Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Ini 7 Fase yang Bisa Diamati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan akan terjadi gerhana bulan total 7 September 2025. Ini akan menjadi fenomena gerhana ketiga yang bisa diamati di Indonesia pada tahun ini.
Sebelumnya, gerhana bulan total (GBT) pernah terjadi pada 14 Maret 2025. Tapi hanya dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia Timur.
Setelah itu, terjadi gerhana matahari sebagian (GMS) pada 29 Maret 2025 dan dapat diamati dari seluruh Indonesia. Nah, GBT 7 September 2025 mendatang juga dapat diamati dari sebagian besar wilayah Indonesia. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Fase Gerhana Bulan Total 7 September 2025
Dikutip dari laman resmi BMKG, dijelaskan gerhana bulan total pada 7 September 2025 akan terjadi dalam 7 fase. Berikut rincian waktunya:
Gerhana Penumbra mulai (P1)
22.26.56 WIB
23.26.56 WITA
00.26.56 WIT
Gerhana Sebagian mulai (U1)
23.26.44 WIB
00.26.44 WITA
01.26.44 WIT
Gerhana Total mulai (U2)
00.30.17 WIB
01.30.17 WITA
02.30.17 WIT
Puncak Gerhana (Puncak)
01.11.45 WIB
02.11.45 WITA
03.11.45 WIT
Gerhana Total berakhir (U3)
01.53.13 WIB
02.53.13 WITA
03.53.13 WIT
Gerhana Sebagian berakhir (U4)
02.56.46 WIB
03.56.46 WITA
04.56.46 WIT
Gerhana Penumbra berakhir (P4)
03.56.34 WIB
04.56.34 WITA
05.56.34 WIT
Dari jadwal di atas, dapat diketahui bahwa durasi gerhana dari fase P1 hingga P4 adalah 5 jam 26 menit 39 detik. Sedangkan durasi parsialitas, yaitu lama waktu dari fase U1 hingga U4 adalah 3 jam 29 menit 24 detik.
Sementara itu, durasi totalitas Gerhana Bulan Total akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik. Di momen puncak ini, bulan akan tampak merah akibat hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
Fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, maupun teleskop jika ingin lebih jelas. Semua fase tersebut bisa diamati dari wilayah barat Indonesia. Sementara di Papua bagian timur, bulan akan terbenam sebelum gerhana selesai.
Kenapa Gerhana Bulan Terjadi?
Dikutip dari laman Space, gerhana bulan terjadi karena bumi berada tepat di antara bulan dan matahari. Alhasil, bumi menghalangi sinar matahari mencapai bulan, sehingga menciptakan bayangan di permukaan bulan.
Bumi yang menghalangi sinar matahari menghasilkan dua bayangan yang jatuh ke bulan, yaitu umbra yang merupakan bayangan penuh dan gelap, serta penumbra atau bayangan luar sebagian.
Gerhana bulan total terjadi ketika bayangan bumi menutupi seluruh permukaan bulan. Alhasil, cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi akan terhambur.
Namun, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, seperti merah atau jingga, akan lolos dan mencapai permukaan bulan. Itulah mengapa bulan tampak merah saat gerhana bulan terjadi.
Baca Juga: Apa Itu Siklus Saros dalam Fenomena Gerhana Bulan? Ini Penjelasannya
(DEL)
