Festival Kue Bulan 2025 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Asal-Usulnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Festival Kue Bulan, atau yang sering disebut Mooncake Festival, merupakan salah satu tradisi penting yang selalu ditunggu oleh masyarakat Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Perayaan ini lekat dengan kebiasaan menikmati kue bulan bersama keluarga sambil menyaksikan indahnya bulan purnama. Bukan hanya sekadar perayaan seremonial, festival ini juga menyimpan kisah panjang tentang sejarah serta nilai-nilai budaya yang terus diwariskan secara turun-temurun
Setiap tahunnya, Festival Kue Bulan dirayakan pada tanggal yang berbeda karena mengikuti kalender lunar Tionghoa. Lantas, kapan tepatnya Festival Kue Bulan tahun 2025 akan digelar? Bagaimana pula kisah asal usulnya hingga bisa menjadi tradisi yang terus hidup hingga sekarang?
Jadwal Festival Kue Bulan 2025
Menurut laman China Highlights, Festival Kue Bulan selalu jatuh pada hari ke-15 di bulan ke-8 kalender lunar Tionghoa. Untuk tahun 2025, perayaan ini akan berlangsung pada Senin, 6 Oktober 2025, bertepatan dengan hadirnya bulan purnama yang bulat sempurna.
Pada malam itu, masyarakat biasanya berkumpul bersama keluarga dan berbagi kue bulan sebagai simbol kebersamaan. Tradisi ini diyakini mampu membawa kebahagiaan, kelimpahan, dan keharmonisan dalam keluarga.
Selain itu, di berbagai kota dengan komunitas Tionghoa, Festival Kue Bulan semakin meriah dengan festival lentera, pertunjukan budaya, hingga bazar kuliner khas.
Asal Usul Festival Kue Bulan
Mengutip laman Time Out Worldwide, Festival Kue Bulan, atau yang lebih dikenal dengan Mid-Autumn Festival, merupakan tradisi kuno yang sudah berusia lebih dari 3.000 tahun.
Perayaan ini bermula dari rasa syukur para petani di Tiongkok setelah panen musim gugur. Mereka mengadakan doa dan penghormatan kepada para dewa sebagai ungkapan terima kasih atas hasil bumi yang melimpah.
Asal-usul Festival Kue Bulan banyak dikaitkan dengan mitos dan legenda. Salah satu kisah paling terkenal adalah tentang Chang’e, istri dari pemanah hebat Hou Yi.
Diceritakan, pemanah hebat Hou Yi menyelamatkan bumi yang terbakar dengan menembak jatuh sembilan dari sepuluh matahari. Sebagai hadiah atas keberaniannya, ia diberikan ramuan keabadian.
Namun, ketika seorang penjahat mencoba mencuri ramuan tersebut, istri Hou Yi, Chang’e, menelannya dan naik ke bulan. Sejak saat itu, ia dikenang sebagai sosok penuh pengorbanan yang selalu dipuja dalam perayaan Festival Kue Bulan.
Karena patah hati, Hou Yi kemudian menyiapkan altar dengan makanan favorit Chang’e sebagai tanda penghormatan dan kenangan. Tradisi inilah yang masih dijalankan jutaan orang hingga kini saat Festival Kue Bulan.
Kue berbentuk bulat ini biasanya memiliki rasa manis atau gurih, yang melambangkan kesempurnaan dan kebersamaan. Bentuknya yang bulat juga mencerminkan pentingnya momen reuni keluarga saat festival berlangsung.
Selain itu, kue bulan sering dihiasi dengan motif-motif indah, mulai dari gambar bulan, bunga, hingga simbol-simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Kue Bulan dan Keunikannya
(ANB)
