Haji Qiran: Pengertian, Niat, dan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Haji qiran adalah istilah yang merujuk pada pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dilaksanakan sekaligus. Haji dan umrah adalah dua ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dengan mengunjungi Mekkah.
Kedua ibadah tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghapuskan dosa-dosa. Namun, ada beberapa perbedaan dari haji dan umrah yang perlu dipahami, khususnya dari segi waktu dan durasi pelaksanaan, rukun ibadah, hingga hukumnya.
Dalam kondisi tertentu, haji dan umrah dapat dilaksanakan secara bersamaan. Inilah yang disebut dengan haji qiran.
Apa Itu Haji Qiran?
Dalam buku Yuk Naik Haji Sebelum Terlambat oleh Niken Sari dijelaskan bahwa haji qiran adalah umrah dan haji dilakukan secara bersamaan, sehingga ketika jamaah menggunakan pakaian ihram langsung diniatkan untuk haji dan umrah sekaligus.
Dalam pelaksanaannya, jemaah haji memakai ihram untuk umrah dan haji secara bersamaan sejak miqat atau tempat yang ditentukan untuk memasuki ihram.
Jemaah yang memilih haji qiran juga wajib membayar dam nusuk (denda ibadah). Caranya dengan menyembelih 1 ekor kambing. Jika tidak mampu, maka berpuasa 10 hari dengan rincian 3 hari dikerjakan di tanah suci dan 7 hari setelah pulang ke kampung halaman.
Haji qiran ini merupakan salah satu jenis haji yang dinilai lebih efesien. Meski demikian, haji ifrad memiliki keutamaan yang lebih banyak dibandingkan dengan haji qiran.
Baca Juga: Pengertian Haji Ifrad dan Perbedaannya dengan Haji Qiran dan Tamattu
Niat Haji Qiran
Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh Zainal Muttaqin, MA, dalam melaksanakan haji qiran, jemaah diwajibkan untuk membaca niatnya. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا وَعُمْرَةً. لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
(Nawaitu al-hajja wal-'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala, labbayka allahumma hajjan wa 'umratan. Labbaikallahumma labbaik, labbaika la sharika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la sharika laka)
Artinya:
"Aku berniat melakukan haji dan umrah, dan aku berihram dengan itu untuk Allah Yang Maha Tinggi. Aku menjawab panggilan-Mu, ya Allah, untuk haji dan umrah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."
Baca Juga: Doa Haji Mabrur Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran
Pelaksanaan haji qiran tidak jauh berbeda dengan haji pada umumnya. Inilah tata caranya yang perlu dipahami umat Islam:
Ihram di Miqat: Jemaah melakukan ihram di miqat dengan niat untuk melaksanakan haji dan umrah sembari mengucapkan talbiyah sebagai tanda memulai ibadah.
Tawaf Qudum: Setibanya di Masjidil Haram, jemaah mengerjakan tawaf qudum, tawaf pertama sebelum memulai ibadah lainnya.
Sa'i Haji: Dilanjutkan dengan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah, mengikuti jejak Hajar Aswad.
Wukuf di Arafah: Jemaah melakukan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, tempat yang utama dalam ibadah haji.
Mabit di Muzdalifah: Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu untuk melempar jumrah, serta memperbanyak dzikir dan doa.
Lempar Jumrah Aqabah: Pada 10 Dzulhijjah, jemaah kembali ke Mina untuk melempar jumrah pertama, Jumrah Aqabah.
Tahallul Awal: Setelah melempar jumrah, jemaah melakukan tahallul awal dengan memotong atau mencukur rambut.
Tawaf Ifadhah: Jemaah kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadhah di Ka'bah.
Tahallul Tsani: Setelah tawaf, jemaah melakukan tahallul tsani untuk mengakhiri sisa-sisa ihram.
Mabit di Mina: Jemaah kembali ke Mina untuk menghabiskan tiga hari Tasyriq, melakukan lempar jumrah, serta mengingat Allah.
Lempar Tiga Jumrah: Selama tiga hari Tasyriq, jemaah melempar tiga jumrah, yaitu Jumrah Aqabah, Wustha, dan Ula.
Meninggalkan Mina: Setelah selesai melempar jumrah pada 13 Dzulhijjah, jemaah meninggalkan Mina yang menandai berakhirnya ibadah haji qiran.
(SAI)
