Konten dari Pengguna

Empat Teori Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia dan Buktinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah masuknya Islam ke nusantara melalui perdagangan. Foto: Mariamichelle via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah masuknya Islam ke nusantara melalui perdagangan. Foto: Mariamichelle via Pixabay

Sejarah masuknya Islam dapat diketahui dari berita yang ditulis para penjelajah dan berbagai peninggalan bernafaskan kebudayaan Islam yang tersebar di Nusantara. Islam di Indonesia bisa berkembang begitu pesat melalui rangkaian sejarah yang panjang.

Tidak ada kejelasan pasti kapan dan dari mana Islam masuk ke Indonesia. Namun para sejarawan mengemukakan empat teori yang mencoba menjelaskan Islamisasi di Indonesia.

Masing-masing teori ini memiliki argumentasi yang berbeda. Meski demikian, keempatnya dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang sejarah bangsa.

Berikut adalah penjelasan empat teori tersebut:

Teori Gujarat

Teori ini dipopulerkan oleh peneliti Belanda Snouck Hurgronje. Ia menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi melalui para pedagang yang berasal dari Gujarat, India.

Menurutnya banyak penduduk di kota pelabuhan India yang beragama Islam dan tinggal di sana sebagai pedagang perantara antara Timur Tengah dengan nusantara. Mereka inilah yang datang ke Melayu untuk menyebarkan Islam.

Ilmuwan lainnya yakni Pijnappel juga menyampaikan bahwa Islam di nusantara disebarkan melalui jalur perdagangan dari Gujarat. Alasannya adalah karena wilayah India dan nusantara seringkali disebut dalam sejarah nusantara klasik. Ini mengindikasikan hubungan yang dekat antara dua bangsa tersebut.

Bukti lainnya adalah ditemukannya batu nisan Raja Malik al Saleh bertuliskan angka tahun 686H/1297 M yang memiliki kemiripan dengan bentuk batu nisan di Gujarat.

Teori Mekah

Kabah di Mekah. Foto: Shutterstock

Teori ini mengemukakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekah sebagai pusat agama Islam, tidak melalui perantara bangsa lain. Sejarawan Prof. Hamka berargumen bahwa Islam telah datang ke Indonesia sejak abad ke 7-8 Masehi.

Lalu berdasarkan berita China dari I Tsing, pada tahun 675 Masehi orang-orang Arab sudah mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera. Mereka adalah pedagang yang telah lama menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan Sriwijaya.

Bukti lainnya adalah makam Fatimah binti Maimun di Leran, Jawa Timur. Makam tersebut ditulis menggunakan ukiran kaligrafi arab bergaya kufi.

Teori Persia

Teori ini dikemukakan oleh Hoesein Djajaningrat. Pada teori tersebut Islam diperkirakan masuk ke Nusantara pada abad ke-13 dari Persia. Alsannya adalah terdapat beberapa aspek kebudayaan yang serupa dengan bangsa Persia. Kebudayaan tersebut di antaranya adalah:

  • Peringatan 10 Muharram atau Asyura. Di Sumatera Barat hari tersebut diperingati dengan upacara Tabuik, sedangkan di Jawa ditandai dengan pembuatan bubur suro.

  • Kesamaan konsep ajaran sufisme yang diajarkan Syekh Siti Jenar dengan Al-Hallaj, sufi terkemuka dari Persia

  • Ditemukannya makam Malik Ibrahim di Gresik

Teori China

Menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia dari penyebaran kaum muslim China. Menurut sejumlah sumber lokal, Raden Fatah merupakan keturunan China. Ibunya disebutkan berasal dari Campa, China bagian selatan.

Berdasarkan Sejarah Banten dan Hikayat Hasanuddin, nama dan gelar raja-raja Demak beserta leluhurnya ditulis menggunakan istilah China seperti “Cek Ko Po”, “Jin Bun”, “Cek Ban Cun”, “Cun Ceh”, serta “Cu-Cu”.

(ERA)