Konten dari Pengguna

Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hakikat pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sarjana atau profesional. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hakikat pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sarjana atau profesional. Foto: Unsplash.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa di perguruan tinggi. Mata kuliah ini membahas hak dan kewajiban warga negara serta sistem demokrasi, sekaligus berperan membentuk karakter dan nilai kebangsaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran PKn dapat membantu mahasiswa memahami perannya sebagai warga negara. Mahasiswa juga penting memahami hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sebagai sarjana atau profesional. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mengembangkan Kemampuan Utuh Sarjana atau Profesional

Ilustrasi hakikat pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sarjana atau profesional. Foto: Unsplash.

Mengutip laman LMS SPADA Indonesia Kemdiktisaintek, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan pengetahuan tentang kewarganegaraan, hak dan kewajiban warga negara, sistem demokrasi, serta negara hukum, dengan tujuan membentuk warga negara Indonesia yang cerdas, bertanggung jawab, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.

Sementara itu, dikutip dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat. Lulusannya diharapkan menjadi intelektual dan ilmuwan yang berbudaya, mampu memasuki dan menciptakan lapangan kerja, serta mengembangkan diri menjadi profesional.

Namun, kemampuan utuh tersebut tidak cukup dibangun lewat penguasaan ilmu semata. Sebab, mahasiswa juga harus memiliki pemahaman tentang kehidupan bermasyarakat dan bernegara agar dapat menerapkan ilmu secara bertanggung jawab.

Pendidikan Kewarganegaraan hadir sebagai salah satu mata kuliah yang mendukung pembentukan kemampuan tersebut. Melalui PKn, mahasiswa mempelajari berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan bernegara, seperti demokrasi, konstitusi, hak dan kewajiban warga negara, hak asasi manusia, serta negara hukum. Materi tersebut membantu mahasiswa memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat dan negara.

Urgensi dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Ilustrasi hakikat pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan kemampuan utuh sarjana atau profesional. Foto: Unsplash.

Menurut laman LMS SPADA Indonesia Kemdiktisaintek, urgensi PKn dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini:

  • Identitas Nasional: PKn memperkuat identitas bangsa melalui pengajaran nilai Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika agar persatuan bangsa yang multikultural tetap terjaga.

  • Karakter Warga Negara: Mahasiswa dilatih berpikir kritis dan rasional serta bertindak sesuai nilai moral agar dapat ikut mengambil keputusan publik.

  • Pencegahan Konflik: Nilai toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan menekan disintegrasi dan konflik sosial.

  • Penguatan Demokrasi: Pemahaman tentang sistem politik dan hukum membuat warga negara dapat berpartisipasi dalam pemilu serta mengawasi penyelenggaraan negara.

  • Pembangunan Berkelanjutan: PKn menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial, keadilan, dan kelestarian lingkungan.

  • Pencegahan Radikalisme: Nilai nasionalisme yang moderat dapat mencegah penyebaran ideologi radikal di tengah arus globalisasi dan teknologi informasi.

(FHK)

Baca juga: Dalam Kegiatan Pendahuluan Ada Awal Pembelajaran dan Pra Pembelajaran, Apa Itu?