Konten dari Pengguna

Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi guru mengajar. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi guru mengajar. Foto: Pexels

Peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan mempelajari berbagai materi yang dilengkapi dengan tugas Cerita Reflektif. Pada akhir setiap pembelajaran, peserta diminta menjawab sejumlah pertanyaan berdasarkan pemahaman dan pengalaman belajar yang telah diperoleh.

Salah satu pertanyaan yang muncul pada Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosi Topik 3 Experiential Learning di Ruang GTK adalah, "Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning?" Bagi yang sedang mencari referensi, simak contoh jawabannya berikut ini.

Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning?

Ilustrasi hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning. Foto: Pexels

Dirangkum dari kanal YouTube Rokhaniyah dan Nelawati, berikut beberapa contoh jawaban yang dapat dijadikan acuan dalam mengerjakan tugas cerita reflektif tentang Experiential Learning.

Contoh Jawaban 1

Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning agar pembelajaran menjadi lebih mendalam dan bertahan lama bagi peserta didik di antaranya:

1. Perencanaan yang Matang

Experiential learning tidak dapat dilakukan secara spontan. Guru perlu merancang kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari sehingga pengalaman yang diperoleh siswa benar-benar bermakna.

2. Pemberian Motivasi dan Stimulasi yang Tepat

Guru perlu membangun motivasi belajar melalui pertanyaan, studi kasus, maupun aktivitas yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik.

3. Siswa Terlibat Aktif

Peserta didik harus terlibat secara aktif, baik secara fisik maupun mental. Mereka diberikan kesempatan untuk bereksperimen dengan pengetahuan yang baru mereka dapatkan.

4. Pembelajaran yang Kontekstual

Pengalaman belajar sebaiknya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudah memahami konsep dan menerapkannya dalam situasi nyata.

5. Melaksanakan Refleksi di Akhir Pembelajaran

Refleksi membantu siswa memahami pengalaman yang telah dilalui, menemukan makna dari proses belajar, serta menghubungkannya dengan konsep yang dipelajari.

Contoh Jawaban 2

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman).

1. Mengikuti Tahapan Experiential Learning (Kolb's Cycle)

Pembelajaran akan berjalan efektif apabila mengikuti empat tahapan berikut.

  • Concrete Experience (Pengalaman Nyata): peserta didik terlibat langsung dalam suatu aktivitas.

  • Reflective Observation (Refleksi): peserta didik merefleksikan pengalaman yang telah dilalui.

  • Abstract Conceptualization (Konseptualisasi): peserta didik menghubungkan pengalaman dengan teori atau konsep.

  • Active Experimentation (Penerapan): peserta didik menerapkan konsep tersebut dalam situasi baru.

2. Relevansi Pengalaman dengan Tujuan Pembelajaran

Kegiatan yang dilakukan harus bermakna dan terkait erat dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum. Hindari aktivitas yang hanya menyenangkan tetapi tidak relevan secara akademik.

3. Memperhatikan Variasi Gaya Belajar Siswa

Guru perlu menyesuaikan aktivitas pembelajaran agar dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar, seperti visual, auditori, maupun kinestetik.

4. Kemampuan Guru sebagai Fasilitator

Guru perlu mampu mengelola kegiatan belajar, memandu refleksi, mendorong diskusi yang bermakna, serta membantu peserta didik menghubungkan pengalaman dengan konsep yang dipelajari.

Contoh Jawaban 3

Dalam penerapan experiential learning, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar pembelajaran berlangsung efektif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Berikut poin-poin utamanya.

1. Melaksanakan Siklus Pembelajaran Experiental learning

Pastikan seluruh tahapan, yaitu Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation, dilaksanakan dengan baik.

2. Memperhatikan Kesiapan Peserta Didik

Guru perlu memberikan ruang yang aman bagi peserta didik untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan belajar dari pengalaman. Tingkat kesulitan kegiatan juga harus disesuaikan dengan usia serta kemampuan siswa.

3. Menyiapkan Lingkungan dan Sumber Daya

Guru perlu memastikan ketersediaan ruang belajar, alat praktik, media pembelajaran, dan dukungan sosial agar kegiatan dapat berjalan dengan optima

4. Menyediakan Waktu Cukup untuk Refleksi

Refleksi dapat dilakukan melalui diskusi, jurnal, mind mapping, maupun tanya jawab dengan pertanyaan seperti:

  • Apa yang saya pelajari?

  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi?

  • Bagaimana perasaan saya selama kegiatan berlangsung?

  • Apa yang akan saya lakukan secara berbeda pada kesempatan berikutnya?

5. Menggunakan Penilaian Autentik

Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar melalui observasi, portofolio, jurnal refleksi, maupun proyek sehingga perkembangan peserta didik dapat terlihat secara menyeluruh.

Baca Juga: Aspek Perkembangan yang Harus Distimulasi untuk Melatih Anak Menjadi Pemimpin

(SA)