Nabi Muhammad melebihi diri sendiri dan orang tercinta merupakan amalan yang sangat utama. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 6:
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ
Artinya, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukminin dari diri mereka sendiri.” (QS Al-Ahzab: 6)
Dengan demikian, sudah menjadi keharusan bagi setiap Muslim untuk mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam di dalam hati, lebih dari siapa atau apa yang dicintai.
Meneladani Sifat-sifat Nabi Shallallahu ‘Alahi Wa sallam
Dengan peringatan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dapat dapat dijadikan sebagai teladan dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan jihad perjuangannya dalam menegakkan agama Islam. Dalam menyambut dan memperingati maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam marilah kita telusuri dan kita hayati perilaku hidup Rasulullah, yang selanjutnya kita jadikan acuan di dalam aktivitas kita sehari-hari dan berjuang di jalan Allah SWT.
Allah berfirman di dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِر وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan bagimu, ialah orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan ia banyak menyebut akan Allah.”
Dengan kelahiran beliau, dunia menjadi lebih terang dari kegelapan yang melanda hidup, yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliah.
Akhir kata, saya mengharapkan mudah-mudahan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, mencintainya dan membawa perubahan-perubahan positif dalam segala bidang kehidupan walaupan pandemi melanda dunia ini, tidak menjadi halangan untuk meneladani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Amin.
Akhirul kalam. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas
Berikut contoh teks ceramah singkat tentang ikhlas yang dikutip dari buku 65 Kultum Kamtibnas oleh Hidayatullah:
Bismillahirrahmanirahim…
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursaliin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya kepada kita semua.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan kultum tentang ikhlas. Ikhlas adalah hal yang mudah diucapkan. Namun, tidak semua orang mampu menerapkan sifat ini dalam kehidupannya. Salah satu hal yang sulit dilakukan adalah ikhlas dalam menerima cobaan.
Padahal, di dunia ini akan selalu ada cobaan dalam hidup. Entah sekuat apa kita menghindarinya, pada masanya nanti ujian akan selalu ada.
Oleh karena itu, supaya ujian yang menimpa kita dapat membuahkan pahala, maka yang perlu dilakukan adalah sabar dan ikhlas.
Dengan ikhlas dan sabar, maka cobaan hidup akan dapat kita maknai sebagai anugerah. Itulah yang dapat mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik ke depannya.
Selain itu, dengan ikhlas terhadap kehendak Allah, maka akan menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi kehidupan di dunia dan akhirat kelak.
Allah SWT berfirman: “Dialah yang Maha Hidup, tidak ada tuhan selain Dia. Maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”. (QS Ghafir ayat 65).
Oleh karena itu, jangan lelah untuk memiliki hati yang ikhlas. Sebab, Allah SWT akan memberikan hadiah yang jauh lebih indah di balik cobaan yang kita hadapi.
Hadirin sekalian, tidak terasa kita telah di penghujung waktu berbuka puasa. Selamat menjalankan buka puasa untuk kita semua.
Wassalamuakaikum warrahmatullahiwabarrakatuh.
Contoh Ceramah Singkat tentang Salat
Masih dari sumber yang sama, berikut contoh teks ceramah singkat tentang salat yang bisa jadi referensi:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua selalu sehat dan dalam perlindungan-Nya. Tidak lupa selawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW.
Pada pagi yang cerah ini, izinkan saya menyampaikan materi yang berkaitan dengan salat dan merupakan kewajiban bagi pemeluk agama Islam. Rasulullah SAW bersabda “Salat itu seperti sebuah tiang di dalam agama”.
Hal ini dapat diibaratkan seperti sebuah rumah. Jika tidak mempunyai tiang maupun tembok sebagai penyangga pasti roboh dan tidak dapat berdiri. Mengingat betapa pentingnya sholat, maka orang yang sedang sakit pun tetap diwajibkan sholat. Apabila tidak mampu berdiri bisa sembari duduk atau tiduran sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.
Rasulullah SAW pernah berkata kalau manusia mengetahui bahwa pahala salat Subuh dan Asar maka setiap orang akan mendatanginya walaupun harus merangkak. Hal ini menjadi bukti begitu besarnya pahala dari mengerjakan salat.
Salat tidak hanya menjadi suatu kewajiban saja melainkan juga sebagai bukti keimanan seseorang kepada Allah. Di dalam surah Al Ma’uun: 4-5 Allah berfirman yang artinya:
“Celakalah mereka yang tak salat, yaitu orang-orang yang telah lalai dengan salatnya.”
Orang-orang yang tidak mengerjakan salat akan celaka dan merugi. Jika salat seseorang baik, amalan yang lain ikut baik. Namun, apabila salatnya buruk, amalan lainnya juga buruk.
