Konten dari Pengguna

Fakta Dharma Wanita Persatuan, Wadah Bagi Para Istri Aparatur Sipil Negara

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Logo Dharma Wanita. Foto: dharmawanitapersatuan.com
zoom-in-whitePerbesar
Logo Dharma Wanita. Foto: dharmawanitapersatuan.com

Setiap tahunnya, tanggal 7 Desember diperingati sebagi Hari Dharma Wanita. 46 tahun silam, pemerintah Orde Baru membentuk sebuah organisasi beranggotakan para istri Pegawai Negeri Sipil, anggota ABRI yang dikaryakan, dan pegawai BUMN yang disebut Dharma Wanita.

Pendiri organisasi perempuan ini adalah Ketua Pembina KORPRI, Amir Machmud, dan pemrakarsa utamanya tidak lain adalah ibu negara saat itu, Tien Soeharto. Organisasi ini mendapat dukungan penuh pemerintah Orde Baru.

Meski diperingati secara rutin, tidak banyak orang tahu tentang Hari Dharma Wanita. Nah, kami telah merangkum fakta-fakta Hari Dharma Wanita 7 Desember untuk Anda.

Visi Awal untuk Mendukung Tugas Suami

Sejak dibentuk pada 5 Agustus 1974, Dharma Wanita memiliki visi yang cukup sederhana saat masa Orde Baru, yaitu mendukung tugas suami sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat yang membaktikan hidupnya bagi negara dan bangsa. Hal ini juga ditegaskan oleh Presiden Soeharto.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Dharma Wanita III tanggal 5 April 1988, beliau mengatakan:

“...kaum wanita adalah memberikan sumbangannya terhadap pembangunan nasional. Pembangunan masa yang akan datang akan dapat berhasil guna apabila dilaksanakan oleh manusia-manusia yang sehat jasmani dan rohani, yang cerdas dan kuat kepribadiannya serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan budi pekerti yang luhur. Manusia yang demikian itu hanya bisa diwujudkan dari anak-anak yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menjaga perannya sebagai ibu yang baik....”

Dharma Wanita Bertransformasi di Era Reformasi

Dharma Wanita. Foto: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Setelah Orde Baru tumbang, Dharma Wanita melakukan perubahan mendasar untuk bisa menyelaraskan diri dengan zaman. Pada Munas Luar Biasa (Munaslub) tanggal 6-7 Desember 1999, Dharma Wanita memilih untuk menjadi organisasi netral.

Mereka menegaskan bahwa Dharma Wanita merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya, serta tidak lagi terdapat muatan politik dari pemerintah. Sejak saat itu, Hari Dharma Wanita Persatuan diperingati setiap 7 Desember.

Berubah Nama Menjadi Dharma Wanita Persatuan

Dalam Munas yang sama, ditetapkan pula perubahan nama pada organisasi perempuan tersebut. Nama Dharma Wanita kemudian berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan. Kata “Persatuan” ditambahkan sesuai dengan nama Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.

(ERA)