Doa Setelah Akad Nikah bagi Penghulu

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
13 Oktober 2023 15:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi doa setelah akad nikah bagi penghulu. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa setelah akad nikah bagi penghulu. Foto: Pexels.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mendoakan pengantin setelah akad nikah merupakan salah satu tugas penghulu. Doa setelah akad nikah bagi penghulu dibaca untuk memohon keberkahan bagi mempelai.
ADVERTISEMENT
Pernikahan adalah ikatan suci antara laki-laki dan perempuan yang dilandasi rasa cinta dan hormat kepada satu sama lain. Dalam Islam, pernikahan dilakukan dengan akad atau perjanjian.
Akad nikah dilangsungkan dengan pembacaan ijab oleh wali nikah dan qabul oleh mempelai pria yang dihadiri saksi-saksi. Proses pembacaan ijab qabul ini umumnya dipandu oleh pegawai pencatat nikah (PPN) atau penghulu.
Selain memandu ijab qabul, penghulu juga bertugas membaca khutbah nikah sebelum akad serta mendoakan pengantin setelah akad.
Lantas, seperti apa bacaan doa untuk pengantin setelah akad nikah yang dibaca penghulu? Simak informasinya dalam ulasan berikut.

Bacaan Setelah Akad Nikah bagi Penghulu

Ilustrasi doa setelah akad nikah bagi penghulu. Foto: Unsplash.
Dikutip dari Simulasi Akad Nikah yang diterbitkan Kementerian Agama Jawa Timur, susunan acara akad nikah dibuka oleh pembacaan ayat suci Al-Quran dan ditutup oleh doa.
ADVERTISEMENT
Doa setelah akad nikah dibaca oleh penghulu agar pengantin dapat membangun keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Berikut ini bacaan doanya sebagaimana dikutip NU Online.
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama‘a bainakumaa fii khairin.
Artinya: Semoga Allah memberkahi kalian dengan suka maupun duka. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.
Selain doa di atas, penghulu juga bisa menambahkan berbagai macam doa untuk kebaikan kedua mempelai sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ
ADVERTISEMENT
Allaahumma allif bainahumaa kamaa allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumaa kamaa allafta baina sayyidina Ibraahiim wa Sarah, wa allif bainahuma kamaa allafta baina sayyidina Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahumaa kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘aly wa sayyidatina Fathimah az-Zahra.
Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya seperti Engkau merukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya seperti Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya seperti Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya seperti Engkau rukunkan Nabi Muhammad dan Khadijah, dan rukunkan keduanya seperti Engkau rukunkan Ali dan Fatimah Az-Zahra.”
Setelah itu, dilanjutkan membaca doa berikut:
ADVERTISEMENT
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ
Allahummaj’al hadzal ‘aqda ‘aqdan mubârakan ma’shuman wa alqi bainahuma ulfatan wa qararan daiman wa la taj’al bainahuma firqatan wa firâran wa khishaman wakfihima mu’natad dunya wal akhirah.
Artinya: “Ya Allah, jadikan akad ini ikatan yang diberkahi dan dilindungi. Tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng. Janganlah Engkau hadirkan perpecahan, perpisahan, dan permusuhan di antara keduanya. Cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”
(GLW)