Apa Itu Hujan meteor Geminid? Inilah Fenomena Langit yang Spektakuler

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu hujan meteor Geminid dan mengapa banyak pengamat langit dan pencinta astronomi merencanakan waktu serta lokasi terbaik untuk menyaksikannya?
Fenomena hujan meteor ini juga kerap menjadi topik pembelajaran menarik bagi pelajar, komunitas sains, hingga keluarga yang ingin menikmati keindahan alam semesta bersama. Jadi apa sebenarnya hujan meteor Geminid dan mengapa fenomena ini menarik?
Apa Itu Hujan meteor Geminid?
Apa itu hujan meteor Geminid dan apa yang membuatnya menarik? Mengutip dari situs https://science.nasa.gov, hujan meteor Geminid merupakan salah satu hujan meteor tahunan paling terkenal dan paling terang yang muncul setiap pertengahan Desember.
Fenomena hujan meteor Geminid bahkan sering dijuluki sebagai “raja” hujan meteor karena jumlah meteornya yang sangat banyak dan tampak mencolok di langit malam.
Disebut Geminid karena meteor-meteor ini seolah berasal dari arah rasi bintang Gemini, yaitu si “Kembar”. Saat mencapai puncaknya, pengamat di langit yang benar-benar gelap dapat melihat puluhan hingga lebih dari seratus meteor per jam.
Kilatan cahaya yang melintas cepat ini biasanya tampak kekuningan dan kadang menunjukkan semburat warna lain, sehingga membuatnya semakin menawan.
Berbeda dari kebanyakan hujan meteor yang berasal dari komet, dan Geminid berasal dari sebuah asteroid tidak biasa bernama 3200 Phaethon.
Ketika Bumi melintasi jalur debu dan pecahan kecil yang ditinggalkan Phaethon, partikel-partikel itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi.
Gesekan dengan udara membuatnya memanas dan terbakar, lalu tampak sebagai “bintang jatuh” yang melintas di langit.
Geminid terjadi setiap tahun pada awal hingga pertengahan Desember, dengan puncaknya biasanya sekitar tanggal 13 hingga 14 Desember, meski sesekali bisa bergeser tergantung tahun.
Fenomena ini dapat disaksikan dari hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, selama cuaca cerah dan langit cukup gelap.
Untuk menikmati hujan meteor ini, pengamat disarankan mencari tempat jauh dari polusi cahaya, membiarkan mata beradaptasi dengan gelap selama sekitar 20 sampai 30 menit, kemudian memandang luas ke seluruh langit.
Tidak perlu teleskop atau teropong, karena meteor Geminid muncul di banyak arah dan paling baik dilihat menggunakan mata telanjang.
Hujan meteor Geminid dikenal sebagai salah satu peristiwa paling spektakuler dalam kalender astronomi tahunan karena cahaya meteornya yang terang dan jumlahnya yang begitu melimpah.
Demikianlah gambaran mengenai hujan meteor Geminid, yang merupakan salah satu fenomena langit paling memukau yang selalu dinantikan setiap akhir tahun. (Fikah)
Baca juga: Desember D-nya Apa? Ini Kata-Kata Viral yang Jadi Tren Lucu di TikTok
