Doa Niat Puasa Ramadhan dan Waktu yang Baik untuk Membacanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah sepatutnya bagi seorang Muslim untuk membaca niat terlebih dahulu sebelum melakukan suatu ibadah. Hal tersebut juga berlaku saat hendak melakukan puasa Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Membaca niat sendiri termasuk salah satu rukun puasa. Pentingnya niat dalam puasa Ramadhan ini tidak lepas dari pahala yang akan didapat. Di mana jika melakukannya tanpa dilandasi dengan niat akan dianggap sebagai amalan yang sia-sia.
Lalu, bagaimana doa niat puasa Ramadhan dan kapan waktu yang tepat untuk membacanya? Simak informasinya berikut.
Doa Niat Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan dapat dilakukan dengan membaca niat berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Waktu Membaca Doa Niat Puasa Ramadhan
Mengutip buku Bekal Ramadhan dan Idhul Fitri 2: Niat & Imsak oleh Saiyid Mahadir, Lc., MA., mayoritas ulama menyarankan umat Muslim untuk membaca doa niat puasa Ramadhan semenjak malam hingga sebelum fajar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Hafshah berikut ini:
“Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud Tirmidzy, An-Nasa’I, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan lainnya)
Berdasarkan hadits tersebut, dapat diketahui jika seseorang tidak membaca niat puasa Ramadhan sebelum fajar, puasanya dianggap tidak sah. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, membaca niat puasa Ramadhan memang sebaiknya dilakukan pada malam hari. Sebenarnya, hal ini sangat berguna untuk meminimalisir amalan puasa yang tidak sah.
Misalnya, seseorang membaca niat puasa pada malam hari. Kemudian, keesokan harinya ia kesiangan sehingga tidak sempat membaca niat puasa lagi. Puasa orang tersebut tetap dianggap sah karena sudah membaca niat di malam hari.
Terkait pelafalan niat puasa Ramadhan sendiri masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan niat puasa Ramadhan sebaiknya dilafalkan, lainnya berpendapat bahwa niat itu wajib ada di dalam hati dan tidak wajib dilafalkan.
Namun, mengutip laman NU Online, bagi masyarakat yang terbiasa melafalkan niat, jangan sampai menjadikannya seakan-akan bagian dari rukun. Sebab, tidak ada ulama yang mewajibkannya.
(ADS)
