Konten dari Pengguna

Fungsi MKCHM dan Isi Ajarannya yang Diyakini Umat Muhammadiyah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi muhammadiyah. Foto: arsip muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi muhammadiyah. Foto: arsip muhammadiyah

MKCHM (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah) merupakan ideologi utama bagi umat Muhammadiyah. Ideologi tersebut menggambarkan hakikat, paham agama, serta misi Muhammadiyah dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dijelaskan dalam buku Akidah Akhlak Berbasis Humanistik susunan M. Anugrah Arifin (2020), MKCHM mendefinisikan Islam sebagai agama Allah yang diwahyukan para rasul-Nya, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW. Islam merupakan rahmat yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia.

Para ulama menyebutkan bahwa Allah telah menjamin kesejahteraan hidup hamba-Nya. Kesejahteraan ini mencakup semua aspek, mulai dari materiil, spiritual, duniawi, hingga ukhrawi.

MKCHM mengajarkan umat Muhammadiyah untuk memandang Islam sebagai seperangkat ajaran agama yang sempurna. Apa fungsi MKCHM yang sebenarnya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasannya berikut ini.

Fungsi MKCHM bagi Umat Muhammadiyah

Ilustrasi Muhammadiyah. Foto: arsip muhammadiyah

Sebelum membahas fungsinya, pahami terlebih dahulu latar belakang perumusan MKCHM itu sendiri. Dikutip dari jurnal Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah dalam Perspektif Tajdid Fil Islam karya Ahmad Jais, MKCHM lahir pada Muktamar Muhammadiyah yang ke-37, tepatnya pada tahun 1968 di Yogyakarta.

Pada masa itu, konsep westernisasi, modernisasi, dan sekularisasi mulai masuk dan membawa pengaruj buruk ke Indonesia. Oleh karena itu, para pimpinan Muhammadiyah berniat untuk membuat konsep baru yang bisa dijadikan alternatif pembelajaran bagi umat Islam.

Konsep tersebut dinamakan Matan Keyakinan dan Cita-cita Muhammadiyah (MKCHM). Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pembuatan konsep ideologis ini di antaranya Prof. Dr. Rasyidi, Ahmad Azhar Basyir, dan Djindar Tamimy.

Menurut pendapat para tokoh tersebut, fungsi MKCHM bagi umat Muhammadiyah yaitu dapat menjadi keyakinan dan teori perjuangan Islam. Konsep tersebut bisa membantu umat untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sosial dan keagamaannya.

Mengutip buku Tazkiyatun Nafs: Mengasah Kelembutan Jiwa susunan Dr. H. Mahsun Jayadi (2021), konsep MKCHM ini tidak bersifat dogmatik, ekslusif, ataupun mengandung unsur taklid buta. Konsep ini justru menganut paham keterbukaan terhadap hal-hal yang positif.

Fungsi MKCHM dalam persoalan keyakinan dan cita-cita hidup adalah menjadi sumber kehidupan agama seseorang. Muhammadiyah percaya, untuk mencapai cita-cita hidup yang sesungguhnya, seseorang memerlukan landasan agama Islam yang kuat.

Baca juga: Struktur Pimpinan Muhammadiyah pada Berbagai Tingkatan Daerah

Isi Ajaran MKCHM

Ilustrasi MKCHM. Foto: pixabay

Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) memuat ajaran yang mendalam. Beberapa ideologis yang termaktub di dalamnya yaitu:

  • Muhammadiyah adalah gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid bersumber pada Alquran dan sunnah.

  • Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai Nabi Muhammad SAW sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa.

  • Muhammadiyah mengamalkan Islam dengan berlandaskan sumber Alquran, sunnah, ijma, dan qiyas. Menurut Muhammadiyah, Ijtihad mutlak diperlukan.

  • Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang akidah, akhlak, ibadah, dan Muamalah.

  • Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia untuk berusaha bersama menjadikan suatu bangsa negara yang adil dan makmur dan diridhai Allah SWT.

Baca juga: Sekilas Sejarah Berdirinya Muhammadiyah

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa kepanjangan dari MKCHM?

chevron-down

Matan Keyakinan dan Cita-cita Kehidupan Muhammadiyah.

Kapan MKCHM dirumuskan?

chevron-down

MKCHM lahir pada Muktamar Muhammadiyah yang ke-37, tepatnya pada tahun 1968 di Yogyakarta.

Siapa yang merumuskan MKCHM?

chevron-down

Prof. Dr. Rasyidi, Ahmad Azhar Basyir, dan Djindar Tamimy.