Konten dari Pengguna

Fenomena Gerhana Bintang 26 April yang Bisa Diamati di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fenomena gerhana bintang 26 April. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fenomena gerhana bintang 26 April. Foto: Unsplash

Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit malam di penghujung April 2026. Peristiwa ini dikenal sebagai okultasi asteroid atau gerhana bintang. Berdasarkan informasi dari Observatorium Bosscha, fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 26 April 2026.

Menariknya, fenomena ini dapat disaksikan di sejumlah wilayah Indonesia, bahkan beberapa daerah berada dalam jalur pengamatan terbaik. Bagi yang berniat untuk mengamatinya, simak informasi waktu dan jalur lintasan fenomena gerhana bintang 26 April berikut.

Waktu dan Jalur Lintasan Gerhana Bintang 26 April

instagram embed

Dikutip dari Instagram @bosschaobservatory, okultasi atau gerhana bintang adalah fenomena ketika suatu benda langit menutupi benda langit lain yang tampak lebih kecil, sehingga objek tertutup dari sudut pandang pengamat di Bumi. Peristiwa ini dapat terjadi akibat Bulan, planet, maupun asteroid yang melintas di depan objek langit lainnya.

Fenomena gerhana bintang ini akan terjadi pada Minggu, 26 April 2026 pukul 19:41 WIB dengan durasi singkat sekitar 4–8 detik. Saat terjadi, asteroid (1201) Strenua akan melintas di depan bintang HIP 35933, sehingga cahaya bintang tersebut tampak meredup atau bahkan menghilang sesaat dari pandangan di Bumi.

Indonesia akan menjadi salah satu wilayah penting untuk pengamatan karena berada tepat di jalur bayangan asteroid. Jalur tersebut berbentuk pita sempit dengan lebar sekitar 12 kilometer yang bergerak cepat di permukaan Bumi. Berikut jalur lintasan gerhana bintang 26 April:

  • Sumatra

  • Jawa

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat

  • Nusa Tenggara Timur

Daftar Fenomena Langit di Sepanjang 2026

Ilustrasi daftar fenomena langit sepanjang tahun 2026. Foto: Unsplash

Selain gerhana bintang, masih ada berbagai fenomena langit lain yang dapat disaksikan sepanjang tahun 2026. Dikutip dari laman SeaSky.org, berikut daftar lengkapnya.

Mei

  • 1 Mei – Bulan Purnama (Bulan Bunga)

  • 6–7 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarids

  • 16 Mei – Bulan Baru

  • 31 Mei – Bulan Purnama (Bulan Biru)

Juni

  • 15 Juni – Bulan Baru

  • 15 Juni – Merkurius di Elongasi Timur Terbesar

  • 21 Juni – Titik Balik Matahari Juni (Solstis)

  • 29 Juni – Bulan Purnama (Bulan Stroberi)

Juli

  • 14 Juli – Bulan Baru

  • 28–29 Juli – Hujan Meteor Delta Aquarids

  • 29 Juli – Bulan Purnama (Bulan Rusa)

Agustus

  • 2 Agustus – Merkurius di Elongasi Barat Terbesar

  • 12 Agustus – Bulan Baru

  • 12 Agustus – Gerhana Matahari Total

  • 12–13 Agustus – Hujan Meteor Perseids

  • 15 Agustus – Venus di Elongasi Timur Terbesar

  • 28 Agustus – Bulan Purnama (Bulan Sturgeon)

  • 28 Agustus – Gerhana Bulan Sebagian

September

  • 11 September – Bulan Baru

  • 23 September – Ekuinoks September

  • 26 September – Bulan Purnama (Bulan Panen)

  • 25 September – Neptunus di Posisi Opposisi

Oktober

  • 4 Oktober – Saturnus di Posisi Opposisi

  • 7 Oktober – Hujan Meteor Draconids

  • 10 Oktober – Bulan Baru

  • 12 Oktober – Merkurius di Elongasi Timur Terbesar

  • 21–22 Oktober – Hujan Meteor Orionids

  • 26 Oktober – Bulan Purnama (Bulan Pemburu)

November

  • 4–5 November – Hujan Meteor Taurids

  • 9 November – Bulan Baru

  • 17–18 November – Hujan Meteor Leonids

  • 20 November – Merkurius di Elongasi Barat Terbesar

  • 24 November – Bulan Purnama (Supermoon Berang-berang)

  • 25 November – Uranus di Posisi Opposisi

Desember

  • 9 Desember – Bulan Baru

  • 13–14 Desember – Hujan Meteor Geminids

  • 21 Desember – Titik Balik Matahari Desember (Solstis)

  • 21–22 Desember – Hujan Meteor Ursids

  • 23 Desember – Bulan Purnama (Supermoon Dingin)

Baca juga: Fenomena Pink Moon di Bulan April, Ini Jadwal dan Fakta Menariknya

(RK)