Doa Melempar Jumrah yang Bisa Dibaca Saat Ibadah Haji

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada delapan rangkaian dalam ibadah haji yang harus dikerjakan bagi umat Islam yang menunaikannya, salah satunya yakni melempar jumrah. Dalam setiap rangkaiannya, ada doa yang harus dibaca termasuk doa melempar jumrah.
Hukum melempar jumrah adalah wajib sehingga jika tidak dilaksanakan, seseroang akan dikenakan dam atau fidyah. Dam tersebut berupa seekor kambing.
Namun, jika tidak mampu bisa dengan membayar fidyah atau berpuasa selama tiga hari di masa haji di Tanah Suci dan puasa tujuh hari di Indonesia.
Doa Melempar Jumrah
Melempar jumrah dalam ibadah haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam. Hal ini dilakukan karena iblis berusaha menghalang-halangi Nabi Ibrahim Alaihissalam Saat melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menyembelih Ismail Alaihissalam.
Dikutip dari buku Fikih Sunnah - Jilid 3 oleh Sayyid Sabiq, ada tiga waktu untuk melakukan melempar jurah, yaitu pada satu hari Nahar dan ditambah dua atau tiga hari tasyrik.
Dalam melempar jumrah, hendaknya menyontoh tata cara ibadah haji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu mulai melempar jumrah Ula, kemudian jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.
Adapun doa melempar jumrah seperti yang dinukil dari buku Doa-Zikir Haji & Umrah 2012 oleh Ahmad Zayyidin Ansori, Lc. Dipl. dan Hj. Indriya R. Dani sebagai berikut:
Bismillahi wallaahu akbar, rajman lisysyayaayhiini wa ridhan lirrahmaani. Allaahummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.
Adapun doa setelah melempar jumrah Ula, jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah adalah sebagai berikut:
Alhamdu lillaahi hamdan kastiiran thayyiban mubaarakan fiih. Allahumma laa uhshii tsanaa’an ‘alaika arta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. Allahumma ilaika afadhtu wa min ‘adzaabika asyfaqtu wa aqilla ‘atsaratii wastajib da’watii wa a’thinii su’lii. Allahummaj’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.
Baca juga: Kumpulan Doa Haji agar Ibadahnya Sempurna di Mata Allah
Tata Cara Melempar Jumrah
Dalam pelaksanaan melempar jumrah, ada tata cara yang harus diikuti oleh para jemaah. Disadur dari buku Panduan Pintar Haji dan Umrah oleh Ust. H. Bobby Herwibowo. Lc dan Hj. Indriya R. Dani. S.E, berikut tata caranya:
Kerikil mengenai marma atau masuk ke dalam lubang.
Melempar sebanyak tujuh kerikil dan dilemparkan satu persatu.
Melempar dengan urutan yang benar, mulai dengan jumrah ula, wustha, dan aqabah.
Tips Melempar Jumrah yang Aman dan Nyaman
Jemaah haji sendiri selalu membludak mengingat ibadah ini hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun. Bukan hanya dari Indonesia tapi juga seluruh penjuru dunia.
Untuk itu, jemaah diimbau selalu berhati-hati dalam melaksanakan setiap rangkaiannya. Berikut tips melempar jumrah yang aman dan nyaman:
Hindari waktu afdhal atau waktu yang utama karena waktu ini sangat berisiko sehingga usahakan melempar sesuai waktu yang telah ditentukan dan bersama-sama dengan rombongan.
Ambilah waktu ikhtiar atau waktu selain utama, misalnya pilih di waktu sore sampai malam hari.
Bisa juga melaksanakannya selain pada waktu afdhal dan ikhtiar, dimulai dari terbit fajar di hari yang bersangkutan. Bagi yang nafar awal melempar tanggal 11 dan 12 Zulhijah dan yang nafar tsani melempar 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Ikutilah jadwal melempar jumrah yang sudah ditetapkan dalam Keputusan Kementerian Arab Saudi.
(ECI)
Frequently Asked Question Section
Apa hukum melempar jumrah saat haji?

Apa hukum melempar jumrah saat haji?
Hukumnya wajib.
Kapan waktu untuk melempar jumrah?

Kapan waktu untuk melempar jumrah?
Pada satu hari Nahar dan ditambah dua atau tiga hari tasyrik.
Bagaimana urutan melempar jumrah?

Bagaimana urutan melempar jumrah?
Mulai melempar jumrah Ula, kemudian jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.
