Konten dari Pengguna

Doa Koronka Kerahiman Ilahi yang Biasa Didaraskan pada Sore Hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Koronka Kerahiman Ilahi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Koronka Kerahiman Ilahi. Foto: Unsplash

Doa Koronka Kerahiman Ilahi adalah salah satu doa yang diajarkan oleh Yesus kepada Santa Faustina Kowalska sebagai bentuk devosi kepada belas kasih Allah. Doa ini memiliki makna yang mendalam dan sering dipanjatkan oleh umat Katolik sebagai permohonan rahmat dan pengampunan.

Biasanya, doa Koronka Kerahiman Ilahi didaraskan pada pukul tiga sore, waktu yang dikenal sebagai Jam Kerahiman, yakni ketika Yesus wafat di kayu salib. Melalui doa ini, umat diajak untuk memohon belas kasih Allah bagi diri sendiri, sesama, dan seluruh dunia.

Umat Katolik memiliki tata cara khusus ketika mendaraskan doa Koronka Kerahiman Ilahi, yakni dengan menggunakan untaian Rosario. Setiap rangkaian doa memiliki makna mendalam yang mengingatkan akan kasih dan pengorbanan Kristus.

Lantas, bagaimana isi Doa Koronka Kerahiman Ilahi? Yuk, simak bacaan lengkapnya dalam artikel berikut.

Isi Doa Koronka Kerahiman Ilahi

Ilustrasi Doa Koronka Kerahiman Ilahi. Foto: pixabay.com/kalhh

Mengutip buku The Intercession Prayer oleh V. Prabowo Shakti, Doa Koronka Kerahiman Ilahi digolongkan sebagai doa syafaat. Biasanya, umat Katolik mulai mendaraskan doa ini dengan membuat tanda salib seraya mengucapkan "dalam Nama Bapa da Putra dan Roh Kudus, Amin."

Kemudian, dilanjutkan dengan membaca doa pembuka dan diakhiri dengan doa penutup. Untuk lebih lengkapnya, berikut isi doa Koronka Kerahiman Ilahi yang dirangkum dari buku Celotehan Pasien oleh Rama Aloysius:

1. Membuat Tanda Salib

Pertama-tama, bacaan doa diawali dengan membuat tanda salib seraya mengatakan, "dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin."

2. Doa Pembuka

Doa pembuka yang dimaksud adalah Doa Jam Kerahiman yang biasa dibaca pada pukul 15.00. Adapun bacaan doanya yakni sebagai berikut:

"Ya Yesus, Engkau sudah wafat, tetapi mata air dan lautan kerahiman Dan memancar bagi jiwa-jiwa, untuk seluruh dunia. O Mata Air Kehidupan, Kerahiman llahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-Mu untuk kami. Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau." (khusus kalimat terakhir diulangi hingga tiga kali)

Baca Juga: Doa Salam Maria Katolik dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Latin

3. Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Syahadat Para Rasul

Ilustrasi doa umat Katolik. Foto: Unsplash/Thays Orrico

Setelah membaca doa pembuka, Anda bisa melanjutkan rangkaiannya dengan bacaan Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Syahadat Para Rasul. Masing-masing doa dibaca satu kali dengan rincian sebagai berikut:

Doa Bapa Kami

"Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendak-Mu,

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berikanlah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni

yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Amin."

Salam Maria

"Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin."

Syahadat Para Rasul

"Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi

Dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita

Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria

Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan

Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati

Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah bapa yang Mahakuasa.

Dari situ ia kan datang mengadili orang hidup dan mati.

Aku percaya akan Roh Kudus.

Gereja Katolik yang Kudus, persekutuan para kudus

Pengampunan dosa

Kebangkitan badan

Kehidupan kekal

Amin"

4. Seruan Pertama

Seruan pertama bisa dibaca satu kali saja dengan lafal sebagai berikut:

"Bapa yang Kekal, kupersembahkan kepada-Mu, Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia."

5. Seruan Kedua

Ilustrasi doa umat Katolik. Foto: pixabay.com/congerdesign

Lalu, daraskan seruan kedua sebanyak sepuluh kali: "Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan kepada seluruh dunia. Setiap kali dengan seruan selingan: Bapa yang Kekal, kupersembahkan kepada-Mu, Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia."

6. Seruan Ketiga

Pada manik terakhir Rosario, Anda bisa membaca seruan ketiga sebanyak tiga kali: "Allah yang Kudus, Kudus dan Berkuasa, Kudus dan Kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia."

7. Doa Penutup

Berikut bacaan doa penutup Doa Koronka Kerahiman Ilahi yang bisa didaraskan:

"Allah yang Kekal, dalam Diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis, pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri."

8. Doa Penyembuhan

Setelah itu, rangkaian doa dilanjutkan dengan mendaraskan doa penyembuhan. Berikut bacaannya:

"Yesus, semoga darah-Mu yang murni dan sehat mengalir di dalam organ-organ tubuhku yang sakit, semoga tubuh-Mu yang murni dan sehat mengubah tubuhku yang lemah ini, dan semoga kehidupan-Mu yang sehat dan perkasa mengalir dalam diriku, bila itu benar-benar kehendak kudus-Mu bagiku. Amin. Demi nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Amin."

(NSF)