Dampak Virus Corona Bagi Lingkungan Sosial, Ekonomi Hingga Alam

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
30 Maret 2020 16:48
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Warga melintasi jalan di lingkungan Chinatown, Manhattan, New York City. Foto: REUTERS/Andrew Kelly
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintasi jalan di lingkungan Chinatown, Manhattan, New York City. Foto: REUTERS/Andrew Kelly
Virus corona pandemi global COVID-19 yang melanda segelintir negara di dunia secara tidak langsung telah berdampak besar bagi sejumlah aspek. Mulai dari lingkungan ekonomi, sosial, hingga mempengaruhi kondisi alam.
Dalam hitungan bulan, virus corona telah mengubah cara hidup dan kondisi masyarakat dunia. Virus yang pertama kali menyerang Wuhan, China itu kini telah menelan ribuan korban jiwa dan membuat ratusan ribu lainnya jatuh sakit.
Lalu apa saja dampak virus corona pada kehidupan masyarakat? Adakah nilai positif yang bisa diambil dari pandemi global ini? Dikutip dari BBC, berikut informasi selengkapnya.

Lingkungan Alam

Seorang peselancar mengenakan pakaian pelindung sebagai wujud dukungan bagi orang-orang yang berjuang melawan COVID-19 di Rusia. Foto: REUTERS/Ivan Belozyorov
zoom-in-whitePerbesar
Seorang peselancar mengenakan pakaian pelindung sebagai wujud dukungan bagi orang-orang yang berjuang melawan COVID-19 di Rusia. Foto: REUTERS/Ivan Belozyorov
Penerapan physical distancing yang mengharuskan seseorang berdiam diri di rumah ternyata banyak berpengaruh terhadap kondisi alam. Aktivitas ekonomi dan transportasi yang dibatasi juga juga turut berdampak pada lingkungan. Kegiatan tersebut telah menyebabkan penurunan emisi karbon secara tiba-tiba.
Dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat polusi di New York telah berkurang hampir 50% karena langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus. Di China, emisi turun 25% pada awal tahun karena orang diperintahkan untuk tinggal di rumah dan banyak pabrik yang tutup. Penggunaan batu bara di negara ini juga turun 40% pada enam pembangkit listrik terbesar China sejak kuartal terakhir di 2019.
Bahkan menurut Kementerian Ekologi dan Lingkungan China, kualitas udara di negaranya telah naik sebesar 11,4% dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun lalu. Di Eropa, gambar satelit menunjukkan emisi nitrogen dioksida (NO2) memudar di Italia utara. Hal ini juga terjadi di Spanyol dan Inggris.
Penuruan gas emisi karbon ini adalah turut dipengaruhi oleh menurunnya laju transportasi. Sebagaimana disampaikan Kimberly Nicholas, seorang peneliti ilmu keberlanjutan di Lund University di Swedia.
Ia mengatakan, langkah untuk menekan penyebaran virus seperti physical distancing dan memotong perjalanan yang tidak perlu telah menurunkan kontribusi gas emisi di dunia. Di mana transportasi telah berkontribusi sebesar 72% pada emisi gas rumah kaca.

Lingkungan Sosial

Seorang wanita mengenakan masker dan sarung tangan di dalam kereta Mass Rapid Transit, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: REUTERS / Lim Huey
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengenakan masker dan sarung tangan di dalam kereta Mass Rapid Transit, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: REUTERS / Lim Huey
Pandemi global COVID-19 juga telah mengubah lingkungan sosial masyarakat. Adanya wabah ini membuat semua elemen bekerja sama mengatasi virus corona. Di Indonesia sendiri telah ada bantuan atau donasi yang banyak digalakkan mulai dari kalangan selebriti, pengusaha, hingga masyarakat umum.
Dukungan dan gerakan physical distancing juga turut mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Dengan menjaga jarak antar individu, kita dibentuk dengan kebiasaan untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri serta orang lain. Wabah ini juga telah mengubah pola pikir masyarakat untuk hidup sehat.

Lingkungan Ekonomi

International Monetary Fund (IMF) menyatakan ekonomi dan keuangan global saat ini tengah mengalami krisis akibat pandemi virus corona. Hal tersebut dikarenakan pendorong utama pergerakan perekonomian yaitu konsumsi rumah tangga belakangan terus melambat.
Bukan hanya pada sektor konsumsi rumah tangga, virus corona juga turut menyerang pasar saham. Investor di berbagai dunia khawatir penyebaran virus corona akan menghancurkan pertumbuhan ekonomi dan tindakan pemerintah bahkan tidak sanggup menghentikan penuruan tersebut.
Ilustrasi dampak virus corona pada pasar saham Foto: BBC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak virus corona pada pasar saham Foto: BBC
Di Indonesia sendiri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 24 persen. Sementara kurs rupiah melemah hingga 5,41 persen dalam kurun waktu 6 bulan terakhir sebagai akibat dari keluarnya dana asing.
Menurut Asian Development Bank (ADB), sebanyak 38,5 persen surat utang pemerintah Indonesia dipegang oleh investor asing, lebih tinggi dari negara Asia lainnya. Jika terjadi aksi jual secara serentak tentunya ini beresiko tinggi terhadap krisis ekonomi.
(RDR)