Doa Novena Tiga Salam Maria untuk Meminta Kemudahan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Katolik, terdapat doa untuk memohon rahmat khusus dari Tuhan dan didaraskan selama sembilan hari berturut-turut, yakni doa Novena. Doa tersebut terbagi menjadi berbagai macam dengan tujuan berbeda-beda, salah satunya doa Novena Tiga Salam Maria.
Doa Novena Tiga Salam Maria bertujuan untuk meminta pertolongan Bunda Maria dalam menghadapi suatu masalah, serta untuk mendapatkan ketenangan batin. Bagi yang ingin mendaraskannya, simak bacaan doa Novena Tiga Salam Maria berikut ini.
Bacaan Doa Novena Tiga Salam Maria
Mengutip dari buku Doa Novena Kepada Bunda Maria oleh Stephanus Istata Rarharja, Pr, dan Hieronymus Budi Santoso, berikut bacaan doa Novena Tiga Salam Maria.
Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.
Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Putramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Putramu, yang pasti tak akan menolakmu.
Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan Santa Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin. (3 kali).
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Putramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.
Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.
Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Putramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.
Bersama dengan Santo Antonius dari Padua dan Santo Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin. (3 kali).
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku.
Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Putramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hati kudusmu.
Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada Saint Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.
Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama Santo Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin. (3 kali).
Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Sejarah Doa Novena Tiga Salam Maria
Merujuk pada buku 12 Katekese, Renungan, dan Doa Bunda Maria oleh Y. Gunawa, Pr., berikut sejarah Doa Novena Tiga Salam Maria:
Doa Novena Tiga Salam Maria ini berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika cemas akan keselamatan hidupnya.
Santa Mechtildis pun memohon kepada Bunda Maria untuk membantunya saat kematian tiba.
Bunda Maria mengabulkan permohonan tersebut dan meminta Santa Mechtildis agar berdoa tiga kali Salam Maria.
Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio, dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria tersebut.
Doa Novena Tiga Salam Maria didaraskan satu kali dalam sehari selama sembilan hari berturut-turut. Jika permohonan Anda sangan berat, bacalah doa Novena ini tiga kali dalam sehari.
Baca juga: Teks Doa Ratu Surga Bahasa Inggris untuk Umat Katolik
(MFT)
