Format Laporan Hasil Wawancara TPM dengan Guru dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Laporan hasil wawancara TPM dengan guru dibutuhkan untuk mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah. Dokumen ini harus dibuat dengan format yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Adapun, TPM atau Tim Penjamin Mutu merupakan kelompok kerja yang bertugas meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui wawancara, TPM dapat menilai apakah kegiatan belajar mengajar sudah sesuai dengan mutu pendidikan atau belum.
Ada beberapa informasi penting yang harus dicantumkan dalam laporan hasil wawancara TPM dengan guru. Yaitu, tantangan yang dihadapi guru dan strategi mengatasinya, lalu rekomendasi dari guru dan TPM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Format Laporan Hasil Wawancara TPM dengan Guru
Wawancara TPM dengan guru bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak memberikan pilihan jawaban ya atau tidak, melainkan membutuhkan jawaban lengkap.
Sementara itu, pertanyaan tertutup hanya memberikan pilihan jawaban ya atau tidak.
Laporan hasil wawancara TPM dengan guru bisa disusun menggunakan format berikut:
Identitas Guru
Nama Guru:
Nama Sekolah:
Mata Pelajaran:
Beban Mengajar:
Kelas yang Diajar:
Pengalaman Bekerja
Latar Belakang Pendidikan:
Tanggal Wawancara:
Tim Wawancara:
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
Bagian ini perlu menjelaskan beberapa poin penting, yaitu:
Metode Pengajaran: Guru menjelaskan bahwa pengajaran yang digunakan seperti ceramah, diskusi kelompok, penggunaan media interaktif, dan lainnya.
Media Pembelajaran: Media yang sering digunakan dalam kelas meliputi media seperti buku, presentasi, video, atau lainnya.
Interaksi dengan Siswa: Interaksi antara guru dan siswa dilakukan melalui bentuk interaksi seperti tanya jawab, pemberian tugas, dan lain-lain.
Tantangan yang Dihadapi
Guru menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, antara lain:
[Tantangan 1] contoh: Kurangnya fasilitas teknologi di kelas
[Tantangan 2] contoh: Siswa kurang aktif dalam diskusi
[Tantangan 3] contoh: Kurangnya materi ajar yang sesuai dengan kurikulum terbaru
Strategi Mengatasi Tantangan
Dalam menghadapi tantangan tersebut, guru melakukan beberapa upaya, seperti:
[Upaya 1] contoh: Membuat modul tambahan untuk mempermudah pemahaman siswa
[Upaya 2] contoh: Menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek
Rekomendasi dari Guru
Guru memberikan beberapa masukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran:
[Rekomendasi 1] contoh: Penyediaan lebih banyak pelatihan untuk guru dalam penggunaan teknologi
[Rekomendasi 2] contoh: Penambahan waktu untuk diskusi kelas
Rekomendasi TPM
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, TPM merekomendasikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kualitas pembelajaran:
[Rekomendasi TPM 1] contoh: Pengadaan sarana teknologi yang memadai di kelas
[Rekomendasi TPM 2] contoh: Pengembangan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa
Baca Juga: 5 Contoh Asesmen Sumatif Kurikulum Merdeka untuk Belajar
Contoh Hasil Laporan Wawancara TPM
Setelah mengetahui formatnya, berikut ini contoh hasil laporan wawancara TPM dengan guru, dikutip dari database baseline survey Karawang Teluk Jambe:
Identitas Guru:
Nama: Budiono
Nama Sekolah: SMP Tadika Mesra
Mata Pelajaran: Matematika
Beban Mengajar: 28 jam/minggu
Kelas yang diajar: IX
Pengalaman Bekerja: 23 tahun
Latar Pendidikan: S1 Matematika
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
Silabus dan bahan ajar disiapkan sebelum melaksanakan pembelajaran, dan pelaksanaaannya di awal tahun selama 1-2 minggu. Fasilitas yang dimiliki untuk menunjang pembelajaran adalah lab sains dan pengggunaanya sesuai dengan kebutuhan.
Kegiatan laboratorium dilaksanakan untuk memperjelas atau mempermudah pemahaman materi bagi siswa. Sayangnya, fasilitas laboratorium belum memadai dan digunakan antara 3 -4 X dalam 1 semester. Adapun, pengalaman belajar yang diperoleh dari kegiatan praktikum ialah menemukan konsep dan melakukan keterampilan
Topik pembelajaran yang dilakukan di lab adalah topik yang cocok dengan praktek. Petunjuk praktikum dibuat oleg guru yang bersangkutan minimal 1 hari sebelum praktikum. Metode yang dilakukan adalah eksperimen. Kegiatan praktikum dilakukan per kelompok dengan masing-masing 6 orang angggota.
Tantangan yang Dihadapi
Kendala dalam pemanfaatan lab ialah keberadaan alat peraga, alat lab, dan dana. Kegiatan hands-on kadang kadang dilakukan untuk topik yang menggunakan alat peraga, karena keterbatasan pemahaman dan alat maka hanya dilakukan demonstrasi saja kemudian dilakukan diskusi.
Kendala yang menghambat kegiatan adalah kurangnya bahan ajar dan dana. LKS disiapkan agar siswa melakukan pengamatan, mengumpulkan data, mengolah data, menyimpulkan, dan mempresentasikan hasil pengamatan.
Masalah yang biasanya muncul adalah cara memberikan pembelajaran pada siswa terkait dengan topik yang dibelajarkan atau media apa yang harus digunakan.
Strategi Mengatasi Tantangan
Kegiatan yang lebih sering dilakukan adalah diskusi, observasi dan berbagi informasi. Hal tersebut sering dilakukan karena keterbatasan alat peraga. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran belum memuaskan karena belum mencapai target yang diharapkan.
Upaya lainnya dilakukan dengan cara memotivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Buku yang digunakan adalah buku yang berasal dari dana BOS dan buku penunjang lainya yang relevan.
Rekomendasi dari Guru
Matematika adalah mata pelajaran yang dirasakan sulit oleh banyak siswa dan untuk mempelajarinya perlu alat bantu dan metode yang tepat. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya alat bantu mengajar berupa alat peraga.
Untuk mengatasi hal tersebut yaitu sering melakukan diskusi pada pertemuan MGMP. Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar dilakukan pendekatan individu. Guru pernah melakukan inovasi dalam mengajar untuk memilih metode yang tepat dengan mencoba berbagai metode dan pendekatan.
Sekalipun metode tersebut sudah bekerja optimal tapi masih perlu upaya untuk meningkatkan kinerja guru dan salah satunya diharapkan dari forum MGMP. Suasana mengajar sudah cukup kondusif sebagai bukti adanya kerja sama diantara guru serumpun yang minimal dilakukan 1 minggu 1X setelah upacara hari senin.
Rekomendasi dari TPM
Dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan siswa, diperlukan pengadaan alat peraga yang mumpuni. Sekolah bisa mengalihkan anggaran dana yang tidak perlu agar pengadaan alat peraga bisa segera direalisasikan.
(IPT)