Salat sebaiknya dilaksanakan tepat waktu secara khusyuk. Saat kumandang azan terdengar, bersegeralah datang ke masjid. Namun, untuk perempuan lebih diutamakan salat di rumah.
Salat juga berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar. Hal ini seperti firman Allah di surah Al-Ankabut. Dengan demikian, seseorang tidak akan melakukan perbuatan dosa seperti mencuri, berzina, melakukan tindak kekerasan dan lain-lain.
Demikian, materi singkat yang dapat saya sampaikan, semoga Allah memberi kemudahan kepada kita untuk selalu menjalankan salat dengan baik sesuai tuntunan agama. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Ramadan
Selain ceramah Ramadan singkat tentang zakat fitrah yang kerap dibahas pada bulan suci, berikut contoh teks ceramah singkat tentang Ramadan yang dikutip dari Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca pada Jiwa 2 oleh Prito Windiarto dan Taupiq Hidayat:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursaliin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du.
Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat-Nya yang luar biasa. Selawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang dimulaikan Allah SWT.
Bulan suci Ramadan kembali menyapa umat Islam. Kedatangannya disambut beraneka rasa oleh orang-orang.
Pertama, ada orang yang menyambutnya biasa-biasa saja. Ramadan baginya tak lebih dari rutinitas tahunan. Tak ada perubahan apa-apa dan biasa saja. Hadirnya bulan kemuliaan baginya tak memberikan pengaruh sedikit pun.
Selain kenyataan harus berpuasa, menahan lapar dan dahaga. Bagi orang seperti ini apa yang akan dilewatkan selama Ramadan ini takkan membekas makna. Takkan memberi pengaruh setitik pun.
Kedua, orang yang menganggap secara sinis datangnya bulan Ramadan. Orang ini merasa berat ketika datangnya bulan suci tersebut. Ia malas melakukan ibadah dan bagi dirinya puasa itu berat.
Sebab, selama bulan suci ini ia tak lagi bisa makan-makan secara bebas dan berbuat sesuka hati. Orang seperti ini menganggap Ramadan sebagai musibah. Naudzubillahimindzalik.
Ketiga, orang yang begitu antusias menyambutnya. Mereka merasa bahwa bulan Ramadan begitu istimeawa. Mereka menyapa dengan kegembiraan. Ada yang menyambutnya dengan pesta petasan, ngabuburit, berbuka dengan makanan yang enak.
Puasa bahkan dijadikan ajang diet, melangsingkan perut, dan lain-lain. Golongan inilah yang menyambut Ramadan dengan antusias karena suasananya yang menyenangkan.
Golongan selanjutnya adalah mereka yang menyambut Ramadan dengan meningkatkan ibadah. Sebab mereka percaya bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh ganjaran kebaikan. Sehingga sayang untuk dilewatkan.
Termasuk manakah kita? Semoga termasuk yang menyambut Ramadan dengan antusias berlandaskan keimanan dan keilmuan. Pada gilirannya, semoga kita bisa mengisi Ramadan ini dengan banyak kebajikan. Aamin Ya Rabbal Alamin.
Rabba aatina fidunnta hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adzabannar. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Persaudaraan
Masih dari sumber yang sama dengan di atas, berikut contoh ceramah singkat tentang persaudaraan:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah kita masih dipertemukan Allah dalam sehat wal afiat. Pagi ini saya akan membahas bagaimana cara untuk menjaga persaudaraan antar-sesama muslim. Persaudaraan sesama muslim telah Allah jelaskan dalam surah Al Hujarat ayat 10 yang artinya:
“Sesungguhnya orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan Rahmat.”
Untuk dapat menjaga persaudaraan supaya tetap terjaga dengan baik salah satunya adalah dengan saling bersilaturahmi atau saling mengunjungi teman dan saudara. Yang kedua adalah menjenguk saudara yang sakit.
Menjenguk saudara yang sakit, selain bersilaturahmi juga memberikan semangat dan doa supaya saudara kita lekas sembuh. Dan yang terakhir adalah segera meminta maaf ketika kita dengan teman bertengkar.
Itulah beberapa cara supaya persaudaraan tetap terus terjaga dengan baik. Mudah-mudahan persaudaraan kita selalu mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah sehingga kita semua dapat dipertemukan di surga nanti. Amiin.
Demikian apa yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam, Wabilahi tauifik wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itulah contoh teks ceramah singkat dengan berbagai tema yang bisa dijadikan rekomendasi ceramah Ramadan dan pengajian.
Baca juga: 2 Contoh Kultum Singkat yang Menginspirasi dan Menyentuh Hati
(ADS & IPT)
