Doa Koronka, Doa Kerahiman Illahi Umat Katolik

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Koronka atau doa Kerahiman Ilahi adalah doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada Santa Maria Faustina Kowalska melalui penampakan di tahun 1935. Koronka dalam bahasa Polandia memiliki arti mahkota kecil atau untaian manik-manik indah sebagai hadiah orang terkasih secara istimewa.
Mengutip The Intercession Prayer: Doa Syafaat Doa yang Sanggup Memindahkan Gunung oleh V. Prabowo Shakti (2020: 53-54), Santa Faustina mendapat suatu penglihatan akan seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk melaksanakan murka Allah atas dunia. Pada saat yang sama, ia memohon belas kasihan Tuhan melalui perantara malaikat tersebut dengan kata-kata yang ia dengar dalam batinnya.
Namun, malaikat itu hanya bergeming. Santa Faustina terus-menerus memanjatkan doa Koronka yang diinspirasikan kepadanya. Sementara malaikat pelaksana murka Ilahi menjadi tak berdaya dan tak kuasa melaksanakan hukuman yang memang sudah sepantasnya diberikan.
Tujuan doa Koronka ini untuk meredamkan murka Bapa yang kekal kepada orang-orang yang berdosa yang sebenarnya pantas untuk menerimanya. Untaian doa Koronka dipersembahkan kepada Tuhan yang diimani sebagai Maha Rahim dan berbelas kasih.
Bacaan Doa Koronka
Berikut bacaan doa Koronka yang dapat dilafalkan umat Katolik.
Dalam Nama Bapa ...
Bapa Kami ...
Salam Maria ...
Aku Percaya ...
Kemudian pada manik besar (Bapa Kami) didoakan:
Bapa yang kekal,
kupersembahkan kepada-Mu
Tubuh dan Darah
Jiwa dan Ke-Allah-an
Putra-Mu yang terkasih,
Tuhan kami Yesus Kristus,
sebagai pendamaian untuk dosa-dosa kami
dan dosa seluruh dunia.’
Pada setiap sepuluhan manik kecil (Salam Maria) didoakan:
Demi sengsara Yesus yang pedih,
Tunjukkanlah belaskasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia.
Diakhiri dengan tiga kali mengucapkan:
Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal,
Kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.
Doa Koronka Dibaca Pada Jam Berapa?
Mengutip Skripsi Usaha Pengembangan Kehidupan Devosi Kepada Kerahiman Illahi Melalui Renungan Bagi Umat Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran oleh Cloudina Bayu Asmara Riyanto (2007: 65), doa Koronka dapat dilaksanakan setiap waktu.
Meskipun dapat dibaca sewaktu-waktu, doa ini hendaknya dibaca umat Katolik pada Jam Kerahiman Ilahi, yakni pukul tiga sore. Hal ini karena jam tersebut menjadi waktu kematian Yesus Kristus di kayu salib.
Biasanya, durasi doa Koronka adalah sekitar 15-20 menit. Doa Koronka didaraskan dengan menggunakan Rosario biasa.
Apa Manfaat Doa Koronka?
Doa Koronka digolongkan ke dalam Doa Syafaat karena semata-mata bukan ditujukan kepada pribadi, tetapi menjangkau keselamatan seluruh dunia. Dengan rajin mendaraskan doa Koronka, umat Katolik sungguh-sungguh ikut serta dalam menyelamatkan jiwa-jiwa.
Mendaraskan doa Koronka memiliki banyak manfaat seperti yang dijanjikan Santa Faustina. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Buku Harian Santa Faustina sebagai berikut.
"Aku berjanji bahwa jiwa yang menghormati gambar itu tidak akan binasa. Aku menjanjikan juga bahwa sudah sejak di dunia ini ia akan mengalahkan musuh-musuhnya, khususnya pada saat kematian. Aku sendiri akan membelanya bagaikan kemuliaan-Ku sendiri." (Buku Harian St. Faustina, 48)
"Jiwa-jiwa yang mengucapkan tasbih ini akan dirangkul oleh rahmat-Ku selama hidup mereka dan terutama pada saat kematian mereka." (Buku Harian St. Faustina, 754)
"Ketika orang-orang berdosa yang keras kepala mengatakannya, Aku akan mengisi jiwa mereka dengan kedamaian, dan saat kematian mereka akan menjadi saat yang membahagiakan." (Buku Harian St. Faustina, 1541)
"Barangsiapa yang membacanya (doa Koronka) akan menerima rahmat yang besar pada saat kematiannya." (Buku Harian St. Faustina, 687)
"Para imam akan menganjurkannya kepada orang-orang berdosa sebagai harapan keselamatan terakhir mereka. Bahkan kalaupun ada orang berdosa paling besar, jika dia membacakan tasbih ini hanya sekali, dia akan menerima rahmat dari belas kasihan-Ku yang tak terbatas. Aku ingin memberikan rahmat yang tak terbayangkan kepada jiwa-jiwa yang percaya pada belas kasihan-Ku." (Buku Harian St. Faustina, 687)
"Kepada para imam yang memberitahukan dan memuji belas kasihan-Ku, Aku akan memberikan kuasa yang menakjubkan; Aku akan mengurapi kata-kata mereka dan menyentuh hati orang-orang yang akan mereka ajak bicara." (Buku Harian St. Faustina, 1521)
"Jiwa-jiwa yang menyebarkan kehormatan rahmat-Ku, pada saat kematian mereka, Aku tidak akan menjadi Hakim bagi mereka, tetapi Juruselamat yang Maha Penyayang." (Buku Harian St. Faustina, 1075)
Doa Kerahiman Ilahi Didoakan pada Masa Apa?
Doa Kerahiman Ilahi didoakan pada pukul 15.00 sore, yaitu pada jam Yesus wafat di kayu salib. Doa ini dapat dideraskan setiap waktu, meskipun Gereja Katolik biasanya menderaskan doa ini pada Minggu Kerahiman Ilahi dan pada hari Jumat.
Apa yang dimaksud Kerahiman Ilahi? Mengutip Encyclopedia of Catholic Devotions and Practices oleh Ann Ball (2003: 175), Kerahiman Ilahi adalah sebuah devosi Katolik kepada cinta belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat tersebut mengalir melalui hati seseorang terhadap orang-orang yang membutuhkan hal itu. Devosi ini berkaitan dengan penampakan Yesus yang diterima Santa Faustina pada hari Jumat, 13 September 1935.
Berapa hari doa Kerahiman Ilahi? Menurut The Divine Mercy, pada Jumat Agung tahun 1935, Yesus menampakkan diri kepada Santa Faustina dan memintanya untuk membacakan doa Kerahiman Ilahi ini selama sembilan hari, dimulai dari hari Jumat Agung dan berakhir pada hari Minggu setelah Paskah atau yang dikenal sebagai Minggu Kerahiman Ilahi.
Meskipun doa Kerahiman Ilahi jam 3 sore paling sering didaraskan selama sembilan hari itu, doa ini dapat dipanjatkan kapan saja sepanjang tahun. Sebab, Santa Faustina mendaraskannya setiap hari.
(VIO & SFR)
