Konten dari Pengguna

Doa Meminta Hidayah untuk Memperoleh Petunjuk dari Allah SWT

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa meminta hidayah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Doa meminta hidayah. Foto: Unsplash

Hidayah adalah sebuah petunjuk dari Allah SWT agar seseorang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Sebab, hati manusia sangatlah lemah dan mudah sekali berubah-ubah mengikuti kondisi keimanan yang dimilikinya.

Oleh sebab itu, hidayah dan keistiqamahan haruslah selalu dipanjatkan kepada Allah SWT agar ibadah atau perbuatan baik apa pun dapat terus dilakukan tanpa henti. Mengutip buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah oleh Wulan Mulya Pratiwi, dari Abu Burdah bin Abu Musa, bahwa Ali berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Mintalah kepada Allah SWT hidayah (petunjuk) dan istiqamah di atas kebenaran. Sebutlah Al-Huda (petunjuk), maka engkau akan mendapatkan hidayah petunjuk. Sebutlah As-Sadaad, maka arah panahmu akan lurus sampai tujuan.” (HR. Ahmad)

Hidayah merupakan taufik dari Allah, maka memanjatkan doa sangat dianjurkan bagi siapa saja yang menginginkan hidayah itu datang. Bagi umat Muslim yang sudah terbiasa menjalankan sholat lima waktu, sebetulnya doa permohonan hidayah sudah tercantum di dalam surat Al-Fatihah yang wajib dibaca pada setiap rakaatnya, yakni berbunyi:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Artinya: “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yakni) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sudah seharusnya bagi seorang manusia untuk meminta hidayah dan keistiqamahan kebenaran hanya kepada Allah SWT. Selain doa meminta hidayah di atas, terdapat doa hidayah lainnya yang dapat dilafalkan. Seperti apa doanya? Simak ulasannya berikut ini.

Doa Meminta Hidayah

Ilustrasi doa meminta hidayah. Foto: Unsplash

Muhammad Lutfi Zamani menuliskan dalam bukunya Pasti Mustajab, doa meminta hidayah yang dapat dipanjatkan untuk memperoleh petunjuk, yakni:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

Allahumma innii as-aslukal hudaa wat tuqaa, wal ‘afaa-fa, wal ghinaa.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu hidayah, ketakwaan, perlindungan, dan kekayaan.”

Doa tersebut merupakan bacaan yang ringan untuk dipanjatkan, namun memiliki manfaat yang luar biasa. Barangsiapa yang mengamalkan doa tersebut, maka hidupnya akan senantiasa diberkahi oleh rahmat, ridha, dan karunia dari Allah SWT.

Tidaklah mudah bagi seorang hamba untuk memperoleh hidayah atau petunjuk dari Allah SWT. Karena, hidayah hanya diberikan kepada orang-orang yang terpilih atau istimewa menurut Allah SWT. Orang-orang tersebut adalah mereka yang sudah bersedia membuka hatinya untuk menerima cahaya iman.

Namun bagi mereka yang hatinya keras, maka akan sulit memperoleh hidayah dari Allah. Oleh sebab itu, beruntunglah bagi mereka yang memperoleh hidayah dari Allah SWT.

Meskipun sulit, Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya agar senantiasa meminta hidayah atau petunjuk kepada Allah SWT. Sebab, manusia harus berendah hati agar memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.

Macam-Macam Hidayah

Ilustrasi hidayah. Foto: Unsplash

Dalam Islam, hidayah terbagi menjadi dua, yaitu hidayah bayaniyah ma’rifah dan hidayah amaliyah taufiqiyah. Kedua hidayah tersebut dapat menyampaikan seseorang kepada kebenaran yang ia yakini dan beramal sesuai dengan pemaknaannya.

Berikut ini uraian dari macam-macam hidayah yang telah dirangkum melalui buku Tafsir Juz Amma karangan Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi:

1. Hidayah Bayaniyah Ma’rifah

Hidayah bayaniyah bermakna menjelaskan tentang kebenaran dan memberi petunjuk. Selain itu, jenis hidayah ini memiliki beberapa tingkatan berdasarkan sifatnya. Pertama, hidayah kulliyah ‘ammah (hidayah yang bersifat menyeluruh dan umum), yaitu jenis hidayah yang Allah hadirkan pada alam.

Kedua, hidayah al-hawas (hidayah panca indera), yaitu hidayah yang Allah berikan petunjuk kepada seluruh makhluknya seperti pendengaran, penglihatan, perasaan, penciuman, dan yang lainnya.

Dan yang ketiga, hidayah al-aql (hidayah akal), yaitu hidayah yang diberikan khusus pada manusia yang membuatnya bisa berfikir untuk menemukan ilmu. Ia juga dapat merespon peristiwa dalam kehidupannya dengan respon yang bermanfaat bagi dirinya.

2. Hidayah Taufiqiyah

Hidayah taufiqiyah adalah jenis hidayah yang membuat manusia hanya akan menjadikan agamanya sebagai panduan dalam menjalani kehidupannya untuk menuju cahaya hidayah Allah SWT. Hal ini seperti yang telah digambarkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Qashash ayat 56 yang berbunyi:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 56)

(IMR)