Dakwah Bil Hal: Pengertian, Hal yang Mendasari, Prinsip, dan Tujuannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dakwah bil hal adalah ajakan untuk masuk Islam dalam bentuk amal dan kerja nyata yang sifatnya membantu kelangsungan hidup manusia dari berbagai aspek. Misalnya mendirikan lembaga pendidikan, kerja bakti, memberikan santunan, pelayanan kesehatan, dan sebagainya
Menurut Siti Nafisah dalam buku Prof. Hembing pemenang the Star of Asia Award, dakwah bil hal adalah pembangunan dan peningkatan kesejahteraan hidup manusia dalam bentuk pemberian pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan.
Artinya, dakwah ini lebih kepada bentuk tindakan nyata untuk memecahkan masalah dalam waktu dan ruang tertentu.
Sedangkan menurut Amrullah Achmad dalam buku Prosiding Seminar Nasional Manajemen Dakwah IAIN Pontianak Tahun 2017 oleh Dr. Soiman dkk, dakwah bil hal merupakan dakwah pendamping perubahan sosial agar dapat mengalami kemajuan dan perubahan nasib menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Hal yang Mendasari Dakwah Bil Hal
Mengutip tulisan Dakwah Bil-Hal: Prospek Dan Tantangan Da'i karya Akhmad Sagir, salah satu hal yang mendasari dakwah bil hal adalah hadits dari Musa bin Anas berikut:
عَنْ مُوسَى بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ مَا سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى الإِسْلاَمِ شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ - قَالَ - فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَأَعْطَاهُ غَنَمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ فَرَجَعَ إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ أَسْلِمُوا فَإِنَّ مُحَمَّدًا يُعْطِي عَطَاءً لاَ يَخْشَى الْفَاقَةَ
Artinya: "Dari Musa bin Anas, dari ayahnya (Anas RA) berkata: "Tidak pernah Rasulullah SAW dimintai sesuatu melainkan pasti ia memberikannya. Sungguh telah datang seorang peminta kepadanya, maka diberinya kambing yang berada di antara dua bukit, hingga ia kembali kepada kaumnya dan mengajak kaumnya: Hai kaumku segeralah kamu masuk Islam, karena Muhammad memberi seperti pemberian orang yang sama sekali tidak kuatir habis atau menjadi miskin.” (HR. Muslim).
Prinsip Dakwah Bil Hal
Kembali menukil buku Prof. Hembing pemenang the Star of Asia Award karya Siti Nafisah, dalam melakukan dakwah bil hal harus memmerhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:
Harus mampu menghubungkan ajaran Islam dengan kondisi sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat.
Harus mampu mendorong dan menggerakkan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah dalam berbagai bidang. Misalnya pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain-lain.
Harus mampu membangkitkan masyarakat agar mereka dapat membangun dirinya, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Tujuan Dakwah Bil Hal
Adapun tujuan dari dakwah bil hal seperti yang dinukil dari buku Manajemen masjid oleh Moh. E. Ayub, yaitu:
Meningkatkan kualitas pemahaman dan amal keagamaan bagi pribadi Muslim agar menjadi bibit generasi bangsa yang maju;
Meningkatkan kesadaran dan tata hidup beragama dengan memantapkan dan mengukuhkan ukhuwah islamiyah;
Meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara di kalangan umat Islam sebagai perwujudan dari pengamalan ajaran Islam;
Meningkatkan kecerdasan dan kehidupan sosial ekonomi umat melalui pendidikan dan bisnis;
Meningkatkan taraf hidup umat, terutama kaum dhuafa dan miskin;
Memberikan pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pelayanan kesehatan, panti asuhan, yatim piatu, dan orang-orang jompo;
Menumbuhkembangkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kesetiakawanan sosial melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan.
(NDA)
