Doa Penutup Khutbah Jumat dan Tata Cara Shalat Jumat Lengkap

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah Jumat termasuk salah satu syarat sah shalat Jumat yang tidak boleh dilewatkan. Shalat Jumat merupakan shalat dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah pada waktu zuhur setiap hari Jumat dan diawali dengan dua khutbah.
Ust. Abdul Kadir Nuhuyanan dalam buku Panduan Shalat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW menyebutkan, hukum shalat Jumat adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf atau orang yang diwajibkan dan telah memenuhi syarat. Dalam hal ini, mukallaf yang dimaksud adalah pria Muslim yang sudah baligh.
Perintah shalat Jumat tercantum dalam surat Al Jumuah ayat 9 berikut.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Sebagai salah satu rukun shalat Jumat, khutbah Jumat wajib dilaksanakan dengan baik dan sesuai ketentuan yang ada. Khutbah Jumat merupakan pidato atau nasihat yang disampaikan oleh khatib sebelum pelaksanaan shalat Jumat. Khutbah berisi ajakan khatib kepada jemaahnya untuk menjadi orang yang bertakwa.
Doa Penutup Khutbah Jumat
Seperti tercantum dalam tata cara shalat Jumat, khutbah Jumat harus ditutup dengan bacaan yang telah dianjurkan. Berikut bacaan doa penutup khutbah yang diambil dari surat An Nahl ayat 90 dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Hari Jumat Berdasarkan Al quran dan As sunnah karangan Nur Aisyah Albantany.
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Innallāha ya`muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā`i żil-qurbā wa yan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarụn.
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
Tata Cara Shalat Jumat
Dalam pelaksanaan shalat Jumat, terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh para jemaah. Terutama tata cara pelaksanannya.
Berikut tata cara shalat Jumat disadur dari buku Pedoman Dan Tuntunan Shalat Lengkap karangan Abdul Kadir Nuhuyanan dkk.
Ketika masuk waktu shalat, khatib berdiri atau naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah diawali dengan ucapan salam.
Setelah salam, khatib duduk sebentar untuk mendengarkan muadzin mengumandangkan adzan, kemudian khatib berdiri menyampaikan khutbahnya.
Khatib memulai khutbah pertama dengan mengucapkan kalimat pujian, membaca syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan beberapa ayat Alquran. Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan nasihat (tausiyah) kepada jamaah.
Setelah itu, khatib duduk sejenak dan berdiri kembali untuk menyampaikan khutbah kedua setelah itu diakhiri dengan doa dan penutup khutbah.
Setelah khutbah selesai, muadzin menyerukan iqamah. Kemudian khatib berdiri di depan sebagai imam dan memberi aba-aba untuk merapikan shaf.
Setelah shaf dirapikan, imam memimpin shalat Jumat berjamaah dua rakaat dengan mengeraskan suara ketika membaca takbir, surat Al Fatihah dan surat Alquran lainnya.
(DND)
