Hal-hal yang Membatalkan Puasa dalam ajaran Islam, dari Makan Minum hingga Haid

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rabu (13/4), bulan suci Ramadhan yang dinantikan umat Muslim telah tiba. Pada momen ini, umat Muslim diperintahkan untuk berlomba-lomba melakukan ibadah, salah satunya adalah puasa Ramadhan..
Mengutip buku Anak Saleh Rajin Puasa Ramadhan tulisan Ajen Dinawati (2004: 5), puasa Ramadhan hukumnya wajib, seperti yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah 183.
Yaa ayuuhal ladziina aamanuu kutiba 'alaikumush shiyaamu kamaa kutiba 'alal ladziina min qablikum la'allakum tattaquun
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dan semoga kamu bertaqwa."
Pengertian Puasa
Puasa atau shaum adalah menahan diri dari makan, minum, serta segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Ibadah puasa dilakukan untuk menyucikan diri karena Allah.
Puasa menjadi salah satu ibadah yang mampu melatih kejujuran diri umat Muslim. Meskipun tidak ada yang melihat, umat harus tetap melaksanakan ibadah puasa dengan jujur sesuai ajaran Islam.
Terdapat beberapa syarat wajib puasa, di antaranya:
Beragama Islam
Berakal sehat
Suci dari haid atau nifas untuk wanita
Memiliki tempat tinggal tetap
Mampu puasa
Dewasa atau akil baligh
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Selain makan dan minum, ada juga beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah hal-hal yang membatalkan puasa seperti dikutip dari situs NU Online:
Makan dan Minum
Puasa yang sedang dilakukan otomatis akan batal ketika ada makanan, minuman, atau benda lain yang sampai ke tenggorokan. Namun, puasa tidak batal apabila benda masih berada dalam mulut dan tidak sedikit pun ada yang masuk ke tenggorokan.
Muntah dengan Sengaja
Apabila seseorang muntah secara tidak sengaja, puasanya tidak akan dihitung batal selama muntah tersebut tidak tertelan. Namun jika muntah dengan sengaja, puasanya akan dianggap batal.
Hubungan Seksual
Melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis secara sengaja dapat membatalkan shaum. Tidak hanya itu, orang tersebut juga akan dikenakan denda atau kafarat, yaitu puasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila tidak mampu menjalankan kafarat, ia harus memberi makanan pokok senilai satu mud pada 60 fakir miskin.
Keluarnya Air Mani
Jika seseorang mengeluarkan air mani atau sperma karena bersentuhan kulit atau onani, maka puasanya dianggap batal. Sementara itu air mani yang keluar karena mimpi basah tidak membatalkan shaum.
Gila
Jika seseorang menjadi gila atau junun ketika menjalankan ibadah puasa, maka puasanya batal.
Murtad saat Puasa
Seseorang yang murtad atau keluar dari agama Islam ketika puasa akan dianggap batal puasanya. Selain itu, dia juga harus mengucap syahadat dan mengqadha shaum.
Pengobatan Lewat Qubul dan Dubur
Pengobatan melalui salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur) dihitung membatalkan puasa. Misalnya, pengobatan untuk orang yang mengidap ambeien atau pemasangan kateter urin pada orang sakit.
Mengalami Haid
Wanita yang mengalami haid atau nifas dianggap batal puasanya. Jika mengalami hal ini, wanita harus mengqadha puasanya.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Puasa?

Apa Itu Puasa?
Menahan diri dari makan, minum, atau segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Syarat Puasa

Syarat Puasa
Beragama Islam, berakal sehat, suci dari haid untuk wanita, dan lainnya.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Makanan dan minum, haid, dan sebagainya.
