Konten dari Pengguna

Fenomena Langit 2026: Ada Parade Enam Planet hingga Gerhana Bulan Total

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi planet berjajar. Foto: Renata Barbarino/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi planet berjajar. Foto: Renata Barbarino/Shutterstock

Tahun 2026 akan dihiasi dengan beragam fenomena langit yang unik dan menarik untuk disaksikan. Sepanjang tahun ini, angkasa menghadirkan peristiwa kosmik langka, mulai dari parade planet yang memukau hingga gerhana Matahari total yang menakjubkan.

Menariknya, banyak dari fenomena langit 2026 ini dapat diamati tanpa bantuan alat. Cukup dengan mata telanjang dan kondisi langit yang cerah, siapa pun bisa ikut menikmati keindahan fenomena alam semesta ini.

Fenomena ini memberi kesempatan bagi pengamat untuk mempelajari gerak planet, fase Bulan, dan interaksi kosmik yang memengaruhi bumi. Lantas, apa saja fenomena langit yang akan terjadi sepanjang tahun ini? Berikut informasi selengkapnya.

Fenomena Langit 2026

Ilustrasi Fenomena Langit. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Star Walk dan BBC, berikut rangkaian fenomena langit yang dapat disaksikan sepanjang tahun 2026:

1. Parade Enam Planet (28 Februari)

Pada 28 Februari, enam planet (Jupiter, Uranus, Saturnus, Neptunus, Venus, dan Merkurius) akan tampak berjajar di langit senja. Sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, planet-planet ini akan terlihat membentuk garis diagonal dari ufuk barat menuju Bulan yang hampir purnama.

Empat planet paling terang, yakni Jupiter, Saturnus, Venus, dan Merkurius, dapat diamati tanpa alat bantu, sementara Uranus dan Neptunus lebih mudah terlihat dengan teropong.

2. Blood Moon atau Gerhana Bulan Total (3 Maret)

Pada malam 3 Maret 2026, fenomena gerhana Bulan total akan menghiasi langit. Saat itu, Bulan akan tampak merah gelap, fenomena yang juga dikenal sebagai Blood Moon.

Peristiwa ini terjadi saat Bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi dan bisa disaksikan dari kawasan Asia, Australia, hingga Amerika, dengan fase totalitas berlangsung sekitar 58 menit.

3. Komet C/2025 R3 (25 April)

Ilustrasi Komet. Foto: Jurik Peter/shutterstock

Komet C/2025 R3 (PANSTARRS) diperkirakan mencapai kecerlangan maksimum pada 25 April. Komet ini akan terlihat sebagai cahaya samar dengan ekor tipis di langit utara setelah Matahari terbenam. Jika cahayanya cukup terang, komet tersebut mungkin bisa dinikmati dengan mata telanjang.

4. Blue Micromoon (31 Mei)

Pada 31 Mei, langit akan dihiasi Blue Moon, yaitu Bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Menariknya, Bulan ini juga merupakan Micromoon, sehingga tampak sedikit lebih kecil dan redup karena berada di titik terjauh dari Bumi.

5. Venus Berdekatan dengan Jupiter (9 Juni)

Tanggal 9 Juni, Venus dan Jupiter, dua planet paling terang, akan tampak sangat berdekatan di langit senja. Keduanya mudah dikenali dengan mata telanjang dan terlihat seperti pasangan cahaya terang di rasi Gemini. Fenomena ini menjadi salah satu pertemuan planet yang indah dan cukup jarang terjadi.

6. Bulan, Mars, dan Gugus Pleiades (11 Juli)

Menjelang fajar pada 11 Juli, Bulan sabit tipis akan tampak berdekatan dengan Mars dan gugus bintang Pleiades. Kombinasi Bulan yang pucat, Mars yang kemerahan, dan Pleiades yang berkilau menciptakan pemandangan langit yang cantik. Semua objek dapat dilihat tanpa alat, namun Pleiades akan lebih jelas dengan menggunakan teropong.

7. Tiga Fenomena Sekaligus (12 Agustus)

Ilustrasi langit. Foto: Shutterstock

Tanggal 12 Agustus akan menjadi hari yang sangat istimewa karena menghadirkan tiga fenomena langit sekaligus. Menjelang fajar, enam planet akan tampak berjajar rapi menghiasi langit pagi.

Memasuki siang hari, gerhana Matahari total akan melintasi Greenland, Islandia, hingga Spanyol. Saat malam tiba, hujan meteor Perseid mencapai puncaknya dengan kondisi langit yang gelap berkat fase Bulan baru.

8. Venus Paling Terang (22 September)

Pada 22 September, Venus mencapai kecerlangan maksimum sepanjang 2026. Planet ini akan tampak sangat terang di langit senja, bahkan mudah dikenali di area dengan polusi cahaya. Inilah waktu terbaik menikmati pesona “bintang kejora”, julukan Venus.

9. Waktu Terbaik Mengamati Saturnus (4 Oktober)

Tanggal 4 Oktober menjadi momen terbaik untuk mengamati Saturnus, karena planet ini berada pada posisi oposisi. Saturnus akan tampak lebih terang dan besar, serta bisa diamati sepanjang malam. Dengan teleskop kecil, cincin Saturnus akan terlihat jelas dan memukau.

10. Mars Berdekatan dengan Jupiter (16 November)

Pada 16 November, Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit malam. Jupiter terlihat sangat terang, sementara Mars menonjol dengan warna kemerahan khasnya. Keduanya dapat diamati dengan mudah dan akan terlihat berpasangan selama beberapa hari.

11. Puncak Hujan Meteor Geminid (14 Desember)

Tahun 2026 akan ditutup dengan hujan meteor Geminid pada malam 14 Desember. Hujan meteor ini dikenal aktif dan sering menampilkan meteor terang. Bulan sabit akan terbenam lebih awal, sehingga langit relatif gelap dan ideal untuk menikmati pertunjukan meteor dari lokasi minim cahaya.

Baca Juga: Apa Itu Hujan meteor Geminid? Inilah Fenomena Langit yang Spektakuler

(ANB)