Doa Rasulullah Ketika Sujud dan Tata Caranya untuk Mencapai Kesempurnaan Ibadah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sujud adalah gerakan yang menjadi simbol kerendahan manusia di hadapan Allah SWT. Bagi umat Islam, sujud juga termasuk bagian dari rukun shalat yang harus dilakukan dengan tuma’ninah dan diiringi dengan doa untuk mencapai kesempurnaannya.
Mengutip buku Ibadah-Ibadah Paling Terhormat bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha, waktu sujud merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Sebab, ketika bersujud, umat Islam menjadi semakin dekat dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai manusia! Sungguh tidak tersisa dari berita gembira kenabian, kecuali mimpi yang baik yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan kepadanya. Ketahuilah! Aku dilarang membaca Al-Quran dalam rukuk dan sujud. Adapun rukuk, maka agungkanlah padanya Tuhan Yang Mahaagung. Sedangkan sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena dijamin akan dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim)
Doa Rasulullah Ketika Sujud
Sujud yang sempurna adalah sujud yang dilakukan dengan iringan doa. Dijelaskan dalam buku 500 Kelalaian Dalam Shalat oleh Akhmad Faozan, Lc., M.Ag, Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika sujud berikut ini:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi (3x)
Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” (HR. Abu Daud)
Atau membaca
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, allahummaghfirlii.
Artinya: “Mahasuci Engkau, Wahai Allah Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji. Ya Allah, ampunilah dosaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Sujud yang Sempurna
Menukil buku Terapi Shalat Sempurna karangan Ustaz Ahmad Baei Jaafar, untuk menjadikannya sempurna, umat Islam harus mengikuti tata cara sujud sebagai berikut:
Tuma’ninah
Tuma’ninah berarti diam dan tenang di mana seluruh anggota tubuh tidak boleh bergerak saat sujud.
“Jika engkau sujud, kokohkanlah wajah dan tanganmu hingga persendianmu menjadi tenang dan kembali ke posisinya.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Memberatkan kepala
Sujud wajib dilakukan dengan memberatkan kepala ke arah tempat sujud. Apabila diletakkan kapas di atas sajadah, maka kapas itu akan rapat atau tertekan.
Kedua tangan lurus dengan bahu
Umat Islam disunnahkan meletakkan kedua telapak tangan lurus dengan kedua bahu dan anak-anak jari diarahkan ke kiblat.
Meninggikan punggung
Posisi punggung saat sujud harus lebih tinggi dari kepala. Posisi ini dilakukan dengan meluruskan tulang belakang.
Meletakkan anggota sujud dengan berurutan
Sujud diawali dengan meletakkan kedua lututnya, kedua tangan (telapak tangan), lalu dahi dan hidungnya.
“Saya diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota, yaitu kening dan beliau mengisyaratkan kepada hidungnya, dua tangan, dua kaki, dan ujung dua jari-jari kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perbedaan sunnah pada laki-laki dan perempuan
Bagi laki-laki, disunnahkan untuk merenggangkan dua lutut, dua telapak kaki, dan siku dari lambungnya. Sedangkan sunnah bagi perempuan adalah merapatkan kedua lutut,telapak kaki, perut ke paha, dan siku dirapatkan pada lambung.
(DND)
